
"Ta....Tawaranmu yang Pertama, Jujur Aku juga Sebenarnya sangat Menyukai... Mencintai mu. Aku tidak ingin meninggalkan mu lagi, Tidak ada hari tanpa melupakanmu, Aku ingin terus bersamamu Kuharap kau juga tidak meninggalkan ku juga"
Jawab Rose menerima tawaran Rever Dengan wajah yang memerah begitu pun dengan Rever yang wajahnya juga memerah di kulit yang begitu putihnya itu.
"Dan untuk tawaran kedua, Aku tidak yakin... Tapi aku akan mengikutimu terus, Terserah kau mau hidup dengan penuh kemewahan sebagai Raja atau Hidup dengan kebebasan, Aku akan mengikutimu kemana pun kau.... Hmph...!!!"
Rose melanjutkan perkataannya Namun kata katanya juga terpotong lagi, Hanya saja kali ini mulutnya tidak di paksa berhenti bukan karena di tutup oleh tangan, Melainkan oleh bibir Rever yang memelesetkan Ciuman pertamanya pada Rose.
Rever terus dengan posisi itu, Tangannya menggenggam erat tangan atas Rose, Raut wajahnya begitu lembut dan penuh kasih.
Berbeda dengan Rose yang berusaha sedikit memberontak namun tak ada tenaga sedikitpun dalam situasi itu, Tangannya mencengkram Erat Baju dada Rever Sedangkan wajahnya benar benar memerah bagai bunga mawar.
"Pfwaahh.....!"
Desah Rose Setelah Rever melepaskan Tubuhnya.
"Re... Rever........ Aku tadi tidak bisa bernafas...."
Ucap Rose terengah engah mengambil nafas setelah melepaskan wajahnya.
"Kenapa ? Hanya segini saja sudah kaget, Aku akan pastikan Surat lamaran dan Acara pernikahanku akan Lebih cepat dari yang kau Duga"
__ADS_1
Senyum Rever melihat tingkah Rose.
"Kenapa kita tidak bertunangan dulu saja ? Ini akan sangat mendadak..."
Tanya Rose agak terbebani.
"Lho ? Silvia dan Rosyid saja sudah menikah, Kita dari dulu sudah selalu bersama, Tidak ada anehnya selama ini kita saling menyukai, Itu sudah cukup kan ?"
tanya Rever kali ini ia menyenderkan wajahnya ke bahu Rose kemudian menggesek gesek Pipinya dengan Telinga Rose.
"Ja....Jangan menggodaku...."
Pinta Rose salah tingkah dan Wajahnya memerah.
Tegas Rever mulai menjilat jilat telinga Sampai Pipi Rose, Dan lagi ia malah memeluk Seluruh tubuh Rose dengan erat agar tidak memberontak.
"Ya Ampun, Padahal awalnya hanya ingin berjalan jalan mencari angin, Jus tadi benar benar membakar organ dalam, Tidak di sangka ada Pemandangan yang lebih membara"
Senyum nakal Terpancar Di wajah Rosyid yang sedang berjalan dan menggandeng Silvia, Namun Silvia masih sedikit Pusing dan linglung.
"Silvia, Buka matamu, Kau akan ketinggalan Pemandangan selama ratusan abad ini"
__ADS_1
Ajak Rosyid meminta Silvia bangun dengan menggoyak goyangkan tubuhnya.
Silvia pun bangun mengucek mata, Seketika kaget melihat Rever dengan Rose yang sedang berpelukan secara terang terangan.
Rose yang memerah berusaha menepuk nepuk Tangan Rever yang membelitnya, Namun Rever terus saja menjilat jilat Rose dan hanya menatap tajam Sekilas pada Rosyid.
"Wo....Wohohoho !!! tidak di sangka, Padahal sudah terpergok, Tapi kau masih tenang melanjutkan tingkahmu ??? Rever kau benar benar hebat !"
Puji Rosyid mengacungkan Jempol.
"Rosyid ! Orang sedang.... Bermesraan malah kau ganggu ! Cepat Kita pergi !!!"
Ajak Silvia mendorong Rosyid pergi.
"Re... Rever kau gila !"
Ronta Rose benar benar malu.
"Kenapa ? Toh sudah pergi"
Tenang Rever kemudian terus melanjutkan Kerjanya.
__ADS_1
Rose benar benar tidak bisa bergerak maupun berkata apa apa, Yang ia pikirkan hanya mencerna Pernyataan rever yang ternyata adalah Kunci kenapa ia bisa bereinkarnasi menjadi Lusi dan Rose lagi.