ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chapter 8


__ADS_3

"putri rose tidak bertanya tentang topeng yang di pakai Rosyid meski terdengar ramah, tapi aku takut rose juga menganggap Rosyid menjijikan seperti anak lainnya"


pikir duchess.


"karena sebentar lagi kami akan meeting bagaimana jika rose mengajak Rosyid bermain ?"


tanya seidon.


"ti..tidak usah... biarkan saja Rosyid menunggu di luar"


gagap Duchess.


"aku harus langsung menolak sebelum putri rose yang menolak, itu akan menyakiti hati Rosyid"


pikir duchess.


"Rosyid ayo bermain dengan kami, menunggu di luar akan membosankan, sebentar lagi kami akan makan di taman, ayo ikut"


ajak rose.


"me..memangnya boleh ?"


tanya Rosyid.


"tentu saja"


senyum rose.


di taman...


"aku tidak tahu makanannya akan cocok atau tidak, tapi ayo makan bersama !"


ajak rose.


lalu rever dan Rosyid mengangguk.


"maaf mungkin ini tidak sopan... tapi apa benar wajahmu terluka karena kecelakaan ?"


tanya rose.


"be..benar... saat itu saya sedang berada di gudang sambil membawa lilin... tiba tiba ada tikus yang mengagetkan saya dan lilinnya jatuh, gudang langsung terbakar dan wajah saya tertimpa kayu berbesi..."


jelas Rosyid.

__ADS_1


"kayu... berbesi ? apa sakit ? ah tentu saja ya"


khawatir rose.


"kena langsung di wajah ya ? wajahmu akan sembuh saat berusia kurang dari 13 tahun"


jelas rever.


"bagaimana kau tahu ?"


tanya rose.


lalu rever tersentak dan suaranya mulai gagap.


"itu terkena di wajah... sedangkan wajah memiliki otot kulit yang lemah... akan lama sembuhnya... tapi mungkin saja agak cepat, aku bilang kan kurang dari 13 tahun, mungkin 3 bulan lagi bisa sembuh kan ?"


jelas rever.


"masuk akal juga... oh ya rever ! waktu lalu kak seidon memanggilmu ke ruangannya, kenapa lama sekali ?"


tanya rose.


"hanya menanyakan identitas, asal dan sisanya membicarakan sedikit tentang anda"*jujur, tapi tidak sesederhana yang di pikirkan*


KENYATAAN :


*di hari pertama rever ke istana...


"baiklah rever, apa kau bisa tanda tangan ?"


tanya seidon*.


"kita bertemu lagi ya seidon ?"


senyum revwr setelah duduk santai di sofa.


"apa ? jangan karena kau dari desa kau tidak tahu sopan santun ?!"


shock seidon.


"jangan terlalu sungkan~"


tenang rever.

__ADS_1


"pengemis tak tahu diri"


kesal seidon.


"aku bukan pengemis ! đź’˘sekali lagi bilang ku bunuh kau !"


ancam rever.


"bagaimana bisa kau bersikap seperti ini ? kau harus menurut pada yang lebih tua !"


tanya seidon dengan kesal.


"ha... cepatlah ! mana yang harus aku tanda tangani ? dan isi data yang lainnya ? aku baru saja bertemu rose setelah sekia~n lama !, aku ingin cepat bertemu dengannya aku merindukannya"


keluh rever.


"apa maksudmu ? kau berkata seperti itu seolah kau pernah bertemu rose lebih dari 100 tahun! apa yang terjadi ?"


tanya seidon yang mulai menganggap rever bukan orang biasa.


"auranya sangat kuat padahal hanya anak kecil, dia seperti master raior... ah mana mungkin ?!"


bingung hati seidon.


"cepatlah ! aku merindukan rose, entah kenapa padahal baru 5 menit tadi kami berpisah bagaimana bisa seberat ini ?"


keluh rever dengan sedikit berlebihan.


" -_''' kau ! masih kecil sudah berpikir..."


shock seidon.


"masih kecil ? umurmu sekarang saja tidak ada seperpuluhnya dengan umurku !"


ejek rever.


"apa yang terjadi ?! siapa kau ?! apa yang sebenarnya terjadi ?!"


bingung seidon.


"aku akan menjelaskannya nanti ! sekarang aku ingin mengurus gelarku ! bila bertemu rose jangan pernah mengatakan soal ini atau kau akan merasakan akibatnya ! sekarang mana berkas yang harus ku isi ! cepatlah aku makin kangen pada rose !"


paksa rever.

__ADS_1


__ADS_2