ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chapter 18


__ADS_3

"ha ?"


bingung Silvia.


"ah silvia, kita sekarang teman ya. sebagai teman aku akan menceritakan sedikit rahasiaku, sebenarnya aku menyukai rose dari dulu tapi saat itu aku malu dengan wajahku, meski rose tipe Mandang fisik... tapi pokoknya terima kasih ya, berkat kau juga aku bisa berani melihat wajahku"


senyum Rosyid.


"e...iya...tidak masalah"


senyum Silvia.


.........


"andai aku punya posisi yang lebih tinggi, apa aku akan berpikir bisa bisanya Rosyid bilang dia menyukai orang lain padaku, padahal aku juga menyukainya... (?) apa aku akan bilang itu ?


putri rose sangat cantik dan baik hati... dia juga seorang putri, apa pantas di bandingkan dengan ku yang seorang Baron Ronald ?


ibu bilang aku harus bisa mendapatkan hati raja agar igi selamat,


tapi aku malah menyukai Rosyid.


mana belakangan ini nilai ku turun...


aku...aku benar benar stress"


pikir keras Silvia.


"Via....Silvia ! kenapa dari tadi melamun ? dan tadi sepertinya kau mengerutkan alis"


panggil rose.


"Rose... maaf *aku lupa sedang makan dengan rose*"


ucap Silvia.


"kau melamun apa sampai seserius itu ?"


tanya rose.


"... sa...saya... "


gagap Silvia.


"kita kan teman ! seharusnya bisa saling mempercayai !"


semangat rose.


"itu.."


ragu Silvia.


"kenapa ?"


khawatir rose.


"bisa kita ceritakan saat benar benar berdua ?"


tanya Silvia.


"kalau begitu, pulang sekolah langsung ke rumahku"


jelas rose.


"te..terima kasih..."

__ADS_1


ucap Silvia.


di istana sepulang sekolah...


"ini kamarku, aku tidak mengizinkan siapa pun masuk kecuali Mei song dan ekhem rever ! dia selalu menerobos"


jawab rose.


"jadi apa ya g ingin kamu katakan ?"


tanya rose.


"i...itu... tolong jangan beri tahu siapa siapa... sebenarnya... ibu saya mengurung kakak saya, igi. dia menyuruh saya untuk menggoda raja seidon, agar saya bisa menyelamatkan igi,... inilah alasan sesungguhnya saya minta di dekatkan dengan yang mulia"


jelas Silvia.


"apa ?! apa ada yang bisa ku bantu ?..."


tanya rose.


"tidak... saya hanya ingin bicara pada seseorang agar saya tidak stres lagi, tuan putri saya menyukai seseorang, tapi baru saja tadi dia bilang menyukai wanita lain... "


gerutu Silvia.


"apa ? baiklah aku mengerti... sepertinya masalah mu sangat banyak, bagaimana ka..."


kata kata rose terpotong.


"...rose ! rose !"


panggil rever mendobrak pintu.


"ada apa ?".


kesal rose.


tanya Silvia.


"eh ada Silvia juga"


kata rever.


"ada apa ? kau ini sudah kubilang ketuk pintu dulu"


kesal rose.


"rose, ayo main"


ajak rever menggerutkan alis.


"di sini kan ada Silvia, luangkan waktu untuknya dong"


jawab rose.


"tidak apa apa, saya akan pulang sendiri, terima kasih ya putri sudah meluangkan waktu"


senyum Silvia.


"aku akan mengirimkan kereta kuda, kediaman Ronald kan jauh"


jelas rose.


"terima kasih, oh ya perkataanku tadi tolong jangan bilang siapa siapa"


bisik Silvia.

__ADS_1


rose pun mengangguk


"buat apa bisik bisik ? toh aku sudah menguping dari tadi, sayangnya seidon atau aku tidak bisa mencampuri urusan Silvia karena masih belum tau yang sebenarnya terjadi,"


pikir rever.


3 tahun kemudian...


"kelulusan sekolah ini akan menjadi yang terbaik"


"iya, karena putri rose akan merayakan hari kedewasaan di istana, semua lady akan datang"


"tolong taruh bunganya di situ"


sibuk orang orang merayakan pesta pelulusan.


"ah deg degan sekali"


gumam rose.


"buat apa deg degan, aku saat lulus sangat sedih karena tidak bisa ke sekolah dengan mu lagi"


ucap rever.


"setelah debut kakak bilang akan menyekolahkan ku ke best study R+ yang ada di rumuan, aku berencana mengajak Silvia"


jelas rose.


hari pelulusan...


"selamat untuk kalian yang sudah lulus"


ucap guru guru.


"huwaaa sedih sekali berpisah denganmu"


"aku akan mengadakan banyak acara agar kita sering bertemu"


"rose, selamat atas kelulusannya"


ucap rever.


"rmh..ini aku punya kalung couple sahabat"


jelas rever yang memberikan kalung couple.


"ini adalah kalung couple dari batu spirit yang pernah ku berikan pada rose di masa lalu, saat rose mati aku mengambilnya dan tidak pernah melepaskannya, sekarang aku akan memberikannya pada rose"


pikir rever.


"kalau tidak salah, di novel Silvia rever juga pernah memberikan kalung couple, meski hatiku sudah tidak takut mati lagi, tapi ini membuatku takut lagi"


pikir rose


"terima kasih, kuharap kita terus menjadi sahabat ya"


senyum rose yang memakai kalung itu.


"saat kalung ini berdekatan maka akan menyala, "


jelas rever.


"hai rose ! aku datang ke sini ingin menyelamati mu"


sapa Rosyid yang tiba tiba datang membawa buket bunga.

__ADS_1


__ADS_2