
Rever beserta Rombongan Kerajaan nya langsung melewati Portal agar langsung bisa sampai ke Tujuan.
"Bagus Sekali Rose tidak datang, Setidaknya aku bisa bertarung dengan tenang"
Batin Rever sambil berjalan menuju bangku Peserta.
"Kalau aku mendapatkan Juara, Libur 1 Bulan kan ?"
Tanya Rever pada Ranga.
"Kalau kau bisa mendapatkan Juara 1, Kalau tidak, tidak usah berharap"
Senyum Ranga.
"Anak ini, teruslah mengkhayal, Angga saja yang levelnya sudah hampir ke tingkat tinggi hanya mendapatkan Juara 3"
Batin Ranga benar benar kasihan pada Rever.
"Baik"
Ucap Rever.
Sementara Di Tempat Lain.
Terlihat Kereta Kuda Cepat sedang menuju Tempat pertandingan yang tidak lain adalah kereta kuda Seidon.
"Putri, Anda bilang tidak akan datang"
tanya Ishani terheran heran.
"Aku ingin menunjukan kejutan pada Rever, Ini adalah pertarungan pertama Rever mewakili Raxacius, Aku penasaran hasil latihannya"
Jawab Rose tidak sabar.
Di dalam Arena.
"Kau akan melawan 10 Orang pangeran dari 10 Kerajaan terhebat, Mereka tahu kau baru di angkat menjadi Pangeran, Jadi sebaiknya--"
Jelas Ranga, Namun tiba tiba kata katanya terhenti karena Rever memotong.
"Aku akan melakukan agar aku bisa berlibur, Tenang saja"
Ucap Rever terlalu santai di mata Ranga.
"Kau akan bertarung melawan pangeran yang Level Raiornya hampir ke Tingkat Tinggi!!!!!"
Teriak Ranga kesal, Untung saja mereka ada di Ruangan tertutup mempersiapkan segalanya.
"Akhhh... Baiklah yang mulia, Kita lihat bagaimana aku memenangkan Juara ini dengan Gaya"
Senyum Rever sedikit membungkuk agar kakeknya tidak teriak teriak, Dan untung saja Ranga kembali tenang dan pasrah pasrah saja.
Di arena...
__ADS_1
"Rever kau mendapat Urutan ke 7, Jadi kau tinggal bertarung 3 kali untuk memenangkan"
Ucap Ranga.
"Kok bisa ?"
Tanya Rever.
"Karena Angga dulu memenangkan Juara 3, Pangeran pangeran yang lain juga mendapatkan Urutan yang berkaitan dengan tahun kemarin"
Jawab Rangka kemudian pergi untuk duduk di tempat penonton Khusus.
"Jadi aku hanya bertarung 3 kali, Kalau aku menang aku akan bertarung dengan Pangeran yang menang Juara 2 tahun kemarin, Dan kalau memang lagi akan bertarung dengan pangeran Juara 1 tahun kemarin"
Batin Rever yang bersikap santai.
Sementara di bangku penonton...
"Gawat, Sepertinya Tuan berpikir Rose tidak datang, Aku ingat Tuan tidak mau Rose tahu kekuatan aslinya, Setidaknya aku harus menyampaikan Informasi ini"
Batin Ishani khawatir, Langsung saja berpura pura Izin ke toilet pada Rose dan langsung pergi ke Ruangan Rever.
"Siapa anda ? Orang tidak berkepentingan tidak boleh masuk!"
Teriak Prajurit yang menjaga Ruangan Rever.
"Minggir ! Aku ada Urusan !"
Mendengar Suara Ishani, Rever langsung ke Luar Ruangan untuk menanyainya.
"Ishani ? Ada apa ?"
Tanya Rever baru keluar dari Ruangan itu dan nampak sibuk sesuatu.
"Tuan, Aku cuma ingin--"
Belum sempat menjelaskan Kata katanya Tiba tiba Rever di panggil untuk segera ke Arena.
"Ishani, Seharusnya kau di Raisty saja menjaga Rose, Kenapa ke sini ?"
Tanya Rever.
"Tuan, Rose a--"
Lagi lagi Kata kata Ishani terpotong.
"Aku harus bergegas, Nanti saja ya, Sudah waktunya aku melawan Mereka"
Ucap Rever segera meninggalkan Ishani.
Ishani hanya Diam dan memutuskan kembali saja...
...---...
__ADS_1
Di arena...
Rever hanya berjalan dengan normal untuk menghadap lawannya yang bernama Pangeran Nolan,
"Pangeran baru 1 bulan yang lalu ya ? Aku dengar Level Raiornya rendah"
Batinnya mulai menyiapkan Tubuh Mode Sihir, karena ia yakin Rever tidak akan memakai Mode Sihir karena Level Raiornya.
Namun tentu saja Rever yang tahu dirinya memiliki Tubuh Mode Sihir yang kuat, langsung mengaktifkan nya dan keluarlah Cahaya seperti Api yang melahap tubuh Rever dengan warna Hijau.
Kepekatan Cahayanya Rever atur Sedang saja agar tidak mempermalukan Raxacius.
"Anak itu !? Selama ini dia berlatih sendiri meningkatkan Raiornya ya ? Tapi tetap saja lawannya juga kuat"
Batin Ranga yang melihat Rever malah memakai Mode Sihir.
Lohan, Lawan Rever yang kurang suka melihat Kepercayaan diri Rever langsung mengeluarkan Jurus Pedang Tangan, Yaitu Jurus yang di pakai Rever untuk membuat salah satu saudaranya Koma sampai saat ini.
Ranga sedikit Lega juga karena ia tahu Rever setidaknya bisa bertahan.
Tapi berbeda dengan Rose yang melihatnya< Ia sedikit khawatir karena belum tahu kekuatan Rever.
Rever langsung memasang Jurus Batu Emas Yang terkenal lebih Rendah dari Pedang tangan.
Langsung saja dengan tidak sabaran Lohan menebaskan Pedang tangannya, Semua orang pikir Rever akan menangkis dengan Batu Emas, Namun ia malah menggunakannya untuk memukul Lohan sebelum Serangan Lohan mengenainya.
"Brukkkk"
Lohan terjatuh setelah terlempar dengan Jurus Batu Emas.
"Sihir saja yang hebat, Tapi tubuh begitu lamban, Mau ku ajari ?"
Tanya Rever dengan Senyum jahatnya.
"Ra..Raxacius benar benar hebat, bisa membuat Rever sehebat ini...ya ?"
Tanya Rose pada dirinya tergagap gagap.
"Tuan masih belum sadar keberaan Rose, Semoga hati ini lancar lancar saja"
Batin Ishani dari tadi khawatir.
Tidak terima dengan penghinaan ini, Lohan langsung mengeluarkan Jurus Kipas Baja, Dan mulai menyerang Rever lagi.
Rever meloncat dengan tinggi untuk menghindarinya, Dan kemudian memukul Lohan di kepala bagian atas saat Rever mulai turun dari loncatnya.
Beberapa saat Lohan sempoyongan, Rever menatap Tangan untuk memamerkan Kelincahannya dan bersiap meminta Libur, Tapi yang ia lihat malah Rose yang duduk tidak jauh Dari Ranga, langsung saja Rever lemas dan Ragu melanjutkan pertandingan.
Meski sadar Lohan akan menyerang dari belakang setelah ia pusing, Rever malah membiarkan itu dan hanya menghindar sedikit, Membuat Wajah Rever terpukul Keras dan Terpental sampai di dinding Arena, Semua orang bersorak begitu pun dengan Ranga yang Kaget juga Rose.
Rever teringat pada sikapnya yang sedikit Sadis pada Rose, Tapi Rose saat itu malah menangis, Rever pun ragu untuk bersikap Badas lagi.
Namun Ishani yang peka Rever langsung melemah karena Rose langsung mencari Cara mengeluarkan Rose dari tempat pertandingan.
__ADS_1