
"Anda adalah Duke jafmen Alfea ? ada apa memanggil saya ?"
Tanya Meher yang merupakan pejabat tadi.
"Yang saya tau dulu anda sangat mendukung pangeran kedua, melihat anda seperti ini sepertinya anda juga tidak menyukai Raja sekarang ?"
Senyum jafmen.
"juga ? berarti anda..."
Curiga Meher.
"Ini masih di kawasan istana ayo kita ke kediaman saya"
Ajak jafmen.
Di kediaman...
"Padahal anda sudah baik memberi rencana untuk kerajaan, bagaimana Kaisar bisa menolaknya ?"
Tanya Jafmen.
"Itu, aku juga tidak tahu, lihat saja tampangnya yang bodoh itu, meski suaranya tegas namun tetap saja tidak menutupi bahwa saat ia menjadi pangeran betapa bodohnya dia"
Kesar Meher.
"Kerajaan bisa hancur kalau terus begini, haduuuh"
Pusing Jafmen.
"Be.... Benar... Apa maksud anda ?"
Bingung Meher.
__ADS_1
Jafmen hanya menatap Meher sesaat dengan senyuman yang tidak biasa sebelum ia mengutarakan niat dan rencananya.
Beberapa hari kemudian.
Di istana...
"Aneh, padahal waktu itu aku memutuskan untuk tidak mengambil wilayah, bagaimana bisa terjadi perang ?"
Bingung Rever pada kaki tangannya yang baru yaitu Jeaen.
"Di laporan tertulis ada suku berbahaya dari wilayah kita menyerang wilayah milik Kerajaan Asei yang tidak memiliki hubungan baik dengan kita, Bagaimana pun suku berbahaya di wilayah kita itu, sampai sekarang masih belum bisa kita ajak kerjanya atau kita kendalikan, ini bisa memicu kesalahpahaman besar, Apa yang harus kita lakukan ?"
Tanya Jeaen.
"Jelaskan tentang suku itu dulu padaku"
Pinta Rever.
"Suku itu bernama suku Musen, Sangat ganas dan suka memangsa manusia yang bukan dari suku mereka, puluhan tahun lalu Banyak dari pasukan Raxacius yang termangsa oleh mereka, karena itu kita tidak memiliki banyak informasi, kita bahkan tidak tahu berapa banyak jumlah mereka..."
"Begitu saja tidak tahu ? lalu apa arti kekuatan Raxacius ? Kurasa membunuh mereka bukan hal yang terlalu sulit"
Tanya Rever.
"Itu karena kita mendapat satu informasi yang pasti, bahwa keberadaan Suku musen sangat mempengaruhi kestabilan Raxacius, Mereka tinggal di pegunungan, ada yang bilang setiap gunung yang mereka lewati akan sangat subur, Jika keberadaan mereka punah, Raxacius akan terkena beberapa bencana seperti di buku ini, Kecuali kalau kita bisa mempersiapkannya, namun tidak mudah juga, bagaimana ?"
Tanya Jeaen.
".....Panggilkan Ishani"
Suruh Jeaen yang kemudian bergegas memanggil Ishani.
"Anda memanggil saya kaisar ?"
__ADS_1
Tanya Ishani
"Kau tahu tentang suku Musen ?"
Tanya Rever.
"..... Tidak"
Jawab Ishani.
"Cari tahu"
Suruh Rever.
"Bagaimana dengan Ratu Rose ?"
Tanya Ishani.
"Dia bersamaku, pergi saja"
Suruh Rever yang menyadari waktunya tidak bisa terbuang sia sia karena masih banyak berkas yang harus di urus.
Ishani langsung menghilang dan menjalankan perintah Rever, Jeaen yang menunggu di luar pun masuk untuk menemani Rever bekerja.
"Jeaen, Kerjakan sisa berkas ini, aku ingin istirahat"
Suruh Rever sambil bergegas keluar.
"Ya ? Berkas berkas ini sangat penting, apa anda akan membiarkan saya menggunakan Sempel kerajaan ? Salah sedikit saja bisa--"
Gugup Jeaen.
"Akan aku koreksi nanti, Kau kerjakan semua berkas itu, lalu tulis kesimpulan singkat agar aku tidak usah banyak membaca"
__ADS_1
Kata terakhir Rever sebelum ia benar benar pergi dari pintu Ruang kerjanya.
Jeaen hanya diam tak bisa menolak, kemudian duduk di kursi yang berbeda dengan kursi kerja Rever dan berusaha sebaik baiknya mengerjakan berkas berkas kerajaan agar tidak melakukan kesalahan.