
"best study benar benar besar..."
binar Silvia.
"rose ? kenapa melamun ?"
tanya Rosyid yang dari tadi memperhatikan rose.
"ah tidak... tempat ini bagus ya ?"
gugup rose.
"sebenarnya aku kepikiran kata kata terakhir yang kakak ucapkan..."
batin rose.
...*sebelum pergi menuju best study*...
"rose.."
panggil seidon yang ingin membisikan sesuatu.
"ya ?"
tanya rose yang menuju seidon.
"karena usiamu sudah dewasa... di best study selain belajar... carilah pasangan yang cocok di sana"
bisik seidon.
"a...apa ?"
kaget rose dengan wajah memerah.
...*kembali ke saat sekarang*...
"kakak menyuruhku mencari pasangan ? normal sih begitu, karena aku hanya seorang putri, setelah menikah marga itu mungkin tidak terbawa..."
batin rose.
"ta..tapi siapa ?!"
panik rose dalam hati.
"permisi ?"
suara misterius seseorang memanggil rose dari belakang.
"eh ? Anda memanggilku ?"
tanya rose berbalik menatap orang misterius itu.
"anu... jepit rambut anda jatuh, sepertinya ini lambang kerajaan anda, dan tentu berharga, jadi saya ingin memberikannya"
jelas orang itu yang menyampaikan maksudnya.
"...iya ! terima kasih ! *jepitan pemberian kakak*"
ucap rose yang langsung ingin meraih jepitan itu.
namun belum rose menyentuhnya orang misterius itu mengangkat tangannya sehingga rose tidak bisa menggapainya.
__ADS_1
"eh ?"
kaget rose.
"kalau mau, berusahalah!"
senyum pria misterius itu.
"ma...maaf ! tolong berikan !"
pinta rose yang masih berusaha menggapainya .
"siapa sih pria ini ? sok akrab sekali !"
kesal batin rose.
namun pria misterius itu tetap tidak mau memberikan jepit rambut rose.
"itu... pemberian kakakku ! cepat berikan !"
pinta rose yang makin berusaha menggapainya, namun tetap saja, pria misterius itu lebih tinggi dan tidak mau memberikannya.
"syuuut!!!"
tiba tiba tangan rever datang dan langsung merebut jepit rambut rose dari tangan pria asing itu.
"ini jepit rambut rose !"
ujar rever yang langsung memberikan jepit rambut itu pada rose.
"mustahil ! padahal aku sudah memegang jepit rambut itu dengan kuat, aku sudah yakin akan ada orang yang membantu wanita kecil ini mengambilnya, tapi mana mungkin orang bodoh ini bisa mengambilnya secepat angin dengan mudah... tidak ! ini tidak sesederhana itu, yang tadi itu apa ?"
tanya batin orang misterius itu.
xixi zhumi, jika ada masalah bisa tanya aku"
ucap pria misterius itu yang tidak lain adalah zhumi.
"tidak apa apa, dan teruma kasih, aku rose de alger raisty,"
ucap rose memperkenalkan diri.
"dan... kalau boleh tau, siapa pria ini ?"
tanya zhumi pada rever yang penasaran karna meski wajahnya polos namun kekuatannya bukan main main.
"aku rever"
singkat rever.
lalu tiba tiba terdengar seseorang berlari ke arah mereka.
seorang wanita yang umurnya sama dengan zhumi dan wajah mereka juga sangat mirip.
"hah... hah... maaf... zhumi pasti menyusahkan kalian..."
ucap wanita itu dengan nafas berat.
"tidak apa apa ko..."
ucap rose.
__ADS_1
"benar, zhumi menyusahkan"
ucap rever jujur.
"!? kalau begitu aku minta maaf, dan perkenalkan aku zhuma saudara kembar zhumi ! maafkan saudara ku yang tengil ini ya"
pinta zhuma.
"iya..."
jawab rose.
lalu setelah itu rose dan rombongannya pun pergi ke sebuah asrama untuk mereka tinggali..
"akan ada pesta dansa malam ini untum menyambut para rombongan yang baru datang ! kita salah satunya !"
semangat Silvia yang ada di kamar rose.
"bukan itu saja, aku dengar setiap malam Minggu juga diadakan pesta dansa"
ucap rose yang sedang menyisir rambutnya.
"ya tapi kurasa malam ini akan lebih besar !"
semangat Silvia berharap.
"kau ingin kubantu agar bisa berdansa dengan Rosyid ?"
tanya rose yang menebak tujuan asli Silvia.
"...ya... siapa lagi yang mau ya ?"
tanya Silvia.
"aku akan membantumu"
janji rose.
"kalau begitu, rose akan berdansa dengan siapa ?"
tanya silvia.
"... tak"
suara jepit rambut rose jatuh karena kaget*
"a... aku ga tau..."
gugup rose.
tiba tiba suara bising datang dari luar kamar rose.
"*ini kamar putri raisty kan ?"
"benar tuan... dan tidak sepatutnya anda menerobos kamar wanita..."
"apa ?! prajurit sialan ! ga tau aku ini siapa ?"
"iya tuan... harap bertenang... ini tidak sopan*..."
"*shiiiiiinngg...."
__ADS_1
*suara pedang di lepaskan*.