ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chapter 14


__ADS_3

"ada apa ini"


tanya kepala sekolah.


"ih berantakan sekali"


komen kepala sekolah.


"sa..saya mencoba menggunakan sihir rahasia para pelayan,.. maafkan saya"


pinta Rosyid.


"sihir rahasia para pelayan ?"


"apa itu ? aku belum pernah dengar"


"sihir itukan sangat sulit ! meski efeknya sangat membantu tapi 70% orang gagal"


kaget kepala sekolah.


"sulit ? tapi aku melihat rever menggunakannya dengan sangat mudah"


pikir Rosyid.


"sa..saya tidak tahu... maaf"


ucap Rosyid.


"kau tidak tahu ? lalu kau belajar dimana ? padahal di buku tertulis dengan jelas bahwa sihir itu benar benar sulit dan kalau gagal efeknya malah menambahkan masalah"


jelas kepala sekolah.


"itu...saya tidak belajar dari buku"


jawab Rosyid.


"apa ? lalu dari siapa ? siapa orang yang bisa ?"


tanya Rosyid.


lalu diam diam rever dan Rosyid saling menatap, dan rever dengan tatapan mengisyaratkan bahwa Rosyid tidak boleh memberitahu siapa pun.


"kenapa memangnya ? padahal kalau orang orang tau di hebat dalam sihir, bukankah itu bagus ? tapi bagaimana pun dia pasti punya maksud tertentu kan ? ha... situasi ini saja aku masih bingung, aku turuti dia saja ah"


pikir Rosyid.


"kenapa Rosyid ? kenapa melamun ?"


tanya kepala sekolah.


"seorang pelayan, dia bisa memakai sihir itu dengan hebat, sekarang saya tidak tahu dimana dia, saat kalian semua kemari, pelayan hebat itu pergi"


jawab Rosyid mengarang.


"baiklah, tapi sekarang belakang sekolah tambah kotor, kau harus membersihkannya"


suruh kepala sekolah.

__ADS_1


"baik"


turut Rosyid.


lalu semua orang pun pergi.


"rever ?! kenapa bisa begini ?!"


marah Rosyid.


"pfth... tadi itu menyenangkan ya"


senyum rever.


"kau mempermainkan aku ? ini tidak lucu ! kau mempermalukan aku dan sekarang aku harus membersihkan ini semua ! butuh waktu lebih dari 6 jam kalau begini"


pusing Rosyid.


"baik baik, maafkan aku ayo kita ke kantin saja, aku yang traktir"


ajak rever.


"hah ? lalu ini gimana ?"


kaget Rosyid.


"aku bersihkan, tapi jangan coba coba memberitahu orang lain, aku mengawasimu"


jawab rever.


"serius kau mau mentraktirku ? ini tidak perlu"


canggung Rosyid.


"pilih makanan yang kau suka"


senyum rever.


setelah makan dan saat di bayar...


"aku sengaja mengambil makanan paling mahal untuk membalasnya ini, meski ia memiliki uang saku dari pangeran seidon tapi apa dia membawa uang sebanyak itu ?"


tanya hati Rosyid sambil tersenyum jahat.


"hanya segini ? seriusan ? ini dia"


senyum rever sambil memberikan uang yang banyak.


lalu rever melirik senyum ke arah Rosyid.


"lho ? apa aku ketahuan ingin menjabatnya ?"


pikir Rosyid.


"wah rever, aku tidak menyangkan kau membawa uang sebanyak itu, pangeran seidon sangat baik memberikan uang saku sebanyak ini padamu"


puji Rosyid,

__ADS_1


"haha.."


senyum rever.


"apa ? orang itu ? seidon tidak pernah memberikanku uang ! ini uang hasil sihir ku tau ! meski di kerajaan ini, itu adalah sebuah pelanggaran hukum, tapi seidon tau dan masih membiarkanku tuh"


pikir hati rever.


di meja rose dan Silvia.


"Silvia, kau selalu melihat ke arah sana, itukan tempat Rosyid dan rever, kau suka rever ya ?"


ejek rose.


"apa maksud anda ? Bu..bukan rever"


jawab Silvia.


"ah kalau gitu Rosyid ?"


kaget rose.


"rose...apa maksudmu"


gugup Silvia sambil wajahnya memerah.


"ah~ ternyata benar"


ejek rose.


"ti..tidak"


jawab Silvia.


"aku tidak mengaka jadi berteman dengan Silvia, karena dia murid baru dari keluarga Baron jadi tidak ada yang masih mau berteman dengan dia, aku merasa kasihan dan akhirnya kita akrab"


senyum hati rose.


"Rosyid ? padahal aku tidak sengaja menumpang kereta kudanya saat di jalan, tiba tiba aku merasa suka ? apa benar hanya karena itu ?! apa mana mungkin ! ibu bilang sasaran ku adalah pangeran seidon, bila tidak nyawa igi akan terancam "


pikir keras Silvia.


"tapi...apa kalau pangeran seidon tidak suka aku, maka ibu akan melepaskan ku dan aku bisa bersama Rosyid ? tapi Rosyid kan sebentar lagi akan jadi Duke, pangeran seidon juga, marganya sangat tinggi, kalau aku tidak bisa... bagaimana dengan igi ?"


pikir Silvia.


"Silvia...kenapa ?"


tanya rose.


"maafkan aku rose, aku benar benar minta maaf akan memanfaatkan mu"


sedih hati Silvia.


"rose, sebenarnya...aku pernah bertemu dengan kakakmu secara tidak sengaja sekali...sepertinya aku langsung jatuh hati padanya"


ucap Silvia.

__ADS_1


__ADS_2