
Malamnya, ketika Rose sudah tertidur lelap dengan posisi duduk dan bersandar di kasur Rever, Tiba tiba Rever bangun dengan Ishani.
"Tuan, Siapa yang telah membuatmu begini ?"
Tanya Ishani sambil memandang jendela dan melihat gerbang Best Study.
"Sekelompok itu bukan kelompok biasa, mereka adalah orang orang yang sudah berumur dan memiliki level Raior yang tinggi, Aku tidak bisa membunuh mereka karena mereka telah menghisap seluruh energiku, kabur dari mereka sudah termasuk keberuntungan"
Jelas Rever yang mengingat kejadian tadi.
"Kira kira siapa musuh terkuan yang anda punya ?"
Tanya Ishani.
"Kelompok itu bukan musuh, Mereka menginginkanku pulang"
Ujar Rever.
"Apa maksudnya ?"
Tanya Ishani.
"Aku belum pernah mengatakan ini pada manusia manapun, tapi aku adalah cucu dari Raja Ranga Kerajaan Raxacius, Anak dari raja Ranga yaitu ayahku telah di bunuh bersama ibuku, sedangkan aku terlempar dan menghilang saat kecil, Jadi dia menginginkanku kembali"
Ujar Rever yang mengingat ngingat lebih dalam.
"Jika anda hilang saat kecil, kenapa masih ingat ?"
Tanya Ishani menyadari keanehan.
"Itu sebenarnya karena saat kedunia ini, aku bangun menjadi bayi sedangkan jiwaku kan sudah tua, Aku melihat musuh dari kakekku membunuh ayah dan ibuku lalu mengincarku, mereka mati tapi aku hilang, Sekarang kerajaan Raxacius masih di pimpin kakekku yang umurnya sudah 100 lebih, Ia tidak mau mengangkat raja dari anak selir, makanya sekarang hanya aku satu satunya keturunan langsung dari permaisuri Raxacius"
__ADS_1
Batin Rever mengingat ngingat kejadian belasan tahun lalu.
"Intinya aku tahu, Tapi aku tidak mau kembali"
Ujar Rever.
"Raxacius bukan kerajaan besar namun memiliki sihir terbaik di seluruh dunia, Disanalh sumber energi terbesar, Karena itu aku sedikit tahu informasi tentang kerajaan itu, Dan alasan anda bisa mendapat energi 10× lipat juga bukanlah hal yang aneh, kenapa tidak kembali saja ?"
Tanya Ishani.
"Tentu saja aku masih punya urusan dengan Rose, Kau ini bagaimana ? Aku tidak punya waktu mengurus kerajaan, Saat ini akulah satu satunya keturunan asli permaisuri, Raja Ranga pasti tidak Sudi mengangkat anak selir, padahal sebentar lagi juga akan mati"
Gumam Rever yang mengelus rambut Rose yang tertidur.
"Haha, Benar, Aku juga mendengar Kerajaan Raxacius raja rajanya memiliki 1 permaisuri dan puluhan selir, tapi yang diangkat menjadi raja harus dari permaisuri, benar benar maslaah besar, kakek anda pasti tidak akan menyerah begitu saja, Ini bisa membahayakan Rose juga kan?"
Ujar Ishani memperingati Rever untuk tidak gegabah.
"Kalo diingat ingat Raja Ranga masih berlevel Raior 15, bukan tandingaklnku yang berlevel 16 kan"
"AHAHAHAHAHAHAH!!!! Benarkah ?"
Tawa Kencang Ishani yang hampir membangunkan Rose.
"Ssht"
Desus Rever mempringati Ishani untuk tidak berisik.
"Benar juga, Meski aku kuat melawan Raja Ranga itu, Tapi dia pasti membuat taktik untuk mendekati Rose setelah tahu dia kelemahan ku, Ishani kau sekarang harus lebih siaga"
Suruh Rever dengan serius.
__ADS_1
"Saya memang kuat, Tapi jujur Saya bodoh, Namun siapa yang bisa mengalahkan siluman legendaris ini ?"
Senyum Ishani membanggakan dirinya.
"Bodoh tetaplah bodoh"
Pikir Rever yang tidak berniat mengatakannya langsung, Karena dipikirkan nya benar benar Khawatir keselamatan Rose.
Keesekan harinya...
"Rever Aku pikir kau belum makan, jadi aku memasa...."
Ujar Charna yang datang tiba tiba lalu langsung membuka pintu kamar Rever dan tidak bisa melanjutkan kata katanya karena kaget melihat Rose yang sudah datang duluan sambil menyuapi Rever.
Tentulah ini bukanlah hal yang istimewa bagi Rose dan Rever, Karena saat di kerajaan Raisty pun kedekatan Rose dengan Rever memang sulit di sebut hanya sebatas teman.
Namun Charna yang melihatnya benar benar tertekan, hancur dan kecewa, Namun dirinya sudah terlanjur masuk kamar Rever akan sangat memalukan jika langsung kembali.
"Putri Charna Ada apa datang kemari ?"
Senyum Ishani yang membuat Charna kesal padanya.
Namun masih saja Rever tidak melirik sedikit pun pada Charna.
"Rever... Aku memasak makanan tadi untukmu, Aku sudah lelah memasaknya maukah kau mencicipi sedikit ?"
Tanya Charna dengan lembut dan imut.
"Kenapa Repot repot, di sini ada Rose menjagaku kau tidak perlu memasak kok"
Senyum Rever dengan polos.
__ADS_1
"Putri Charna sudah lelah memasaknya, aku ingin ke kamarku dulu ya"
Pamit Rose yang membawakan piring bekas Rever, Saat Rose melewati Charna, Charna benar benar tidak tahu harus bersikap apa, Charna membenci Rose tapi bila diingat kembali, Rose belum pernah bersikap buruk pada Charna.