ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chapter 4 ( festival musim panen di pasar)


__ADS_3

"huh, kakak jangan berjanji jika tidak akan di tepati"


tegas rose.


"eh ? ba.. baik"


tekad seidon.


"pangeran, jam ini anda kan harus belajar mengurus bisnis dan kerajaan, Duke qilies sudah menunggu"


suruh she he (tangan kanan seidon).


"apa ? bukankah ini hari Minggu ?"


tanya seidon.


"benar, tapi tidak ada yang bilang hari Minggu anda libur"


jelas she he.


"baiklah, katakan pada Duke, 'aku akan segera ke sana'"


suruh seidon.


"baik pangeran"


turut she he.


"jadi ini salah satu hal yang membuat kakak lupa janjinya pada rose yang asli ya"


pikir rose.


seidon yang merasa rose menatapnya sambil melamun merasa bersalah.


"rose, aku akan segera kembali. kamu baca novel... eh ! jangan novel ! baca dongeng saja ! biar Mei song yang membacakannya"


suruh seidon.


"tidak perlu, aku jadi tidak ingin membaca cerita apa pun"


jelas rose sambil tersenyum.


seidon berpikir rose sangat sedih karena seidon meninggalkannya.


"rose, jangan sedih. aku akan mengajakmu ke luar istana nanti, agar kau tidak bosan di sini terus, kita akan menyamar agar tidak membahayakan ya"


bujuk seidon.


"benarkah ? kalau begitu aku akan sangat menantinya"


senyum rose.


rose pun pergi ke kamarnya.


"istana ini luas juga sih, tapi aku ingin ke luar, aku juga ingin segera belajar sesuatu di sini, tinggal di dunia novel ini juga tidak buruk, aku tidak akan hidup susah lagi atau pun di tindas


kan ?"


pikir rose yang melangkah ke kamarnya.


"Mei song, kau sedang apa ?"

__ADS_1


tanya rose.


"saya sedang tidak apa apa, kenapa ?"


tanya balik Mei song.


"apa Mei bisa mengajariku membaca dan menulis ?"


tanya rose.


"baik ! padahal Minggu depan akan datang guru ke sini untuk mengajari anda"


senyum Mei song.


"benarkah ? kenapa aku baru tahu ?"


tanya rose.


"benar, tapi bagaimana sekarang ? Anda masih mau belajar tidak ?"


tanya Mei song.


"tolong ajari aku ! agar saat guru itu datang aku bisa terlihat hebat !"


semangat rose.


"baiklah"


senyum Mei song.


lalu Mei song pun mengajari sedikit sedikit tentang kata.


"ah~ aku mengantuk"


"padahal sedikit lagi anda bisa, tapi anda juga boleh langsung tidur"


jelas Mei song.


"tidak, ayo lanjut aku kuat kok"


semangat rose yang masih terlihat lemas.


namun karena tidak kuat rose tertidur, Mei song yang melihatnya langsung menidurkan rose di kasur dan menutupinya dengan selimut.


keesokan harinya...


"kakak, kakak janji mau mengajakku pergi keluar istana diam diam"


ajak rose.


"ah, bagaimana ini, aku sibuk sekali sekarang..."


ragu seidon yang merasa bersalah.


"kalau begitu aku pergi dengan siapa saja, tanpa kakak juga tak apa"


jelas rose.


"baiklah, Mei song ! she he ! tolong temani rose pergi ke luar istana diam diam"


suruh seidon.

__ADS_1


"baik pangeran"


jawab Mei dan she.


di luar istana...


"kita mau kemana ?"


tanya rose yang memakai tudung bersama Mei dan she.


"biasanya tempat sosial adalah pasar, di sana akan banyak jajanan dan hiburan"


ajak Mei.


"pasar ? kalau di duniaku itu tempat jualbeli, apa berbeda ?"


tanya hati rose.


"pasar itu tempat untuk apa ?"


tanya rose memastikan.


"biasanya tempat jualbeli tapi sekarang sedang ada festival musim panen jadi akan sangat ramai"


jelas she he.


di festival...


"banyak sekali orang orangnya, ada orang menari juga"


gumam rose.


"sebentar lagi ada parade"


siap siap Mei.


"parade ?"


tanya rose.


"itu dia"


tunjuk she he.


parade mulai menyusuri jalan dengan suara yang keras dan serempak.


rose yang penasaran ingin maju sedikit untuk melihat lebih dekat.


tapi sayang pas di tempat rose parade itu menyebar dengan tariannya,


keberadaan rose mulai samar sama terbawa parade yang diikuti banyak orang.


"rose !"


terusan Mei ingin meraih tangan rose yang terbawa parade.


"she he ! rose kamana ?!"


terima Mei song.


"bukankah tadi bersamamu ?"

__ADS_1


tanya she he yang mulai panik.


__ADS_2