
tiba tiba rose bangun dari tidurnya.
"ha ?!.... ah... kakak....?"
kaget rose dari mimpinya sambil berlinang air mata.
"apa kau mimpi buruk ? aku membangunkanmu karena kau menangis"
khawatir seidon.
"kakak... aku.."
gagap rose dalam tangisan sambil memeluk seidon.
"rose, itu hanya mimpi tidak nyata..."
bujuk seidon sambil mengelus elus rose.
"aku ingin sekali mengatakan semua yang ada di mimpi itu... namun mimpi itu menceritakan masa lalu di dunia asalku dan mimpi nya juga tidak jelas, aku tidak mau membuat kakak khawatir di tambah aku juga tidak mau mengatakan bahwa dunia ini hanya novel yang ku ubah"
pikir hati rose.
"rose kenapa ? dia menangis !?"
kaget rever mengintip dari jendela.
lalu seidon melihat rever dengan tatapan serius.
dengan kode rever bertanya apa yang terjadi.
namun seidon menggeleng geleng kepala sambil pasrah menandakan dia juga tidak yakin.
lalu sekejap rever pun menghilang.
keesokan harinya...
kamar rose...
"kau sedang apa rose ?"
tanya rever tiba tiba datang.
"aku sedang menulis undangan pada Silvia... 1 bulan lagi aku akan ke best study, aku ingin mengajaknya juga, dia adalah satu satunya teman wanita yang ku percayai"
jelas rose.
"baru saja kemarin kau merayakan pesta kedewasaan, kau sudah mengundang orang lain? kau tidak lelah ?"
tanya rever.
tiba tiba rose berhenti menulis surat.
"sebenarnya... alasan aku mengundang Silvia hanya karena hatiku sedang khawatir... aku butuh penenang..."
pikir batin rose.
"kapan kau bertemu Silvia ?"
__ADS_1
tanya rever.
"siang ini, aku akan mengantarkan kereta kuda ke kediaman Baron Ronald.
"masih ada waktu kan m aku dengar mangga di taman istana dengan berbuah manis"
ajak rever.
"kau mengajakku memetikanya ? bagaimana jika ketahuan ?"
tanya rose.
"tentu saja ! meminta mangga memang mudah ! tapi memetikanya jauh lebih menyenangkan !"
ajak rever.
"bagaimana kalau ketahuan pelayan yang ada di sana?"
tanya rose.
"aku akan membuat sedikit kekacauan untuk menarik perhatian ! bagaimana ?" <\=sesat*
tanya rever.
"ide bagus !" <\= orang yang sudah biasa dengan kesesatana*
ujar rose.
lalu rever dan rose pun pergi menuju taman.
"kau ketaman dulu, dan lakukan lah aktivitas biasa agar tidak di curigai, aku akan menyusul setelah membuat masalah"
lalu rose pun pergi ke taman untuk memetik bunga saja.
di tempat rever.
"ini area yang pas untuk menarik penjaga di taman, ini adalah area labirin taman, membutuhkan waktu untuk ke sini, sekarang aku tinggal membuat kekacauan, tapi aku tidak bisa memakai sihir karena bisa ketahuan seidon, kalau begitu... lebih baik aku membakar sedikit labirin ini saja, aku harus mencari kambing hitam dulu"
pikir rever.
lalu rever menemukan seorang anak kecil berumur 6 tahun yang tidak lain adalah anak Dari seorang count yang sedang berkunjung, lantas rever memanggilnya.
"hei bisa kau pegang ini dulu ? aku harus ke suatu tempat"
pinta rever sambil memberikan sebuah lentera
"lentera di siang hari ?"
tanya ank itu.
lalu rever pergi menjauh dan dengan sekjap diam diam mendorong anak itu sehingga lentera di tangannya jatuh dan mulai membakar taman koridor sedikit demi sedikit.
lalu rever pun pergi ke taman mangga.
"kebakaran ! di koridor taman !"
"cepat ambil air !"
__ADS_1
teriak suara penjaga yang mulai ke koridor taman.
di taman mangga...
"rever kau membakar koridor Taman ?"
tanya rose dengan wajah datar seolah sudah biasa dengan ulah rever.
"bukan aku rose, aku hanya melihat seorang anak dan tidak sengaja menyenggol korek api di tangannya"
jelas rever yang mulai naik memanjat pohon.
"pohon mangga ini tinggi sekali !"
kata rose yang berusaha memanjat.
lalu rever pun menarik tangan rose,dan menaikinya di sebuah ranting besar.
mereka duduk di batang paling tertutup daun daun dan mangga agar tidak terlihat orang.
"mangganya besar sekali ya"
tanya rose memetik mangga besar..
"wah sepertinya api membesar"
pikir rever.
"apa ?!"
kaget rose.
"tapi tidak perlu khawatir, istana memakai cat anti api, paling barang barang lain, seperti saat aku terjebak di kamar, hanya gordennya saja yang terbakar"
jelas rever.
"iya, aku tau, tapi ini jadi merepotkan orang orang, aku takut ada yang terluka !"
khawatir rose.
"jangan khawatir, setelah meminta izin pada seidon, akan ada penyihir yang dengan mudah mematikan semua api itu dengan sihir *itu aqu sih*"
jelas rever.
akhirnya rever dan rose pun selesai memetik mangga.
"aku ingin membagikan mangga ini pada Silvia juga hehe"
senyum rose.
"eh kebakarannya belum selesai ?! apa separah itu ?!"
kaget rose yang mendadak khawatir.
"kembalilah kekamarmu untuk siap siap menemui Silvia"
suruh rever.
__ADS_1
lalu ketika rose sudah pergi, rever secara sembunyi memadamkan api dengan sihir nya.