
"rever... matanya berwarna hijau peridot (jenis permata hijau). orang bermata hijau sudah biasa.. tapi rever memiliki seperti cermin di matanya sehingga cahaya hampir terpantul... rambutnya juga panjang dan berwarna perak yang bersinar seperti pedang *(rambut orang dulu memang suka di panjangkan termasuk lelaki juga)*... dan yang paling membingungkan... kulitnya benar benar putih seperti mayat *meski tidak keriput... tapi kok bisa ya ? padahal dia suka berjemur juga...?"
tanya batin seidon yang dari tadi melamun sambil melihat Poto rever dan beberapa datanya.
"sulit sekali menemukan asal orang ini ? dari tahun kemarin aku menunda Nunda mencari data rever, namun sekarang tidak bisa ! rose sudah menginjak usia dewasa dan rever sudah siap memiliki rose kapan saja, aku hanya takut dia membawa rose ke ujung dunia..."
pusing seidon.
"oi ! itukan potoku !"
panggil seidon yang duduk di jendela ruang kerja seidon.
"eh ? kau sudah kembali, tidak biasanya, apa Silvia sudah pergi dan rose ada urursan ?"
tanya seidon.
"aku membuatnya menangis"
gumam rever keceplosan.
"Hoo.......a...APA ?!"
teriak seidon baru sadar.
"aku tidak tahu dia kenapa! aku tanya dia suka pria yang lemah lumbut ? dia sepertinya merasa jijik gitu... jadi aku menunjukan sedikit sifat pria yang lebih tegas dan dingin gitu... biar jago... eh dia malah nangis .."
jelas rever panjang lebar.
"kok bisa ?, memang ekspresi apa yang kau berikan ?"
tanya seidon.
"ekspresi ketika guru matematika ingin menghukum muridnya yang tidak mengerjakan tugas !"
Jawab rever.
"pasti menakutkan... bisa kau tunjukan ekspresinya ?"
tanya seidon.
lalu rever pun menatap wajah seidon dengan tajam seperti yang dilakukan rever pada rose juga.
__ADS_1
"kau menatap rose yang berhati lembut dan ramah itu dengan tatapan ini !? gila ya !?"
marah seidon yang langsung memukul kepala rever..
"aaakh...sakit..."
rintih rever dengan mata berkaca kaca.
"ukhhh jangan memasang ekspresi menjijikan itu kepadaku ! itu tidak mempan !"
kesal seidon.
"mwueeeeeee!"
tangis rever makin tinggi..
Brakkkk....
**suara pintu di buka dengan keras.
"rever !? kenapa menangis ?"
tanya rose yang tiba tiba datang dan berlari ke arah rever.
tangis rever terisak.
"kakak memukul rever yang berhati rapuh dan polos ini dengan tanganmu ? apa salahnya !?"
tanya rose sambil mengelus elus rever.
"rose... yang tadi aku minta maaf... sebenarnya ada laba laba kecil di rambutmu, jadi aku berusaha mengusirnya dengan tatapanku, karena aku juga takut laba laba !..."
jelas rever.
"a...apa !? laba laba apa masih ada !? hwaaaaa kakak !!!! tolong aku !!!! "
panik rose meloncat loncat.
lalu rose pun memeluk kakaknya karna takut*...
"tidak apa apa rose..."
__ADS_1
ucap seidon, dan bersmirk pada rever.
lalu rever pun beranjak keluar dan di saat melewati seidon rever berbisik.
"kabur ke ujung dunia..."
demikian bisikan rever.
lalu seidon melirik pada rever dengan tatapan bingung dan tajam memaksa rever mengatakan lebih jelas lagi.
"aku akan membawa rose kabur ke ujung dunia, dimana kau tidak bisa menemukan kami"
bisik rever tepat di telinga seidon.
sontak seidon langsung menatap rever dengan penuh amarah, yang jika bukan rever yang di tatap maka orang itu pasti langsung gemataran dan kabur.
"ancaman ini sudah cukup sepertinya, karena sejujurnya aku tidak mau membawa rose ke ujung dunia jika dia masih menyayangi seidon"
batin rever.
"ah iya, rose apa Rosyid akan ikut kita ke best study ?"
tanya rever.
"ah iya ! best study itu pelajaran terbaik ! Rosyid sebagai Duke muda akan sangat bagus mengikutinya, meski sebagai rombongan"
jelas rose.
"kenapa harus Rosyid ? yang lain saja, di tambah nanti siapa yang akan menjaga kediaman ?"
tanya rever tidak setuju.
"biar aku saja yang urus"
jawab seidon yang sengaja agar rever kesal.
"ah baiklah ! aku jadi akan membawa 3 orang ! rever, Silvia dan Rosyid"
ujar rose.
beberapa hari kemudian ..
__ADS_1
hari yang di tunggu tunggu....
akhirnya setelah berjalan cukup lama rombongan rose sampai di best study...