
"Itu bisa di lihat, Darahku dan darahmu mungkin sama, Tapi darah ibumu Yang sedang koma, Dia hanya memiliki satu anak saja, jika cocok berarti kau benar benar anak dari permaisuri utama"
Ucap Raja Ranga yang melambaikan tangannya, memberi isyarat untuk seseorang maju.
Dan majulah seorang pelayan yang membawa semangkuk darah yang tidak lain adalah darah permaisuri utama, Raisha ibunda Rever.
"Darah ibu ?!"
Batin Rever melihatnya.
"Mulai pengecekannya, Dan kalian semua sebagai saksi"
Ucap Raja Ranga memerintah seorang ahli dalam hal darah datang.
"Aku meminta darah Tuan Rever, lalu masing masing darah ku berikan bahan bahan khusus, kemudia akan ku satukan bila darah Tuan Rever dan darah Ratu bersatu maka mereka benar benar sedarah"
Jelas Ahli darah itu meminta Sempel darah Rever.
Rever pun maju karena merasa terpojok, Meski sebenarnya dia sedikit keberatan apalagi melihat ekspresi Rose yang sepertinya kaget dan merasa terbebani.
"Perlukah kita melakukan ini ?"
Tanya Rever yang menarik tangannya dari tangan ahli darah yang hendak menyayatnya sedikit untuk mengeluarkan darah tersebut.
"Ini benar benar penting, Bagaimana jika benar kau cucuku, Aku benar benar merindukanmu"
__ADS_1
Ucap Raja Ranga yang benar benar tidka sabar rasanya ingin memeluk Rever setelah resmi Rever adalah cucunya.
"Maaf yang mulia, Dan bagaimana bila saya bukan cucu utama anda ? Itu akan memberi Aib bagi kerajaan Raisty karena telah memberi harapan palsu yang besar"
Bantah Rever dengan sedikit tergesa.
"Tidak apa apa, Aku akan memberi imbalan, Tapi tolong kita cek dan samakan darahmu"
Jawab Ranga begitu pun dengan semua orang yang benar benar penasaran.
Dan ketika Darah Rever di sayat dan di samakan, betapa kagetnya semua orang hingga membuat seluruh ruangan gempar bahwa Darah Rever dan permaisuri Raisha Positif.
Rose juga kaget menyaksikan itu semua, Rasa rasa semua muncul, Dari mulai bahagia, bangga dan senang hingga rasa sedih, takut dan rasa bersalah muncul, Karena dulu ia sering bersikap semena mena, Ia juga sangat takut bila hal ini memisahkannya dengan Rever.
Karena sadar diri Rose hanya diam ikut bertepuk tangan dan tersenyum, Ingin sekali ia memeluk dan memberi ucapan selamat namun ia mengunci niatnya.
"Tapi yang mulia, Aku hanya Manusia berlevel Raior Rendah, Aku hanya akan menjadi Aib"
Ucap Rever membuat mengurangi kebanggaan semua orang, timbulah rasa kecewa sedikit.
Rangka pun hanya diam melihat aura level Raior Rever yang benar benar rendah bahkan dari manusia normal (padahal aura level Raior yang asli di tutupi oleh sihir tingkat tinggi).
"Hahaha ! Kau pikir kau berada di keluarga mana ? Aku akan meningkatkan Level Raior mu dengan pelatihan ketatdi masa yang akan datang, Agar kau bisa menjadi Raja yang hebat seperti Raja sebelumnya"
Mendengan Ucapan dari Raja Ranga, langsung membuat semua orang tenang dan kembali bangga, Karena Raja Ranga memang lah orang yang sulit diragukan.
__ADS_1
"Habis sudah, Aku tidak bisa bertemu Rever"
Batin Rose benar benar sedih.
"Ah mari kita berpesta ! Aku memang sudah menebak kau adalah cucuku jadi semua makanan sudah ku siapkan"
Riang Ranga.
Semua orang pun memberi selamat yang besar terhadap Rever dan kakeknya nampak ketika di dekatkan wajah mereka sama seperti adik kakak.
"Siapa pun yang memiliki hubungan darah dengan Keluarga Raxacius akan awet muda, Semakin besar hubungan darahnya, maka semakin terlihat muda dan hebat, selir selir kakek saja begitu awet muda padahal umurnya 70an, Apa aku dan Rose juga akan muda setelah menikah hehehe...."
Batin Rever yang mengkhayal kan masa depan, membuatnya teringat kembali pada Rose.
"Permisi, Rever selamat yang besar untukmu, Tapi aku lelah jadi bisa tidak meminjam kamar untuk istirahat ?"
Tanya Rose yang menghampiri Rever dan kakeknya, Nampak sekali Rose begitu kesulitan berbicara karena sedikit takut menghadap Ranga.
"Eh putri Rose ? Hahaha tentu saja, pelayan akan mengantarmu, istirahat yang tenang ya"
Ucap Ranga dengan Istimewa pada Rose membuat orang orang iri ingin di perlakukan sama juga.
Datanglah seorang pelayan mengantar Rose ke sebuah Kamar tamu istimewa.
"Lho ? Kenapa dia ?"
__ADS_1
Batin Rever memperhatikan Rose dari lantai Pesta.