
"tapi rever kenapa kau percaya padaku ?"
tanya seidon.
"di masa lalu kita itu kayak sahabat gini gini, sudahlah yang terpenting sekarang aku harus benar benar menjaga rose, karena aku tidak bisa membuat ia bereinkarnasi lagi ! rohnya sudah lemah, bila ingin reinkarnasi secara paksa bisa bisa roh itu hancur berkeping keping, maka dari itu aku akan serius menjaga rose sampai kita berdua mati bersama ! pokoknya aku tidak mau tahu harus mati bersama !"
tegas rever.
"aku juga akan menjaganya ! aku sangat berterima kasih orang sehebat dirimu mempercayaiku!"
senang seidon.
"mulai sekarang aku akan menjadi anak yang lugu dan berpura pura bodoh di hadapan rose, agar rose berpikir kalau aku butuh pendamping agar tidak di ganggu orang lain"
jelas rever.
"hmmmm iya iya, sekarang pergilah sana ! aku ada banyak kerja !"
suruh seidon.
"kau berani macam macam padaku ?"
ancam rever.
"kau memang sepertinya lebih hebat dariku, tapi sekarang itu istana ini aku yang memiliki hak, dan rose juga menyayangiku sebagai kakak, mau apa kau ?"
senyum seidon.
"lihat saja, suatu hari nanti aku akan membuat rose lebih menyayangiku !"
bangga rever.
"oh ya ! ini ! bacalah kalau ada waktu !"
suruh rever memberikan sebuah buku.
"apa ini ?"
tanya seidon.
"itu adalah novel berjudul 'silvia' yang ku ceritakan, buku itu menceritakan masa lalu, awal dari reinkarnasi rose dan aku, namun sepertinya saat ini rose hilang ingatan di dunia ke dua, jadi kita akan memulai dari awal"
jelas rever.
"begitu ya, baiklah ! aku akan membacanya !"
tekad seidon.
"oh ya ! buku itu sangat penting kan ! jaga buku itu baik baik jangan sampai seseorang membacanya ! kau tahu kan buku ini sangat penting ?"
suruh rever.
"tentu saja ! kau tenanglah"
ucap seidon.
itulah kenyataan beberapa hari yang lalu yang hanya di ketahui oleh rever dan seidon.
hari ini...
"makannya sudah selesai, bila terus duduk akan menambah berat badan, ayo jalan jalan sebentar"
ajak rose.
di taman...
"tanaman di sini panjang dan banyak sekali ya?"
gumam rosyid.
"benar! oh iya ! apa kalian tahu kalau bunga bunga ini bisa di buat mahkota ? caranya kalian ambil beberapa buah tanaman ! lalu kalian saling Belit Belit seperti ini ! dengan kuat ! setelah lumayan panjang kalian buat lingkar, dengan membelit ujung ujungnya ! selipkan beberapa bunga juga agar semakin bagus ! selesai !"
jelas rose yang mempraktekkan.
"itu sangat indah ! apa aku bisa melakukannya ya ?"
ragu rever.
"tentu saja, tinggal mengikuti yang aku katakan tadi !"
jelas rose.
__ADS_1
"ihhhh susaah !"
geram rever.
"rever Ten..."
kata kata rose terpotong.
"saya bisa !"
senang Rosyid yang berhasil membuat mahkota bunga.
"woahh, bagus sekali !"
puji rose sambil bertepuk tangan.
"aku juga pasti bisa melakukannya ! aku bisa melakukannya lebih bagus !"
semangat rever.
"sial sial sial ! padahal cuma mainan bocil ko ga bisa sih !?"
jerit hati rever.
"hahahaha ! cuma mainan ! bagaimana kau bisa seserius ini ? rever memang lucu"
tawa rose.
lalu rever menunjukan wajah memelas...
"rever kau sedih ? apa kata kataku menyakiti hatimu ?"
panik rose.
"bukan... aku hanya tidak bisa membuat mahkota bunga ini...besok ! besok aku akan memberikan mahkota bunga yang bagus padamu ! bisa tidak bisa aku pasti memberikannya !"
tekad rose.
"hahaha ! tidak usah seperti itu ! kalau tidak bisa tidak apa apa ! biar aku buatkan mahkota bunga untukmu !"
jelas rose yang mengambil beberapa helai bunga dan merakitanya.
"tangan putri rose bagus sekali ya ? apa tidak masalah tergores bunga bunga ?"
tanya Rosyid.
jelas rose.
"Mei song itu dayang anda ya ?"
tanya Rosyid.
"iya benar !"
jawab rose.
Rosyid dan rose tampak akrab sedangkan rever seperti di diamkan.
"putri rose tidak kesepian di istana sebesar ini ?"
tanya Rosyid.
"tentu tidak ! ada rever yang menemaniku setiap saat ! kami selalu bersama ! rever adalaha sahabatku !"
jelas rose yang membuat rever tersentak dan senang.
"dan kalau Rosyid juga sekarang adalah temanku ya ! teman rever juga !"
jelas rose.
"benar, sekarang Rosyid adalah teman kami"
ucap rever.
"aku ? saya sungguh sangat senang, semenjak wajah saya hancur, tidak ada yang mau berteman dengan saya"
jelas Rosyid.
"tapi itukan kemarin ! sekarang kau sudah punya dua teman sekaligus !"
jelas rever.
__ADS_1
"syid ! Rosyid ! saat nya pulang, meeting kami sudah selesai ! eh ? kau membuat apa ?"
panggil duchess.
"kami membuat mahkota bunga bersama"
jawab Rosyid.
"tapi sekarang kita harus pulang"
ucap duchess.
"apa harus sekarang ya ?"
tanya rose.
"maaf putri, tapi Rosyid juga punya jadwal, lain kali saya akan membawa Rosyid ke sini lagi"
senyum duchess.
"sampai jumpa lagi Rosyid"
senyum rever.
di perjalanan pulang rosyid dan orang tuanya...
"ga.. gawat ! di depan jalannya runtuh ! kita harus mundur ! rapi di sini sempit sekali !"
teriak kusir.
"apa yang terjadi ?"
tanya Duke.
"tuan ! di depan..."
jawaban kusir terpotong karena suara runtuh.
"gruduk! gruduk ! gruduk !"
*suara bayi bati besar berjatuhan dari gunung.
"la... lari ! Rosyid ! kau juga bawa Rosyid ! cepat !"
suruh Duke pada duchess.
"Rosyid ayo !"
tarik duchess.
duchess dan Rosyid berlari, saat Duke ingin menyusul tiba tiba kereta yang di sana tumbang karena getaran yang di hasilkan batu batu besar.
"suamiku ! Rosyid ! kau tunggu di sini!"
suruh duchess.
duchess berlari ke arah Duke yang tertimpa kereta, Tampa di sadari ada batu yang mengarah ke mereka.
para perajurit dan orang orang Duke mencoba berteriak dan berlari ke arah mereka untuk menyelamatkan mereka.
namun waktu begitu cepat.
duke dan duchess tertimpa sebuah batu yang besar, di hadapan semua orang termasuk Rosyid.
darah mulai mengalir dari sisi sisi batu itu.
semua orang berteriak dan mencoba mengangkat batu itu.
salah seorang perajurit menarik tangan Rosyid dan menyuruhnya pergi dari sana karena berbahaya.
"ta...tapi... ayah..ibu ?"
rintih Rosyid yang mulai menangis.
"tuan muda ! cepat pergi di sialni sangat berbahaya !"
suruh prajurit itu.
"bagaimana dengan..."
rintih Rosyid.
__ADS_1
"sa...saya tidak bisa menjamin ! tapi sekarang nyawa anda sangat penting untuk kediaman Duke qilies!"
teriak orang itu yang langsung menggendong Rosyid dan membawanya lari*.