ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chapter 5 (kedatangan anak misterius)


__ADS_3

"huwaaaa ! Mei !"


teriak rose terbawa kerumunan.


"jburrrr"


rose terlempar dan jatuh ke sebuah danau yang ada di sana, karena suasana yang ramai di tambah parade dan perumahan yang menghalangi pemandangan danau, orang orang jadi tidak mengetahuinya.


suara bisingan parade dan kasak kusuk orang orang menyamarkan percikkan air yang rose keluarkan agar orang orang bisa menyelamatkan nya.


"ukh... too....tolong .... Mei...she....akh.."


rintih rose yang mulutnya tertutup air.


"jangan karena aku berencana untuk tidak mati di tangan rever nanti, aku akan mati sekarang ? semua manusia memang akan mati sih, tapi kumohon berikan aku waktu yang lebih panjang, saat di dunia asalku aku bisa berenang. tapi setelah 6 tahun di sini aku mulai lupa, di tambah kaki ku yang pendek dan jubah ini menghalangiku bergerak lebih bebas"


rintih hati rose.


"tidak... tidak mau... aku tidak mau mati.... aku bisa ! pasti bisa !"


semangat rose yang terus bergerak agar bisa mengambil nafas.


"aku....aku bisa !...."


"lelah...."


penglihatan rose mulai samar, yang terakhir yang ia lihat sebelum hilang kesadaran adalah sepasang mata peridot (jenis permata hijau) dan rambut perak...


"ukg ukhukkk"


sadar rose.


rose berpakaian basah, wajahnya kini terlihat jelas karena tudungnya terbuka.


rose ingin menyembunyikan identitasnya tapi dalam keadaan ini pasti percuma saja, orang itu pasti sudah tahu.


"apa dia mengenalku ?"


tanya hati rose.


"Anda tidak apa apa ? saya melihat rambut pirang anda mengambang di air, lalu saya langsung meloncat membawa anda, maaf saya sepertinya terlambat"


khawatir orang itu.


"ti...tidak apa ! kenapa kau yang minta maaf ? aku yang harus berterima kasih karena telah menyelamatkanku !"

__ADS_1


jelas rose.


"sepertinya dia tidak mengenalku"


jelas hati rose.


"nona !"


teriak seseorang memanggil dari kejauhan.


tiba tiba terlihat sosok she dan Mei yang ketakutan dan khawatir.


"nona ! nona tidak apa apa ?"


tanya she.


"aku baik baik saja"


jawab rose.


"nona ! kami mencari anda dari tadi ! Anda kemana saja ? apa yang terjadi ? dan... dan siapa anak ini !?"


tanya Mei.


jelas rose.


"sebaiknya kita harus pulang membawa anak ini,"


gumam she.


tiba tiba anak itu tersentak dan dan berharap


"ya ? kenapa ?"


tanya rose.


"kakak anda... pasti butuh penjelasan dan saksi seperti itu... ah gimana ya menjelaskannya, begini ! dia telah berurusan dengan anda, jadi harus diminta keterangan"


jelas she.


"padahal anak ini telah menolong saya ! bagaimana bisa anak ini harus berurusan dengan kakak ?!"


kaget rose.


"tenang ! kakak anda pasti tidak melakukan yang buruk buruk"

__ADS_1


jelas Mei.


"emm, itu kau tinggal dimana ?"


tanya rose.


"aku tidak tinggal dimana mana"


jelas anak itu.


rose pun mulai paham,


"ternyata kau seorang pengemis, tapi tetap harus ikut kami dulu"


tegas she.


"i..iya"


jawab anak itu.


"njer pengemis, buta ya ? dasar para sampah"


kesal anak itu yang tetap memaksa tersenyum.


di istana.


"anak ini tidak terlalu kaget masuk istana, dan dari tadi memandang ku terus bagaimana bisa"


tanya hati rose.


"inilah rumah nona kami ! dan yang telah kau selamatkan ini adalah seorang putri ! gimana ? bangga tidak ?" *sombong padahal hanya pembantu*


tanya she.


"ah benar aku seharusnya menunjukan ekspresi kagum karena masuk istana, tapi pikiranku kenapa penuh dengan rose ? perasaan biasanya tidak begini"


geleng hati anak itu.


"saya dari tadi kagum ko, saya memandang ro.. putri karena tidak percaya telah menyelamatkan nya"


jelas anak itu.


"ah ternyata begitu alasan dia terus memandangku, masuk akan sih"


lega hati rose.

__ADS_1


__ADS_2