
"No....Nona..."
Ujar Ishani
"Kamu kenapa ?"
Tanya Rose.
"Bisa ke Luar sebentar ? ada yang harus aku katakan, Sekarang... Cepat !"
Pinta Ishani pura pura mendesak.
Rose pun mengikutinya meski ia sebenarnya khawatir pada kondisi Rever yang di pukuli itu.
Melihat Rose mulai menjauh dari Arena, Rever sedikit lega meski ia tahu dirinya benar benar tidak jelas kenapa bersikap seperti ini.
Melihat lawan nya terus memukuli Rever, Tentu saja Rever merasa geram.
Langsung saja Rever mengangkat setengah tangan kanannya, Mengumpulkan Energi untuk membuat sebuah jurus.
"Pisau Angin"
Ujarnya mengeluarkan Jurus yang dinamakan pisau angin itu.
Kemudian mengarahkannya pada lawan, membuat baju lawan robek robek meski tidak membuatnya langsung kalah.
Rever pun mengangkat tinjunya yang sudah di lapisi sihir lalu memukul Lohan dengan sangat keras sampai tersungkur beberapa meter.
Dengan cepat sebelum lohan bangun Rever berlari dengan kekuatannya dan meninju Lohan terus menerus agar tidak ada celah sedikit pun untuk melawan.
Lohan menggenggam segunduk pasir, *karena arenanya di atas lapangan* dan melemparkannya pada Rever.
Meski Rever sedikit sadar namun tangannya malah kalah cepat,
Rever mengucek matanya beberapa saat, di saat itu Lohan berdiri dan berusaha sejauh mungkin dari Rever, Setelah lumayan jauh Lohan mengeluarkan Sihir mematikannya.
Untung saja Rever sudah tidak kelilipan lagi.
__ADS_1
Karena tidak sabaran Rever langsung mengeluarkan Sihir yang berbentuk bola dan mengarahkannya pada Lohan.
Lohan langsung tidak bisa berdiri lagi, Duduk tak berdaya dengan baju yang sudah kacau.
Rever tidak puas entah kenapa dirinya sedang tidak terkendali lalu membuat sihir dengan bentuk bole lahar yang sangat besar.
Sampai sampai penonton pun merasakan panasnya padahal Posisi Rever benar benar jauh dari sana.
Sudah merasa cukup Rever langsung meloncat untuk mengarahkan Jurusnya itu pada Lohan.
Semua orang berteriak keras, Namun sebelum Rever melempar jurusnya tiba tiba sebuah tali Rantai Sihir memegang pinggang Rever dan pinggang Lohan.
Keduanya di tarik pada sisi yang berlawanan.
Rever tidak mengerti, ia pun melempar Sihirnya pada Lohan.
Namun Tiba tiba Sihir Rever terhenti di tengah tengah seolah ada dinding Sihir kuat di antara Rever dan Lohan.
Meski begitu karena serangan Rever yang mengenai dinding Sihir itu, Seluruh tempat dari mulai penonton sampai Arena bergetar hebat layar terkena Gempa.
Semua orang berpegangan sampai getaran itu selesai.
"Bius ?"
Batin Rever menahan nafas selama mungkin sampai asap itu menghilang.
Semua orang mulai Khawatir, Setelah asap itu menghilang Rever masih berdiri tegap, Semua orang heran bagaimana Rever bisa menahan nafas dan tidak pingsan dalam waktu yang lumayan lama.
Tiba tiba seseorang berseru dan Tali Rantai Sihir pun bertambah ke arah Rever dan membelit Leher, kedua tangan, kedua kaki serta badannya.
"A...Apa apaan ?!"
Tanya Rever.
Tiba tiba Rever melihat Raja dari ke dua belah pihak yaitu Ranga dan Raja lain yang merupakan ayah Lohan turun ke arena.
"Rever !!! Apa yang kau lakukan !? Bertarung ya bertarung saja ! Kau tahu, Badai tidak ada dinding penghalang, Kau melemparkan Sihir mu begitu saja, bila mengenai Lohan dia akan benar benar menjadi abu !?"
__ADS_1
Teriak Ranga memarahi Rever.
Rever hanya diam dengan tatapan super bingung pada Ranga.
"Bukan hanya itu saja, Dia telah menggetarkan seluruh tempat ini dan membuat Retak dinding sihir yang sudah di pakai selama 100 tahun lebih"
Ucap seseorang.
...---...
Beberapa saat kemudian, Rever dan kerajaannya hanya mendapat surat peringatan, Namun Rever masih bisa melanjutkan kompetisi.
"Hampir saja terdiskualifikasi"
Gumam Rangka memijak keningnya.
Rever pun melanjtkan bertarungnya, dan dengan mudah mengalahkan semua lawan hingga akhirnya di nyatakan sebagai oemanang pertama.
Orang orang memang Shock mengetahui Rever yang menang, padahal hanya pangeran yang baru diangkat, Meski benar benar mengharumkan nama kerajaan, Kini Raxacius malah membuat orang bergidik dan menciut bila berurusan negatif dengannya.
...---...
"Mama, Tadi aku memenangkan Kompetisinya !"
Seru Rever membanggakan diri.
"Hebat hebat ! Bagaimana kau melakukan itu ? Sayang sekali mama tidak bisa ikut karena sedang sakit ya"
Tanya Raisha.
"Bukan aku yang hebat, Lawannya saja yang terlalu lemah, Aku hanya menyerang mereka pada titik lemahnya itu saja"
Jawab Rever tersenyum layaknya anak kecil.
"Aku dengar kalian mendapat surat peringatan, Apa yang terjadi ?"
Tanya Raisha melirik pada Ranga yang juga ada di sana.
__ADS_1
"Rever belum tahu seluruh aturannya, Jadi tidak sengaja saja, hanya itu"
Jawab Rangka berusaha tidak bohong namun juga tidak jujur.