
di depan pintu ruang kerja seidon...
"yang mulia, kami pulang dan sepertinya terjadi sesuatu"
lapor she.
"ada apa ?"
tanya seidon yang masih sibuk mengerjakan berkas.
"tuan putri tadi terbawa kerumunan dan jatuh ke danau, dan anak ini yang telah menyelamatkan putri"
jelas she.
"apa ? bagaimana bisa rose jatuh ke danau ? kalian melakukan apa di sana ?"
marah seidon.
"dan kau, aku berterima kasih karena telah menyelamatkan rose, adakah yang bisa ku berikan ?"
tanya seidon yang ekspresinya langsung berubah menjadi lembut.
"saya sangat berterima kasih dan bila anda izinkan saya ingin menjadi teman putri"
jelas rever.
"hei ! kau tahu siapa yang kau sebut ? bagaimana bisa kau selancang ini ?"
tanya she.
"ah aku bisa menerima kok, lagi pula di istana sebesar ini aku tidak punya teman seumuran"
jelas rose.
"benar juga, padahal rencananya rose akan berteman dengan rosyd qilies, tapi karena katanya Rosyid terkena kecelakaan yang membuat wajahnya hancur, jadi dia sedikit malu untuk berteman, di tambah aku juga semakin sibuk, sepertinya pilihan bagus kalau anak ini menjadi teman rose"
jelas seidon.
"terima kasih"
ucap anak itu.
__ADS_1
"oh iya, siapa namamu ?"
tanya seidon.
"eh aku baru sadar kalau aku belum tau namanya"
gumam hati rose.
"nama saya rever Raxa"
senyum anak itu yang ternyata adalah rever.
"degh"
tiba tiba rose tersentak mendengar pernyataan rever.
"apa ? di novel dia yang akan membunuhku nanti kan....?...... euh tapi sudah terlanjur dia akan benar benar kecewa dan sedih jika aku membuangnya, di tambah kalau aku jadi anak baik aku tidak akan dibunuhnya kan ?"
takut hati rose.
"saya rever Raxa ! akan mendampingi putri dan melindunginya dengan nyawa ini ! dan saya tidak akan ingkar !"
"dia...serius ? aku aga ragu karena di novel aslinya ia akan membunuhku, tapi melihat tatapan mata dan auranya membuat orang lain kehilangan kata untuk menyangkalnya"
gumam hati rose.
"tapi aku senang mendengar itu, aku jadi sedikit lega, di tambah aku baru tau rever memiliki nama keluarga yaitu raxa,"
senang hati rose.
"pangeran, maaf lancang tapi bukankah tidak masuk akal bila rever yang tidak memiliki jabatan bisa dekat dengan putri, akan timbul banyak pertanyaan merepotkan"
tanya she.
"hmm benar juga"
gumam seidon.
"bagaimana kalau aku memberinya marga pria kehormatan kerjaan raisty ?"
usul rose.
__ADS_1
"benar juga, baiklah aku akan mengkonfirmasi dan mencantumkan nama rose sebagai orang yang memberikan gelar ini, dan aku butuh tanda tangannya, karena kata she dia seorang pengemis mungkin dia tidak tahu cara menulis atau tanda tangan, kalian semua keluarlah dulu"
suruh seidon.
lalu semua orang keluar dan tinggal seidon dan rever yang ada di ruangan itu.
"baiklah nak..."
kata kata seidon terpotong.
"ha... merepotkan !"
kesal rever yang langsung duduk di sofa dengan santai.
"kita bertemu lagi ya seidon ?"
senyum rever.
.........
di kamar rose.
"Mei, dimana kamar rever ?"
tanya rose.
"saya kurang tahu, tidak terduga ya anak itu akan tinggal di sini?"
tanya Mei.
"benar, tiba tiba aku sudah punya teman untuk bermain, tapi aku takut tidak akrab dengannya, karena tadi dia mengeluarkan aura yang kuat, kalau dia orangnya dingin atau keras aku takut untuk bermain dengannya"
keluh rose.
"kenapa anda takut ? dia hanya seorang pengemis yang di beri gelar 'pria terhormat' itupun oleh anda, sungguh tidak tahu diri sekali dia bila menakuti anda"
jelas Mei agar rose tenang.
*di tempat rever*
"kenapa kupingku panas ? ada yang membicarakan ku ya ?"
__ADS_1