
Beberapa Minggu berlalu...
Kerajaan Charna.
"Ayah ! Ayah sudah berjanji padaku kan !? Huk... Uhuk!!!"
Isak Charna sulit menerima kenyataan.
"Charna... Maafkan aku, Aku akan usahakan, Bertahanlah..."
Resah Killian (Ayah Charna)
"Ayah selalu menyuruhku bertahan ! Aku sudah tidak sanggup lagi ! Kalau memang Rever tidak bisa menjadi milikku---"
Charna berhenti melanjutkan kata katanya, karena dadanya sesak dan mulutnya terus mengeluarkan darah.
"Charna berhenti !"
Peluk Killian menenangkan Charna.
Charna tidak bisa berkata maupun bergerak karena tenaganya terkuras habis yang bisa ia lakukan adalah mengontrol nafas agar sesaknya berkurang.
"Semua orang yang ada di sini hanya penipu... Para bangsawan, siswa siswi Best Study, Semuanya baik padaku hanya karna aku putri Raja. Meski aku sudah tahu sifat buruk di balik topeng itu, Aku tetap bersama mereka karena saat itu aku memang kesepian...
Dan di sanalah Rever datang, Ia tersenyum kepada semua orang tanpa memikirkan beban apapun, Dia juga tulus mengenalku, Dia tidak peduli perkataan orang orang yang terus mengata ngatainya seperti anak anak, Aku ingin seperti dia...
Jadi aku mendekatinya dan aku sadar ia lebih baik dari orang orang bermuka tebal itu... Aku tidak memikirkan hal lain, Bagaimana orang seperti dia bisa sebahagia itu !? Aku juga ingin memilikinya... Jadi untuk itu, Aku harus memonopoli rever sepenuhnya"
Batin Charna bertekad kuat.
"Huft....Huft..."
Nafas berat Charna memenuhi Ruangan, dokter dan Killian langsung bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Charna..."
Panggil Killian lembut.
"Ayah... Kalau terus tersiksa oleh penyakit ini dan tidak bisa mendapat apa yang aku inginkan, maka cepat ambil pedangmu dan bunuh aku dengan sekejap"
Pinta Charna di tengah nafasnya.
Killian hanya menggigit bibirnya sambil menanggung beban yang beresiko.
"Dokter, bisa keluar sebentar ?"
Pinta Killian, dan langsung saja dokter yang mengurus Charna keluar.
"Charna dengar, Aku akan membunuh Rose"
Bisik Killian.
"HUUUUAAAAAAAA!!! Yang bisa ayah lakukan-- Uhukkkk.... Hanya berjanji tanpa menpatinya!!!"
"Kali ini Charna, Rever sudah terlanjur curiga pada kita, Jadi yang bisa kita lakukan adalah memprovokasi pihak dalam untuk saling mengadu domba, Dalam waktu sebulan, akan terjadi perang antar Raxacius dengan negara lainnya, 1minggu berikutnya akan tersebar Rumor buruk, dan Minggu berikutnya akan terjadi sebuah pembuktian, Minggu ketiga itu akan melemahnya kepercayaan orang orang, lalu 2 bulan dari sekarang semua orang akan mengkhianati Rose, Memang sepertinya Rever dan orang terdekat masih berada di pihak wanita itu, Namun 3 bulan kemudian Ratu Raxacius akan terbunuh, Aku juga mendengar ada sihir gelap yang dapat membuat wajah seseorang sama dengan wajah yang diinginkan, Pakailah sihir itu"
Jelas Killian panjang lebar.
Charna hanya bisa diam, ia menganggap ayahnya tidak bisa melakukan apa apa, namun rencana yang sepertinya sudah di siapkan ayahnya terdengar sempurna, Kini yang bisa Charna lakukan adalah mengharapkan harapan terakhir.
Charna pun tertidur dengan pulas menandakan hatinya sudah sedikit lega, meski dengan keadaan mata bengkak.
Killian dengan berat hati meninggalkan kamar Charna untuk mewujudkan Rencananya.
Di Kerajaan Raxacius....
"Yang mulia, kalau kita bisa menguasai wilayah ini sepenuhnya, maka kita bisa memperbesar area Best Study, pelatihan sihir dan militer..."
__ADS_1
Jelas seseorang pejabat tinggi yang memberi usulan.
"Lanjutkan..."
Malas Rever bersandar di tangannya.
"Jadi saya berencana untuk kita menguasai wilayah ini, meski ini bagian dari wilayah tetangga yang tidak punya hubungan baik dengan kita, namun mereka tidak akan melawan, karena mereka tahu diri dengan kehebatan kita, dan wilayah ini juga tidak akan berdampak besar, selang beberapa bulan saja mereka bisa melupakan hal ini sedangkan kita akan sukses memperoleh keuntungan"
Semangat pejabat itu.
"Jadi maksudmu aku harus mengambil milik orang lain ?"
Malas Rever dengan tatapan rendahnya.
"BI...bisa di bilang begitu yang mulia... Pikirkanlah keuntungannya, *kenapa kata katanya seperti menyalahkan negara sendiri ?*"
Gugup pejabat itu.
"Apakah hal itu di perlukan ? kalau begini kau seperti meremehkan keahlian dalam Raxacius, Apa kau kira dengan memperbesarnya Wilayah akan meningkatkan standar keahlian Rakyat dan bangsawan lain ?"
Tanya Rever.
"Te..tentu saja itu bisa..."
Jawab pejabat itu.
"Lagi pula ini bukanlah contoh yang bagus untuk generasi selanjutnya, bagaimana jika mereka menyontoh perilaku merebut milik orang lain ? kita juga tidak mendapat kerugian dengan wilayah itu"
Tegas Rever, Kemudian mengipaskan tangannya yang menandakan bahwa ia ingin melihat pejabat itu pergi secepatnya.
"Cih, Baru di angkat menjadi Raja kenapa begitu sombong mempermalukan ku ?"
Pikir pejabat itu yang keluar dengan langkah berat.
__ADS_1
"Psth...."
Bisik seseorang dari kegelapan.