
Rose mulai sakit hati terus dibentak tapi ia mengerti bahwa Rever tidak tahu apa apa.
"Terserah sebanyak apapun kau membentakku, sekarang aku harus jawab apa ?"
Batin Rose mulai panik.
"Ini hadiah, Sepertinya orang yang memberiku hadiah kalung ini pencurinya, Jika benar ini milikmu maka ambilah"
Jawab Rose mangasal dan mulai melepaskan kalung itu.
"Zhapppp"
Akhirnya Rever mendarat dengan tepat di sebuah tempat dekat dengan tempat khusus melihat pemandangan bulan itu.
"Terima kasih dan maaf merepotkan"
Ucap Rose tersenyum dan mulai berjalan menjauh entah kemana.
"Huh merepotkan.... Baiklah ! Cepat lanjutkan kerjanya"
Suruh Rever pada pelayan pelayan yang bertugas mendekor.
...3 Jam berlalu.......
Seidon sudah datang mulai menikmati pembukaan acara dengan camilan yang enak,
Zhumi juga sudah datang dan diam diam menemui Rose untuk menjaga.
"Jadi kapan kau ingin menunjukan diri ?"
Tanya Zhumi di balik pohon.
"Nanti saja menunggu waktu yang tepat, Kuharap kau ada untuk membuktikan aku Rose yang asli"
__ADS_1
Senyum Rose dan masih bersembunyi di pohon.
"Entah berapa lama kau akan seperti ini, Aku membawa kan mu jubah hangat"
Ujar Zhumi memberikan sebuah jubah buku pada Rose dan memakainya.
Lalu Zhumi pun kembali ke tempat acaranya.
"Festival bulan... Rakyat rakyat akan merayakannya di kaki bukit dan sepanjang jalanan, Sedangkan Keluarga kerajaan di sini, Aku tidak di ketahui asal usulnya"
Batin Rose masih menunggu saat yang tepat.
"Aku melihatmu menemui seseorang, tapi aku tidak peduli siapa dia ? kau punya kekasih ya ?"
Tanya Rever sedikit mengejek.
"Haha...? Bukan siapa siapa kok"
"Kau akan membunuhku jika aku bilang orang yang kutemui kekasihku"
Batin Zhumi.
Akhirnya malam mulai menjelang dan bulan mulai bersinar kembang api terus meledak kecil di langit langit bukit, semua orang beriuh senang menikmati keramaian dan warna warna lampu di malam itu.
Juga Rose menikmati semuanya, padahal sewaktu ia di kerajaan ia juga melihat Festival bulan tahun lalu namun entah kenapa tahun sekarang terasa lebih meriah.
"Rever.... Kau banyak mencari kesibukan untuk melupakan..."
Belum selesai menghabiskan kata kata Seidon tiba tiba Rever memotongnya karena tidak ingin Seidon melanjutkan.
"Aku sedang berusaha melupakannya, Aku sudah bicara padamu kan, Jika Rose mati di sini maka Roh nya akan ke dunia asalnya, sedangkan dunia asalnya tidak di ketahui, karena waktu hanya kebetulan aku masuk"
Ucap Rever namun kata katanya sedikit di sihir bagian ia menjelaskan Sesuatu tentang Rose agar tidak ada yang mendengarnya.
__ADS_1
"Waaah Ramai sekali"
Ucap seorang wanita tak asing yang ternyata adalah Silvia yang datang dengan tunangannya yaitu Rosyid menggunakan sebuah gaun bukan layaknya Baron miskin lagi.
"Kau memecahkan kasus Silvia yang merupakan anaknya Count Vilieness, Sekarang dia bahagia, kenapa tidak dari dulu ?"
Bisik Seidon bertanya.
"Dulu aku sibuk"
Jawab Rever tenang, orang yang mengetahui bahwa Reverlah yang memecahkan kasus Silvia hanya seidon, Dan menjalan semuanya dengan taktik.
"Mas... Rever~"
Panggil Ishani dari belakang yang sudah mengubah bajunya dari tadi sore.
"Kemana baju soremu ?"
Tanya Rever.
"Kotor gara gara obat merah(darah)"
Senyum Ishani menjawab, Karena yang boleh tahu kehebatan Rever hanya Ishani, Zhumi dan Seidon.
Akhirnya malam terus berjalan sampai tiba lah jam 10, Dimana Semua orang mulai menarik jubah dan memakan camilan yang ada, Kini hanya Rever seorang diri yang masih berdiri melihat pemandangan dari gunung itu, sedangkan semua orang sudah mulai bosan dan mulai duduk di tempat yang lumayan jauh dari Rever, Termasuk Zhumi juga duduk di sebuah tirai yang letaknya jauh juga namun masih bisa melihat keadaan Rever.
Semakin malam Rasanya semakin Ramai, Entah kenapa sepertinya orang orang malam ini enggan untuk tidur.
"Dingin............... Apa sekarang saja ya ?"
Batin Rose sebenarnya masih belum siap menunjukan dirinya tapi tubuhnya benar benar tidak kuat jika waktu terus lebih malam lagi.
Karena orang paling dekat dengan Rose adalah Rever, maka Rose mulai berjalan pelan ke arah Rever dengan tubuh yang menggigil.
__ADS_1