ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
Chapter 31


__ADS_3

"Be...berhasi ?!"


kaget Zhumi yang ternyata perkataan Rever benar.


"Hilang ? Diaman jurus ximode ku ?!"


kaget Zhuma yang karena waktu terjadi begitu cepat dia tidak terlalu sadar.


~Di waktu yang sama tempat Rose dan Rever~


"Aku sudah lama tidak melihat Rosyid atau pun Silvia, apa mereka pulang ?"


tanya Rever menyadari belakangan ini keberadaan mereka tidak terlalu terlihat.


"Eum... aku tidak boleh bilang mereka belakangan ini sering berdua an kan ?"


batin Rose yang ragu mengatakan yang sebenarnya pada Rever.


"I..itukan urusan orang! kita tidak boleh menyampuri nya !"


jawab Rose tergagap gagap sambil menunjuk.


"Oh ya ? kalau tidak salah kemarin aku melihat mereka berdua di kamar yang gelap"


ucap Rever menatap Rose dengan wajah sinis pada Rose.


"Hah ?! k...k...k.."


gemetar rose sambil wajahnya memerah tersipu.


"Aku hanya bercanda"


senyum polos Rever.


...***...


"Rever~!"


panggil seseorang dengan nada tinggi, yang tidak lain adalah Putri Cherna, Putri ketiga pemilik best study yang juga seorang raja.


"Kau sedang apa ?"


tanya Charna dengan nada kucingnya.


"Tuan putri"


hormat Rever dan Rose.


"Rever ! dia siapa ?!"


tanya Charna dengan nada ketusnya.


"Salam putri, saya Rose de alger ramily"


Hormat Rose yang langsung menunduk setelah dirinya di tunjuk.


"Oh ya ? sepertinya aku tidak pernah melihatmu ?"

__ADS_1


Tanya Charna dengan nada yang masih ketus, nampak jelas dia tidak menyukai Rose.


"Sa...saat itu karena tidak enak badan saya kembali ke kamar dari pesta penyambutan, ingatan Anda luar biasa Putri"


jawab Rose dengan senyuman manisnya, dan di saat itu juga rever tidak bisa memalingkan matanya dari rose sambil terus bengong.


Melihat ekspresi Rever, Charna langsung membulatkan matanya.


"Rever !"


panggil Charna yang langsung memegang pipi Rever dan menghadapkannya ke wajahnya.


Namum itu tidak membuat Rever sedikit pun menoleh ke arah Charna, pupilnya terus menatap Rose yang sedang kebingungan.


"Rever !!!"


suara teriakan yang nyaring memenuhi telinga Rever.


Sontak Rever menoleh ke arah Charna.


"Maaf tuan Putri, saya ada urusan sebentar, ayo Rose"


Jelas Rever dengan ekspresi kekanak Kanakan.


Charna hanya bisa menatap Rever dan Rose pergi menjauhnya tanpa bisa berkata apa apa.


"Rever, bagaimana bisa putri Charma mengenalimu ?!"


tanya Rose dengan nada ketus dan sedikit kesal.


Jawab rever.


"Tidak sih, lebih tepatnya saat aku menyendiri di taman belakang, Charma melihatku dan entah kenapa dia jadi selalu mengikutiku, awalnya sih aku ladeni saja, tapi ketika aku merasa mendengar kau berteriak memanggilku, aku langsung pergi"


batin Rever yang merasa bersalah karena terus menerus membohongi Rose.


"Rose.... sepertinya kau kesal ?"


tanya Rever sedih dengan raut bodohnya.


"Ah iya, eh ! maksudku benarkah ?! aku terlihat begitu ?!"


tanya Rose menyangkal Karena keceplosan hingga membuatnya panik.


"Aku pergi !"


pamit Rose yang meninggalkan Rever.


...~Di kamar Rose bersama Silvia~...


"Jadi begitu ceritanya!!!"


panik Rose yang menceritakan seluruh ceritanya tadi siang antara Rever, Charma dan dirinya.


"Anda stres hanya karena ini !?"


Tanya Silvia yang meremehkan cerita Rose.

__ADS_1


"Apa maksudmu ? memangnya itu Tidak penting !?"


Tanya Rose yang tiba tiba sangat sensitif.


"Rever kan sangat tampan, andai dia tidak bodoh, dia pasti menjadi favorit semua orang ! inikan hak biasa... atau..."


Tiba tiba Silvia diam sebentar seperti menela'ah sesuatu.


"Hoooo... saya tau ! sepertinya anda menyukai Rever !"


Yakin Silvia dan sedikit meledek Rose.


"Apa!!!!!"


Teriak Rose yang benar benar kaget.


Malamnya...


"Tidak... Tidak mungkin... Aku Tidak mau Menyukai Rever... Meski aku sudah bisa Bertahan Hidup sampai sekarang... Tidak menutup kemungkinan aku akan Mati... Di novel Rose mati karena mencintai Rever... meski Rever sekarang berubah, tapi ada Charna juga... sepertinya dia menyukai Rever, kalau dia tahu aku menyukai Rever, aku bisa mati karenanya !"


pikir batin Rose yang masih belum melupakan kejadian siang tadi dan perkataan Silvia


"*Apa semuanya bisa baik baik saja ? tapi Rever... Meski aku selalu bersamanya, ah .. Apa aku menyukai Rever karena selalu bersamanya ? Apa aku hanya menyukai Rever sebatas teman ? Apa Rever yang menyukai ku sebatas teman ? dan telah mengadopsinya ? aku juga selalu memberikan banyak hal pada Rever, apa jangan jangan Rever baik padaku karena semua itu ?! Rose di novel asli memanfaatkan semua itu agar Rever menyukainya ! Tapi ia mati ! Aku ... Apa sungguh tidak apa apa aku mati... aku Takut meninggalkan Kakak ! Silvia ! Rever Juga ! Tapi kalau Mati di tangannya..."


Stres pikir Rose yang muncul banyak pertanyaan di kepalanya.


"Begitu banyak Kemungkinan aku benar benar akan mati sebentar lagi ! satu satunya cara hanya dengan tidak menyukai Rever ! Aku harus menganggap Rever sebagai Teman saja ! Benar ! Kita hanya Teman..."


pikir Rose yang telah Membulatkan tekad.


"Kalau begitu* ... Aku membeci Rever... Aku tidak menyukai Rever... *Aku harus bisa mengatakannya..."


pikir Batin Rose.


"A...."


ucap Rose yang berusaha mengatakan sesuatu yang telah ia pikirkan.


"Ayo... aku pasti bisa ! hanya bilang saja ! ini langkah pertama, agar aku bisa hidup lebih lama lagi"


batin Rose yang menggesa Rose untuk segera mengatakannya.


"Aku*...."


"Aku Benci Rever !!! Aku tidak menyukainya !!! Benci ! Benar benar Tidak menyukainya !!!!"


Teriak Rose setelah di gesa oleh batinnya, setelah berteriak Rose langsung Tenang, namun anehnya itu tidak membuatnya lega.


Yang Rose tidak tahu adalah, di sana ada Rever yang Bersembunyi dengan Niat melindungi Rose, hal ini sering di Lakukan Rever tiap malam Untuk menjaga Rose.


Dan yang mencengangkan, Rever mendengar Rose mengatakan hal tadi, tanpa tau isi pikiran Rose yang sebenarnya.


Hal itu membuat Rever tidak bisa berkata ataupun berpikir apa apa, Tubuh dan jiwanya seakan beku tidak bisa apa apa. hanya bisa menatap Rose dari celah jendela tempat persembunyian Rever untuk menjaga Rose.


"Ah konyol... kenapa aku bilang benci ? dan tidak menyukai ? aku kan teman Rever ! seharusnya aku mengatakan tidak mencintainya sebagai wanita ! aku hanya menyukainya sebagai teman ! hu untung tidak ada yang dengar, 30 menit yang lalu terlalu membuatku gila dan stres sehingga aku tidak bisa mengendalikan pikiran atau pun emosi, benar benar Konyol ! haha"


pikir batin Rose yang langsung menarik selimut dan pergi untuk Tidur.

__ADS_1


__ADS_2