
"semua keluargaku rupawan ! bagaimana denganku ? aku penasaran dengan wajahku ! di novel tertulis rambut rose pirang bergelombang ! tapi aku tidak tahu warna matanya dan bentuk wajahnya !"
gerutu hati rose.
"ah tentu saja ! aku baru beberapa hari sejak dilahirkan ! mungkin harus menunggu beberapa Minggu agar bisa bercermin ketika di dandani ! bukankah aku putri !?"
tenang hati rose.
"tapi... kalau sampai sekarang aku masih berada di sini... apa mungkin aku bisa kembali ke dunia asalku ? ada dua hal yang mungkin terjadi jika aku tidak kembali ! yang pertama mungkin aku akan mati oleh rever suatu hari nanti, karena cinta dan kejahatan ku dan di dorong oleh di tinggalkannya kakakku seidon ! dan kemungkinan ke dua aku bisa saja hidup enak di sini ! aku seorang putri ! bila aku bisa bersikap baik kemungkinan aku mati di bunuh rever akan sangat kecil, meski pada akhirnya semua manusia akan mati, tapi aku ingin hidup lebih lama!"
semangat hati rose.
39 hari kemudian...
"di sini ada tradisi jika bayi berusia 40 hari maka akan di rayakan pesta ! sekarang aku pasti akan di dandani dan melihat wajahku"
semangat rose.
30 menit kemudian...
di acara pesta...
"ternyata aku tidak di dandani ! hanya di beri baju ! aku tidak membutuhkan cermin ! huh "
kesal rose.
"wahh bayi ini lucu sekali"
cubit pipi Duke qilies.
"terima kasih atas pujiannya tuan Duke, putra anda juga sangat imut"
ucap seidon.
"terima kasih, putra saya Rosyid masih berusia 3 tahun, saya harap ia bisa berteman dengan putri rose"
senyum Duke qilies.
"Rosyid qilies. ? kalau tidak salah rose pernah bilang menyukai Rosyid untuk mengalihkan pembicaraan dengan rever, woahhh balita ini imut sekali "
__ADS_1
luluh rose dalam hati.
"kyaa... Kya..."
panggil rose.
"sepertinya putri rose menyukai rosyid haha"
tawa kecil duka qilies.
semua menjalankan acara dengan lancar.
semua juga memberi selamat dan aku hanya bisa tersenyum dan berbicara seperti bayi.
1 tahun berlalu...
akhirnya aku bisa menatap cermin,
aku kaget dengan wajahku sendiri,
aku memiliki rambut yang masih pendek dan mataku berwarna merah,
5 tahun kemudian...
"akhirnya aku berusia 6 tahun, aku rindu membaca novel novel seperti di dunia asalku... berbicara dunia asalku, sepertinya aku benar benar tidak bisa kembali, ha.. aku sudah berpikir akan menikmati hidup ini tanpa menjadi jahat !"
semangat hati rose.
"rose, sepertinya kau memikirkan sesuatu"
tanya seidon.
"kakak, aku ingin mendengar cerita novel, tolong bacakan untukku"
pinta rose.
"karena aksara di zaman ini berbeda dengan di dunia asalku, aku jadi tidak mengerti"
jelas hati rose.
__ADS_1
"biasanya anak anak suka buku dongeng yang ada gambarnya, kau yakin mau baca novel ?"
tanya seidon khawatir.
"tentu saja ! cepat bacakan ! aku tidak seperti anak ingusan kakak ! apa kakak ragu ?"
semangat rose.
"bukan itu maksudku... masalahnya novel novel selalu membicarakan hal hal yang masih di atas umurmu"
ragu hati seidon.
"baiklah aku akan bacakan novel berjudul pantai terluas dan terbiru"
jelas seidon.
tiba tiba rose shock.
"apa !? bukannya itu novel yang pernah seidon bacakan, lalu seidon berjanji pada rose, bertahun tahun berlalu seidon belum menepati janji itu, dan hubungan mereka pun kacau"
pikir hati rose.
"kakak, sebaiknya baca novel lain saja *novel ini berbahaya bagi hubungan kita* "
pinta rose.
"kenapa ? cerita novel ini bagus, kenapa harus cerita yang lain ? *novel lain mengandung konten remaja, kau tidak boleh membacanya !* novel ini saja ya"
bujuk seidon.
"nanti aku akan membawamu ke pantai terluas dan terbaru se kerajaan raisty !"
janji seidon.
"hah ?!"
shock rose mengkhawatirkan masa depan.
"tapi rose... novel yang lain..."
__ADS_1
khawatir seidon.