ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
Chapter 18 Season 2


__ADS_3

"Yang mulia..."


"Sudah ku bilang panggil saja aku kakek, kau ini"


Ucap Ranga memotong kata kata Rever.


"Aku tidak munafik padamu ya, Tapi, Aku ingin bertemu Rose"


Ucap Rever dengan tatapan tajam nan memberi aura mematikan pada kakeknya. (Memaksa mau tidak mau harus mengizinkan)


"Huh, Baiklah"


Ucap Ranga padahal dia masih rindu pada Rever yang 19 tahun tidak bertemu.


Rever pun mulai mencari dan menanyakan kamar Rose, Semua orang langsung saja menjawab dengan jujur dan sopan padanya.


"Tok...Tok...Tok.."


Suara ketukan pintu.


Namun tidak ada yang menjawab, Rever pun menerobos masuk dan melihat Rose yang sedang bersandar ke tembok jendela besar dan memandangi pemandangan di sana.


"Kau tidak dengar aku mengetuk pintu ?".Tanya Rever.


"Dengar, Tapi aku kan sedang istirahat, Kalo ada yang menerobos masuk aku tahu pasti kamu"


Ucap Rose dengan lemas sambil memandangi pemandangan Istana Raxacius.


"Kau benar benar butuh istirahat ya, Kau sakit ?!"


Tanya Rever khawatir.


"Mungkin, Tapi aku tidak mau membebanimu di hari bahagia ini"


Senyum Rose lembut.


"Kenapa kau berbicara lembut dan sangat sopan kepadaku ?"

__ADS_1


Tanya Rever.


"Karena kau bukan lagi Rever yang kukenal, Kau sekarang Pangeran Rever de Alger Raxacius, Hahaha !"


Ucap Rose tidak percaya sekarang orang yang ada di hadapannya adalah orang penting.


"Itu terdengar geli, iuhh"


Gerutu Rever.


Namun tetap saja tidak membuat Rose bersemangat kembali, Nampak saat itu Tubuhnya sedang tidak sehat.


"Tapi bagaimana pun.."


Ucap Rever yang langsung menyandarkan Rose ke tembok, Terlihatlah posisi dimana punggung Rose menempel ke tembok, Dan Rever sedang bersandar dengan satu tangannya juga ke tembok yang ada di dekat Rose.


Membuat Rose kaget, seketika langsung melek dari tubuhnya yang lemas.


"Rose, Kau adalah sahabatku, Aku harap tidak ada yang berkurang dari hubungan kita yang dekat ini, Atau kalau bisa...


Bisik Rever pada telinga Rose membuat telinga Rose merasa geli.


"Pfth... Hahaha!!! Kau berhasil telah membuatku semangat kembali kok, Tapi lain kali jangan menggunakan cara ini, Geli sekali pada telingaku"


Ucap Rose menggaruk garuk telinganya yang geli.


"Kau pikir aku bercanda ?"


Kecewa Rever dengan senyuman.


Namun Tanpa di sadari oleh mereka.


Ternyata terdapat bola yang bisa mengetahui gerak gerik di kamar Rose, Sehingga kejadian Rose bersama Rever telihat.


Dan kejadian itu bisa terlihat oleh Bola kristal lain yang khusus emang untuk melihatnya (semacam cctv di dunia fantasi).


Dan ternyata yang melihat kejadian itu dari bola kristal adalah Ranga, kakek Rever, yang merasa gemas dan ingin tertawa melihat percintaan cucunya.

__ADS_1


Namun sayang di dalam bola kristal itu, Hanya bisa memperlihatkan kejadian dan tidak bisa mendengar.


"Kau tidak mau kembali ke Pesta ? Aku tiba tiba tidak enak badan, aku akan menunggu"


Ucap Rose yang sekarang berada dalam pelukan Rever.


"Tidak ah, Aku lebih senang dan nyaman dalam posisi ini"


Ucap Rever membantah dan mengeratkan pelukannya.


"Padahal kami hanya teman, Tapi berpelukan seperti ini rasanya sudah biasa"


Batin Rose menyadari keanehan dalam hubungan mereka.


"Tok...Tok..."


Tiba tiba suara mengganggu datang mengacaukan kenyamanan mereka.


"Permisi, Apa ada Pangeran Rever di sini ? Raja Ranga memanggil anda ke pesta *saya sudah mencari anda kemana mana*"


Ucap Pelayan yang mengetuk pintu.


"Jangan membuat merasa bersalah pada kakekmu ! Cepat pergi sana"


Dorong Rose dari pelukan Rever.


Rever pun bangun dan tersenyum pada Rose, Lantas pergi dari kamarnya.


Di perayaan...


"Rever kemarilah, Maaf mengganggu waktumu dengan gadis imut itu"


Bisik Ranga yang berharap Rever kaget, Dan benar saja Rever lumayan kaget dengan pernyataan kakek nya dan bingung bagaimana ia bisa tahu.


"Ini bukanlah hal aneh yang aku lakukan bersama Rose, Bila aku ingin melakukan hal lebih kepadanya tentu saja aku akan Menghancurkan bola kristal itu terlebih dahulu"


Bisik Rever kembali yang membuat Kakeknya benar benar kaget dengan pernyataan cucu nya dan bingung bagaimana cucunya bisa tahu atas bola kristal itu, padahal info bola kristal itu hanya segelintir orang dalam istana yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2