
"tuan putri, apa menurut anda tentang tuan rever?"
senyum Mei.
"dari tatapannya yang tajam ia sepertinya orang yang sangat serius, pintar, dan tegas aku takut bila..."
kata kata rose terpotong.
"tok tok"
bunyi pintu.
"ini saya rever, kata sei... kata yang mulia saya di suruh bermain dengan anda"
jelas rever dengan suara seperti anak anak biasa.
"ah baik, silahkan masuk"
izin rose.
rever pun masuk dengan penampilan yang bersih dan rapi,
"hai tuan putri rose ! saya adalah rever yang akan menjadi teman anda kedepannya !"
senyum rever.
"luar biasa dalam dugaan ku ! bagaimana bisa dia berguru ramah....dan terlihat agak bodoh ?"
tanya hati rose.
"tentu saja rever, karena kita akan menjadi teman, panggil saja aku rose, tidak usah sungkan ini kamarku"
tunjuk rose.
"baiklah rose"
senyum rever.
"kupikir akan canggung ternyata tidak"
senyum hati rose.
beberapa hari kemudian....
"hari ini adalah hari aku pertama belajar, kita belajar bersama ya ?"
ajak rose.
"tentu saja, saya sedikit takut hehe"
keluh rose.
"selamat siang putri saya sarla meriyes guru pribadi anda"
hormat sarla meriyes.
"selamat pagi juga Bu, ini teman saya rever, dia juga akan belajar bersama"
__ADS_1
jelas rose.
"rever ? ah maksud anda tuan kehormatan ? saya sudah mendengar kabar itu, katanya dia awalnya seorang pengemis"
senyum sarla sambil bercanda.
"ah i..iya... tapi itu dulu..."
gagap rose.
"sekali lagi bilang aku pengemis ku bunuh kau diam diam"
kesal hati rever yang tetap tersenyum.
"saya dengar anda seorang merchioness"
tanya rose.
"itu benar dan saya juga punya anak seumuran anda, namanya adalah Dahlia mariyes.
"Dahlia ? bukankah dia teman rose di novel ? pantas aku tidak asing dengan nama keluarganya"
pikir rose.
beberapa jam pelajaran....
"akhirnya belajar selesai, rever ayo kita makan"
ajak rose.
usul rever.
"boleh boleh !"
jawab rose.
yang berjalan bersama rever di lorong besar istana...
tiba tiba mereka harus melewati seidon yang sedang menyapa sepasang suami istri dan anaknya.
namun yang menarik perhatian rose dan rever adalah anak mereka yang seluruh wajahnya memakai topeng, nampak sekilas bahwa anak itu melirik mereka sebentar.
"selamat siang kakak"
hormat rose.
"selamat siang..."
hormat rever menyusul.
"selamat siang juga anak anak"
jawab seidon tersenyum.
"wah... putri rose ya ?"
sapa seorang istri yang tadi berbicara dengan seidon.
__ADS_1
"benar, kalau anda ?"
tanya rose.
"perkenalkan saya adalah duchess roria qilies"
senyum roria.
"qilies ? ah anda yang membantu istana ketika orang tua kami tiada ya ? kalau begitu ini pasti Duke Siyem qilies ya?"
tebak rose sambil menunjuk.
"padahal anda masih berumur 6 tahun tapi anda cerdas sekali"
senyum siyem.
"belakangan ini putri rose sedang populer katanya ia mengangkat seorang anak menjadi pria kehormatan, apa anak itu dia ?"
senyum siyem.
"dia tidak menyebut rever pengeimis seperti yang lainnya"
pikir rose.
"benar, saya adalah rever "
jawab rever.
"duchess, kalau anak ini siapa ?"
tanya rose menunjuk anak bertopeng.
lalu anak itu tersentak, membuat rose sedikit merasa bersalah menyebutnya.
"dia adalah anak tunggal saya, namanya Rosyid"
jawab siyem.
"ah iya kalau tidak salah kakak perbah bilang anak Duke qilies pernah terjebak kebakaran yang membuat wajahnya hancur"
pikir rose.
"kalau begitu salam kenal Rosyid"
senyum rose.
"sa...salam kenal juga..."
ragu Rosyid.
"rosyid ? rose yang asli di novel pernah bilang kalau dia mencintai rosyid untuk menutupi cintanya pada rever"
pikir rose.
"Rosyid ? di masa lalu rose pernah mengaku suka padanya, meski nyatanya itu hanya untuk menutupi perasaannya padaku, ko agak nyesek ya bisa bertemu dengannya"
pikir rever.
__ADS_1