
"Hum ?"
Tanya Ishani bingung namun tetap tersenyum.
"Ishani, Aku juga butuh belajar, Harus ke Best Study juga"
Ucap Rose.
"Apa ?! Rose, Kau tahukan Di Raxaciys juga ada Best Study, Kau bisa pindah saja ke sini"
Ajar Rever.
"Terlalu merepotkan kakekmu dan kakakku"
Jawab Rose.
"Kau tidak usah khawatir dengan kakekku"?
Ucap Rever lagi.
"Bagaimana dengan kakakku ?"
Tanya Rose.
"Dia juga tidak keberatan, Ingatlah Saat kau ke Best Study yang dulu, orang orang selalu menindasmu"
Jawab Rever berusaha.
"Bagaimana kalau di Best Study Raxacius juga terjadi?"
Senyum Rose lagi.
"Ishani yang mengurusnya"
Jawab Rever mengalihkan tanggung jawab pada Ishani.
"Oke"
Jawab Ishani singkat.
Tapi tetap saja, Seberat apa pun Rever berusaha, Rose menolak karena alasannya sendiri, Akhirnya Seidon datang menjemput Rose untuk kembali ke Raisty.
"Saya benar benar berterima kasih telah meminjamkan portal besar ini"
Hormat Seidon.
Akhirnya Rose pulang ke Raisty dan menjalani kehidupan barunya.
Begitu pun dengan Rever...
__ADS_1
"Ini adalah Buku Tanggung Jawab Seorang Raja Bagian 1, Kau harus mempelajarinya"
Ucap Seorang Guru yang umurnya sudah berumur memberikan Rever yang sedang menulis sebuah buku yang amat tebal.
"Tugas ku bahkan belum selesai..."
Ucap Rever membuat Raut wajah memelasnya, agar Guru itu kasihan.
Namun guru itu pernah ia jebak kemarin dengan raut wajahnya juga, Jadi ia memaksakan dirinya untuk tidak menatap Rever agar tidak merasa kasihan lagi.
"Ada 1200 Halaman, Cepat Baca sekarang, Lusa nanti akan aku tes"
Ucap Guru itu lalu meninggalkan Rever.
"Menyebalkan, Kenapa lagi aku harus mengikuti perintah si tua itu ? Eh iyaya, Kenapa aku harus menurutinya ? Apa yang terjadi kalau aku tidak menurutinya ya ?"
Batin Rever bertanya sambil menatap Buku tebal yang di berikan gurunya.
"Guru ini juga, Kenapa dia sok pintar di hadapanku, Memang sih masalah Sihir atau kekuatan sepertinya aku yang paling tahu, Tapi di masa lalu aku belum pernah sekalipun menyentuh buku tentang menjadi Raja!"
Geram Rever dalam batinnya.
"Guru, Apa yang akan terjadi kalau aku tidak belajar ?"
"Kau akan menjadi Raja yang buruk dan menghancurkan Negara"
"Tidak bisa, Kamu adalah satu satunya keturunan asli Raxacius"
"Aku masih tidak mau, Bagaimana ?"
Tanya Rever sekarang menegaskan.
"Anda tanya saja pada yang mulia Raja Ranga"
Ucap Guru itu.
Akhirnya saat waktu Istirahat Rever ke ruangan kakeknya untuk bertanya hal serupa.
"Kau tidak mau menjadi Raja karena Wanita itu atau bagaimana ? Ingin hidup Sederhana ? Itu hal yang tidak akan terjadi pada siapa pun"
Jawab Ranga setelah mendengar pertanyaan Rever.
"Jangan terlalu memandang Rendah diriku,Kuakui masalah kepemimpinan aku kalah, Tapi di Medan perang, Tidak akan ada yang bisa mengalahkan ku"
Ucap Rever bangga.
"Level Raior rendah, Hanya modal percaya diri"
Batin Ranga.
__ADS_1
"Rever... Kau harus menjadi Raja menggantikan ayahmu, Maka dari itu ayo brlajar jadi Raja yang baik"
Ucap Lembut Raisha yang tiba tiba datang menaiki kursi Rose.
"Mama... Aku tidak pernah tahu, Tidak ada sedetik pun bisa istirahat'..."
Keluh Tever dengan wajah menyedihkannya.
"Kau sudah dewasa, Karena waktunya mepet, Jadi harus belajar dengan sangat giat"
Jawab Raisha mengelus Rambut Rever.
.........
"Kalau bukan karena permintaan Mama, Kau benar benar tidak akan belajar, Huh ! Benar benar menjengkelkan ! *Tapi tidak bisa melepaskan kasih sayang pada ibu kandung*"
Batin Rever terpaksa membaca buku tebak yang di berikan gurunya.
Sudah Jam 1 malam, Rever masih membaca bukunya, Karena sudah terbiasa tidak tidur saat menjaga Rose, Ia sekarang sudah membaca 1059 Halaman.
"guru memberiku waktu 2 Hari, Kalau hari ini selesai tugasnya, Maka aku punya 1 Hari bebas"
Batin Rever terus membaca dan mengingat setiap pelajaran dari buku itu.
Trak..."
Sebuah Suara kecil terdengar, Namun Rever yang memiliki Insting Perang itu tentu saja bisa tahu ada siapa di Belakang.
Ia melihat sebuah pantulan dari Tiang Besi ruang belajar nya, Dan terlihat 3 Orang kelompok Yang mengendap endap mengarah padanya.
Namun untuk apa juga Rever khawatir karena ia bisa saja memusnahkan mereka, Rever sengaja diam dan menerima Rencana Mereka agar tahu Motif dan siapa yang merencanakan ini.
Zhap..."
Seorang berbaju hitam itu menutup mulut Rever dengan kain yang telah di beri obat, Rever langsung menahan nafas dan berpura pura pingsan, Setelah beberapa saat ia di bawa oleh 3 orang itu dengan Profesional.
"Ternyata benar hanya pangeran level Raior Rendah"
Ucap salah satu kelompok itu,
Lalu mengurung Rever di sebuah Kereta kuda besi setelah mengikatnya.
Akhirnya mereka meninggalkan Rever di ruang itu dan mulai Mengendarai Kereta kudanya.
"Di culik ? Eh beneran ?!"
Batin Rever yang sadar dan mulai bangun.
Tiba tiba Rever tersenyum dengan lebar dan matanya berbinar binar di malam itu, Terlihat sekali dari raut wajah itu ia benar benar sangat bahagia.
__ADS_1