
Alhasil 2 pelayan wanita menunggu di luar dan sisanya di dalam, Rever langsung mengunci pintu kamar ibunya itu dan menyuruh pelayan untuk jangan ada siapa pun yang berani membuka.
Rever langsung memegang denyut nadi, bola mata, dan nafas ibunya yang terasa berat.
"Ini di sebabkan oleh organ dalam yang mulai mati karena benturan 19 tahun lalu ya ? pemulihannya benar benar lambat, Jadi jurus sihir penyembuhan itu pasti bisa langsung menyadarkannya"
Batin Rever siap siap.
"Shhhhhhhhhhhhr"
Energi di sekitar Rever nampak berkumpul, 2 pelayan hanya bisa diam dan tercengang, Rever terus mengumpulkan energinya selama beberapa saat untuk terus menyempurnakan sihir nya agar bisa menyembuhkan Raisha, Sampai terderngar suara langkah kaki yang cepat menghampiri kamar itu.
Rever sudah menduga hal itu akan terjadi, Kakek Rever sebagai Raja pemilik Istana ini pasti bisa merasakan kamar Raisha sedang terkena Sihir tanpa izinnya.
Namun Rever terus berusaha fokus sampai sihirnya sempurna untuk langsung di berikan pada ibunya.
"Brak ! Brak ! Brak !"
Suara pintu di gedorkan keras.
"Cepat buka pintunya !!! Siapa yang berani melawan Raja !?"
Teriak Ranga Mengendorkan pintu lebih keras.
2 Pelayan yang di suruh menjaga di luar hanya bisa diam, sedangkan pintu tertahan oleh kunci besi.
"BRAK!!!!"
Ahirnya kunci pintu itu tidak sanggup menahan dorongan dan terbanting dengan sangat keras.
Ranga kaget melihat Rever dengan sihir yang ada di tangannya terus membesar.
Rever sedikit terusik dari fokusnya dan melirik sedetik ke arah Ranga kemudian fokus kembali.
Entah apa yang di lakukan Rever, Namun tanpa seizin nya Ranga tidak bisa membiarkan Rever melakukan hal yang gegabah apa lagi di hadapan Raisha.
"Akhirnya sihir ini sempurna !"
__ADS_1
Batin Rever siap melemparkan Sihir itu ke arah ibunya agar bisa sadar.
Namun Ranga malah berlari dan menangkap tubuh Rever untuk menghentikannya.
"APA YANG KAU LAKUKAN !!!!? CEPAT PERGI!!!"
Usir Rever, Namun kakeknya malah semakin curiga dan mengeratkan lagi tangannya untuk mencegat Rever.
Rever langsung menepis kakeknya dan segera melemparkan sihir itu ke dalam tubuh ibunya.
Untung saja sihir itu bisa langsung menyerap ke tubuh Raisha, sehingga perlahan lahan tubuh Raisha mulai membaik, kulit kulit yang tadinya pucat mulai kencang dan wajahnya langsung bercaha kembali.
Ranga yang curiga langsung memblokir gerakan Rever ke lantai dan membuatnya tidak bisa bangun.
Rever bisa saja langsung bangun, Namun ia masih ingin merahasiakan kekuatan besarnya.
"A...Air..."
Ucap lembut Raisha yang haus.
Langsung saja membuat Ranga dan Rever kaget.
"Mama!"
Panggil Rever menyadarkan Raisha.
Raisha langsung membuka matanya setelah sekian lama, Dan Rever lah wajah pertama yang ia lihat.
Meski pusing menyengat datang karena terus berbaring di kasur, Raisha menguatkan diri untuk bangun, Kini Energinya serasa bertambah layaknya orang normal, Tentu saja karena Sihir Rever juga.
Rever langsung memeluk Ibunya, Meski Raisha masih belum mengenalnya.
Ranga hanya bisa diam sekaligus bingung, bagaimana bisa Rever menyembuhkannya.
"Siapa ?"
Tanya Raisha pada Rever.
__ADS_1
Rever pun langsung mengangkat kepalanya, Dan terlihat mata Rever yang berwarna hijau peridot sama seperti mendiang ayah kandungnya, membuat Raisha sadar itu benar benar Anak kandungnya.
"Kau...Anakku!"
Peluk Raisha senang karena ketika ia sudah bangun dari koma bisa langsung melihat Rever.
"Mama istirahatlah, Aku akan membuatkan obat untukmu"
Ujar Rever dengan antusias.
Keesokan harinya...
Di kamar Rose...
"Ibumu sudah bangun ?! Senang sekali! A ingin menjenguknya, apa boleh ?"
Tanya Rose ikut senang juga.
"Tentu saja tidak, Kau kan belum sembuh juga"
Tolak Rever mentah mentah.
"Kalau berlari memang tidak bisa, Aku sudah bisa berjalan kok"
Ucap Rose tetap menginginkan bertemu.
"Ah itu sih kalau beliau tidak masalah..."
Ragu Rose kembali memikirkan apa ia bisa menjenguk Raisha.
"Kau benar ibuku sedang istirahat, Tapi jika ingin jalan jalan aku bisa memapah mu ke taman"
Ucap Rever.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, Tapi aku juga ingin jalan jalan"
Pinta Rose.
__ADS_1
"Tuan Rever keluar dulu, Aku akan menggantikan baju Rose untuk ke taman"
Ucap Ishani memotong pembicaraan mereka.