ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chpater 16


__ADS_3

"baiklah, anda tidak perlu khawatir"


senyum seidon.


akhirnya Ratu ellicia pun pergi...


"erena, sekarang kita akan jadi teman,kan"


ajak rose.


"tentu..."


singkat erena.


"di kerajaan mu di sana kau belajar apa ?"


tanya rose mencari topik.


"saya belajar kuda dan pedang"


jawab erena.


"kau tidak banyak bicara ya erena"


tanya rever.


"re . rever sopan sedikit"


cubit rose.


"maaf ? saya lebih suka bertindak dari pada hanya bicara"


jawab erena.


"i..iya, tapi walau begitu erena juga harus bisa belajar bicara dengan baik agar di nilai baik"


jelas rose.


"maaf, di kerajaan saya para bangsawan wanita tidak banyak bicara, saya juga ingin seperti lady kerajaan lain yang dapat menyampaikan perasaannya lewat kata kata"


jelas erena.


"kalau begitu katakan saja apa yang ingin anda katakan, karena memendam diri juga tidak terlalu baik,"


ajak rose.


"baik"


senyum erena.


keesokkan harinya...


jam istirahat...


"di sekolah ini laki laki akan belajar sampai usia 18 tahun dimana itu adalah hari kedewasaan nya, tapi kalau perempuan Sampai umur 16 saja"


jelas rose.


"kalau begitu saya hanya setahun di sini, dan sesudah itu akan langsung ke PBKKD atau di kenal dengan nama best study, "

__ADS_1


jelas erena.


"best study ? apa itu ?"


tanya rose.


"itu Perkumpulan Belajar Keluarga Kerajaan Dewasa, tidak wajib sih, tapi bila mengikutinya akan sangat bagus, best study tersebar di setiap 10 negara+ kalau best study negara kerajaan raisty adalah best study R+ ya terletak di rimuan sedangkan kalau kerajaan saya best study S+ yang terletak di donwa, jelas anda belum mengetahui karena ini akan di ajarkan di usia 14 tahun"


jelas erena.


"begitu ya,"


paham rose.


"mana aku tahu di novel tidak di jelaskan seperti ini, padahal di novel rose sudah berusia 16 lebih tapi kenapa kak seidon tidak menyekolahkan rose yang asli ?"


pikir rose.


"rose, kalau umur kita sudah dewasa tolong ajak aku ke sana ya?"


pinta rever.


"lho memang boleh ?"


tanya rose.


"tentu saja, anda bisa menganggapnya sebagai rombongan anda, mereka juga bisa menempuh pendidikan juga, meski terbatas. namun rombongan teman anda tidak boleh lebih dari 10, belum termasuk prajurit atau pelayan"


jelas erena.


"Bai.."


"rose, maaf aku baru kembali, kau bilang ingin memperkenalkanku dengan teman baru ?"


harap Silvia.


"ah iya, erena perkenalkan ini Silvia Ronald, dan Silvia ini putru erena dari kerajaan ranaman"


jelas rose.


"putri kerajaan?"


senang Silvia.


"Silvia kau dari mana saja ?"


tanya rose.


"aku hanya ke toilet, sebentar, oh ada yang kelupaan, aku lupa bawa uang saku, bentar ya"


pamit Silvia.


di tengah jalan...


dekat dengan tangga yang sepi...


"eh itukan Rosyid ? eh ?! kenapa aku panik gini ya ? padahal hanya lewat kan ?"


pikir hati Silvia.

__ADS_1


saat berpapasan...


"Silvia ?"


sapa Rosyid.


"ya...ya ?iya ?! ada apa kak ?"


panik Silvia.


"ti...tidak, aku hanya menyapa mu"


bingung Rosyid.


"a. ah kalau begitu...ha...hai kak"


panik Silvia sambil berjalan mundur sedikit karena canggung.


namun Silvia tidak menyadari bahwa ia mundur ke arah tangga,


"eh ? AA..Kya.....!"


teriak Silvia yang hampir jatuh.


Dengan segera Rosyid berlari ke arah Silvia dan ingin menolongnya,


namun karena sedikit kecerobohan saking paniknya, Rosyid berhasil menjatuhkan Silvia hanya di tangga pertama, namun sebaliknya malah Rosyid yang akan jatuh sampai tangga terakhir.


"a.."


sakit Silvia yang kepalanya terbentur.


"brukkkkk ! bruukkk! brukkkk! brukk"


"*suara apa itu ?"


tanya hati Silvia yang langsung menoleh.


"!?"


"Ro....KAK ROSYID !!!!"


panik silvia*


"brukk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! Bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk !bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk ! bruk !"


"ka....KAK ROSYID !"


teriak Silvia yang mengejar Rosyid dengan sempoyongan.


"BRUUUUKKKK!!!!"


SUARA HANTAMAN KERAS


di akhir tangga.


"ka...kak Rosyid !x


teriak Silvia.

__ADS_1


"i...itu ? topeng kak Rosyid ? apa lepas saat jatuh ? kalau topengnya lepas... berarti wajah kak Rosyid ?"


__ADS_2