
Saking paniknya dia , jidatnya pun mengeluarkan bulir bulir keringat yang aku tebak itu bukan berasal dari suasana panas di ruangan ini . Melainkan ketakutan hingga menimbulkan keringat dingin .
"Hei, apa yang kau takutkan?" tanyaku .
"Tidak boleh , tidak boleh begitu !" si gadis waiters menoleh kepadaku dan menatap mataku lekat lekat dalam tatapan memelas .
Sepertinya ia panik karna ada sesuatu yang tak boleh terjadi dalam isi surat itu tuan.
Tiba tiba Giganz angkat suara di dalam kepalaku .
"jadi , maksud dari pesan yang ada di dalam amplop ini adalah pesan yang sangat tidak mungkin untuk di lakukan oleh dia seorang ? begitukah?" tanyaku kepada Giganz.
Kurang lebih begitu tuan, karna tak semua manusia indigo bisa bertindak sesuka hati mereka . Terlebih lagi, pada dasarnya manusia indigo itu hanya bertubuh manusia tulen . Tak ada campuran Dewata atau mahluk dengan entitas yang lain . Otomatis, jika mereka ingin bertindak bertentangan dengan alam sebelah, mereka harus berfikir masak masak.
Aku jadi paham kenapa ia menjadi panik .
"Hei, apakah sekuat itu dedemit kontrak ini?" tanyaku dengan berbisik ke telinganya.
"Bukan itu saja , jika kau melawan , pelanggan yang sudah candu masakan rumah makan ini akan di hipnotis dan akan menjadi prajurit berani mati milik sang dedemit . Kita tak boleh asal memutus benang menggumpal begitu saja, kumohon tolong kembalikan pesan ini kepada kakek, katakan hal itu mustahil dan aku baik baik saja di sini ." ucapnya dengan nada memelas dan bibirnya ikut bergetar seiring ia mengeluarkan kalimat per kalimat.
"Apa yang harus kita lakukan kalau begini? " tanyaku kepada penduduk alam bawah sadaku.
Yang pasti jangan asal labrak , kamu terlalu terbiasa asal labrak dan tak pernah berpikir cara lain selain melabrak . Kata kata yang di lontarkan oleh sang Sofia membuatku tersadar kan akan suatu hal .
Kalau begitu, bagaimana jika aku beli saja si waiters?.
"Hei, siapa namamu?" tanyaku kepada si waiters.
"Sasha. Sasha Alvian Benista ." jawabnya .
"Ok Sasha , sekarang aku ingin membelimu" kataku.
"Hah?!" Sasha memekik.
"Hah?! Maksud?" Ricky ikutan .
"Kamu kerja di sini kan? tapi kalau aku beli bagaimana ? mau tidak ?" tanyaku lagi .
"Mau kau apakan aku?" tanyanya sambil memeluk tubuhnya sendiri .
"Astagah, kenapa aku di kira cabul terus ..." aku bangkit berdiri.
__ADS_1
"Ok fix, kamu akan aku beli." ucapku lagi untuk menegaskan tekadku.
"*Giganz, kamu bisa kan merampok emas ? walaupun emas di alam sebelah gakpapa".
Woi, mana bisa begitu tuan . Menciptakan emas batangan bukan seperti ciptakan pesawat pesawatan dari kertas*. Jawabnya Giganz.
"*Jadi bagaimana? apa ada syarat tertentu?".
Ya , tentu ada , aku harus menyerap energi kehidupan sesosok mahluk ...
"Ok pakai saja energi ku, kalau habis aku tinggal berendam air nanti sesudah dari sini ."
Ta, tapi tuan ... anda yakin?
"Ya, ini perintah mutlak*!"
Setelahnya, aku terduduk dan terkulai lemas, sungguh si Giganz membuat ku kesal karna tak memberiku aba-aba .
"Bisa gak untuk memberikan aba-aba ?"
Lho aku pikir tuan sudha siap .
"Kau dapat dari mana uangnya Yo? " Ricky heran .
"Aku punya Genderuwo. Jadi hal itu biasa saja ." jawabku.
"Hah? mana boleh begitu , kau siap nanti ketika pulang di hukum ?" Ricky terlalu nyaring untuk kali ini .
"Brader, kita kan bestian , jadi jangan ngomong ngomong ya " ucapku sambil mengedipkan mata kanan .
"Aku tidak pernah sebegininya bertemu pelanggan , aku tau kalau kalian suruhan kakekku, tapi tolong jauhkan diri kalian dari masalah ini please ... kecuali kalian bisa mengalahkan Minotaurus satu versus satu." si waiters sangat cerewet kali ini .
"Nah berarti kau dengan orang yang tepat, Rio ini empat bulan lalu ia mengalahkan Minotaurus dalam pertarungan satu versus satu , dan itu sebelum ia resmi menjadi anak pondok Demigod ." jelas Ricky.
Si waiters terkaget dan mulutnya menganga lebar .
"Permisi, ini pesanannya.." seorang waiters pria datang dengan membawa nampan yang berisi banyak sekali masakan.
Aku melihat ada soto Banjar , soto Betawi, bandeng ngasap, sate gurita , dan bahkan ada kakap bakar . Aku spontan melirik ke arah Ricky , ia pun hanya menggerakkan bahu dengan tanpa dosa seolah olah ia tak tahu menahu tentang pesanan itu .
"Maaf mas, ownernya ada? saya ingin membeli waiters ini bisa?" tanyaku .
__ADS_1
"Maaf mas , sebentar saya tanya dulu kepada ownernya . Karna untuk sekarang sepertinya karyawannya harus berkomitmen di sini . Jika ada berhenti atau pemecatan , sepertinya harus di adakan pertemuan empat mata antara karyawan oleh owner. Jadi mohon di tunggu ya mas". Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan meja ku , aku menarik tangannya lalu kemudian memberikannya sekantung emas ghaib batangan di dalam kantung yang ku ambil dari bawah meja makan . Kantung emas itu sudah di sediakan oleh Giganz semenjak dua menit lalu .
"Ini , aku langsung bayar deluan . Katakan kepada ownermu kalau aku sudah membayarnya, lalu aku langsung membawa lari si waiters. Ambil ini untukmu " lalu aku memberinya sekantung lagi untuk dirinya.
Pria itu meneguk liur, "Te.. terima kasih" ujarnya seraya berjalan dengan tangan gemetar .
"Ayo langsung .! " aku menarik tangan si waiters dan itu tentu saja tidak mudah .
Awalnya ia menolak dan memberontak , namun aku menegaskan bahwa ia harus ikut dan hasilnya juga tetap sama .
Biar aku saja yang membuatnya nurut.
Entah apa yang di rencanakan oleh Chelly, waiters itu tiba tiba saja melemas dan tunduk . Dan kini aku dengan gampang menarik dirinya untuk berjalan mengikuti ku.
"Well, ternyata kau punya dedemit juga di dalam tubuhmu ya" suara wanita ini terdengar dengan sangat mengintimidasi hingga ke tulang tengkuk ku . Aku menoleh ke arah sumber suara , dan itu adalah sang owner . Aku berasumsi bahwa itu adalah sang owner karna ia memakai setelan yang berbeda di bandingkan karyawan dan waiters yang lain nya.
Wanita itu memakai blazer Korea berwarna merah dengan les hitam , lengkap dengan sepatu hak tinggi nya. Di telinganya ada sepasang anting giwang yang berbentuk ular yang sedang melingkar . Rambutnya terurai rapi dan lurus , di pergelangan tangannya terdapat banyak gelang emas dan arlogi yang terbuat dari emas, perak dan hiasan berlian . Kentara sekali bahwa ia adalah sang owner .
"Apa maksud anda dengan dedemit?" tanyaku .
"Bisa lihat di belakang mu?" jawabnya sembari memberikan lirikan mata ke belakang ku agar aku menoleh ke belakang .
Dan aku menoleh ke belakang .
Aku kaget bahwa di belakang ku , Giganz dan Chelly di belenggu dengan serabut kelapa dan di gantung di sebuah tiang pasung .
Aku meneguk liur .
"Bagaimana caramu menjelaskan ini? apa kau berniat untuk mengelabui ku bahwa emas yang kau berikan ini emas dunia fana dan bukan dari dunia ghaib? dasar memalukan" wanita ini berjalan mendekatiku.
"Bagaimana , jika aku menawarkan sesuatu?" tanya nya dengan sedikit berbisik .
Seisi ruangan hening , hanya ada suara benturan sendok dan mangkuk yang sedang di pakai orang orang yang sedang menikmati makan malamnya .
"Tawaran? berarti harus saling menguntungkan bukan?" tanyaku .
"Benar, saling menguntungkan ." lalu wanita itu mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik.
"Menjadi pengantin ku, maka akan aku kabulkan semua yang kau inginkan"
###
__ADS_1