
"selamat datang Rosyid, kau memberi selamat pada siapa ?"
tanya rose.
"tentu kepadamu, terimalah"
jawab Rosyid memberikan.
"apa merepotkan ? terima kasih "
senyum rose.
"hai putri rose *aku datang ketika Rosyid datang*"
sapa silvia.
"maaf kami mau pergi ke suatu tempat,"
jegat rever, menarik tangan rose.
di tempat sepi...
"ada apa ?"
tanya rose.
"tidak sih aku hanya tidak nyaman di acara ini"
senyum rever dengan polos.
"bagaimana jika kita pergi ke tempat jual beli ? akan sangat menyenangkan, lagi pula kau sudah di panggil ke panggung dan hiburan akan datang malam kan ?"
tanya rever.
"benar, sekarang semua orang juga pada makan dan siap siap untuk perpisahan, ayo kita ke pasar"
ajak rose.
di pasar...
"kau mendapatkan pakaian sederhana dari mana ?"
tanya rose.
"aku membelinya sebelum ke sekolah"
jawab rever.
"kau membelinya sambil membeli kalung couple ini ya ?" tanya rose
"ini kalung buatanku sendiri"
jawab rever.
"eh... masa ? "
bingung rose.
__ADS_1
"kau meragukan kemampuanku ? aku hebat dalam hal ini"
polos rever.
"aku sedikit aneh karena di novel rever adalah sosok yang tangguh, meski sudah terbiasa... kenapa bisa berubah ?"
tanya hati rose.
"aku akan membelikan 2 camilan yang di sana, kau tunggu dulu ya"
jelas rose yang pergi ke sebuah toko.
beberapa saat kemudian...
"rever aku..."
kata kata rose terpitong
"**awas !!! ada kuda gila !"
teriak orang orang.
yang langsung ada sebuah kuda liar yang berlari ke arah rose.
"Rose...."
teriak rever yang langsung menarik tangan rose dan melemparkannya ke tanah, namun kini yang berada di hadapan kuda liar adalah rever.
ketika jarak antara rever dan kuda hanya 1 inci**...
pikir rever panjang lebar dalam waktu 0,2 detik kurang.
"ya sudahlah"
pasrah rever berseringai*.
"brukkkkk... braaaaakkkk"
suara rever terpental.
"***rever !!!"
teriak rose.
"ayo tangkap kuda itu !"
teriak para penjaga sekitat baru berhasil menangkap kuda itu.
"rever... kau tidak apa apa ?"
tanya rose langsung menghampiri rever yang sudah tergeletak, dan orang orang mulai panik memanggil dokter.
"eh ? tidak sesakit yang kupikirkan, "
pikir rever yang berpura pura pingsan.
di rumah sakit istana...
__ADS_1
"bagaimana ini bisa terjadi ?"
tanya rose.
"eumh... rose..kepalaku pusing"
rintih rever berpura pura.
"yang mulia seidon telah datang..."
teriak penjaga***.
"kakak.... rever melindungiku dari kuda gila, dan sekarang di terluka, "
rintih rose.
"tolong bawa rose ke kamarnya biarkan aku berdua bersama rever dulu"
senyum seidon.
lalu rose pun pergi ke kamarnya.
ketika di ruangan hanya ada rever dan seidon.
"haaa.... merepotkan sekali memakai banyak perban di seluruh tubuh"
kesal rever bangkit dari baringnya.
"aku berterima kasih karena kau telah menyelamatkan rose, tapi sampai kapan kau akan menyembunyikan kemampuanmu ?"
tanya seidon.
"suatu saat nanti, mungkin ketika aku menikahinya..."
senyum rever.
yang langsung membuat seidon kesal dan mengangkat kursi untuk melemparnya kepada rever.
"kan kan, memangnya ada yang lebih baik dari aku untuk pasangan rose ?"
tanya rever.
"meski dalam rupa dan kekuatan kau bisa di andalkan, tapi rose itu putri dan bisa saja sih menikah dengan mu, tapi aku rasa ini terlalu cepat"
jelas seidon.
"terlalu cepat ? tahun ini dia sudah dewasa ! kau juga sudah menjadi raja, semua sudah berubah, sekarang lepaskan dia"
pinta rever.
"tidak mau"
tajam seidon.
"hah, untuk apa terus bersama adikmu, dia sudah dewasa, meskipun tidak melepaskannya, tapi sebentar lagi dia akan pergi ke Best study, aku bisa ikut, sedangkan kau sebagai raja harus mengurus kerajaan"
senyum rever.
__ADS_1