
Singkat katanya semua orang mulai mempercayai Rose, meski benar benar membutuhkan waktu untuk 100% percaya.
1 Minggu kemudian...
Berita mati suri Rose mulai menyebar banyak pangeran dan putri datang untuk menjenguknya sesama murid Best Study.
"Rever bagaimana bisa anda tahu putri Rose masih hidup ?"
Tanya seorang putri yang berpura pura terharu dan lemah lembut.
"Terlalu panjang untuk di ceritakan"
Jawab Rever masih sama dengan wajah polosnya.
"Tidak apa apa, Ceritakan saja..."
Ujar putri lain yang datang masih dengan ekspresi yang imut dan lembutnya.
"Sebenarnya mereka ke sini mau menjengukku atau bertemu Rever ?"
Batin Rose mulai menyadari ke anehan.
"Putri Rose, Mulai saat ini aku akan menjadi sayangmu ya, Mei Song sedang pulang kampung"
Ujar Ishani yang datang langsung membuat semua pangeran yang datang menjenguk Rose terpesona.
"Begitu ya, Baiklah terima kasih"
Senyum Rose yang masih duduk di sofa yang hangat.
...
"Rever aku ingin perpamitan, aku sudah pamit kepada yang mulia"
Ujar Zhumi tiba tiba datang dan memberi hormat kecil pada Rever dan Rose.
"Ah iya, Terima kasih atas kunjungannya"
Senyum Rever dengan polos.
"Ah iya Rever ! Apa kau akan kembali ke Best Study ? Kau kan belum lulu, Sayang kalau berhenti di tengah"
Tanya Seorang Putri yang dari tadi merangkul Rever.
"Benar juga ya, Entahlah aku akan ikut Rose, Aku hanya Rombongan saja"
Senyum Rever dengan polos.
"Putri Rose, Apa anda akan kembali ke Beat Study ? Sepertinya Rever merindukan tempat belajar itu..."
Tanya Putri tadi dengan tatapan memelas.
__ADS_1
"Baiklah, Dalam waktu dekat aku akan segera kembali ke sana"
Senyum Rose menjelaskan.
"Tidak usah terburu buru, Kau kan baru bangun Rose, Istirahat saja dulu"
Ujar Rever yang berjalan mendekati Rose dan mendekatkan dirinya, hal itu benar benar membuat banyak wanita yang ada di situ iri, dan hanya beberapa yang tulus berteman dengan Rose.
"Sudah larut, Putri harus istirahat, Mari saya antar, Sedangkan untuk tamu bisa menginap jika tidak keberatan"
Ucap Ishani yang menyadari Rose sudah mulai lelah dengan tingkah putri putri yang kekanak Kanakan.
Tanpa menjawab Rose langsung berdiri perlahan dan mulai berjalan meninggalkan Ruang tamu.
"Biar aku yang mengantarmu!"
Ujar Rever yang langsung menggandeng Rose dan mengantarnya ke kamar, Ishani dengan langsung menjauh dan memberikan Ruang pada Rever.
Dikamar...
"Kau lelah ?"
Tanya Rever sambil membantu Rose berbaring.
"Lelah sekali, Aku hampir menyesal membawamu ke Best Study"
Jawab Rose dengan Senyum pasrah dan mulai membaringkan tubuhnya.
Sindir Rever pada Putri Putri yang bersikap manja padanya sambil menyelimuti Rever.
"Yang bodoh itu Kau !"
Ejek Rose dengan bercanda dan mulai memejamkan matanya, Nampak Sekali Rose benar benar lelah dan langsung lelap.
"Tidak... Yang Bodoh itu kamu"
Gumam Rever langsung menunjukan aura yang dingin.
"Tapi tetaplah seperti ini, Aku lebih suka dirimu yang bodoh"
Bisik Rever pada telinga Rose yang langsung membuatnya geli dan bergumam.
"Ishani"
Panggil Rever dengan tatapan dinginnya tanpa melihat sedikit pun ke arah lain kecuali Rose yang lelap.
"Ya Tuan ? Seharusnya tidak ada masalahkan ? *kenapa memanggilku ?*"
Tanya Ishani langsung muncul sekejap mata.
"Mulai Hari ini jaga dia setiap saat"
__ADS_1
Ucap Rever dengan singkat dan langsung pergi ke kamarnya.
"Menjaganya ? kalau malam harus diam diam dong"
Batin Ishani namun tetap menjalankan tugasnya.
Di kamar Rever...
"Sayang sekali sih waktuku dengan Rose pada malam hari akan berkurang drastis, Tapi setidaknya aku tenang jika Ishani yang menjaganya, Begini juga aku ingin hidup normal dan tidur dengan normal, menyebalkan sekali susahnya"
Gerutu Rever yang membantingkan tubuhnya di kasur yang sudah lama ia tidak tiduri.
Esoknya...
"Selamat pagi Putri"
Sapa Ishani di pagi hari lalu mengajak Rose untuk bersiap siap.
"Kakak~"
Sapa Rose pada Seidon.
"1 Minggu kau ke Best Study ?"
Tanya Seidom menanyakan pendapat Rose.
"Aku masih ingin tinggal di sini lebih lama lagi"
Gerutu Rose.
"Baiklah"
Jawab Seidon menyetujuinya begitu saja.
"Sudah di undur beberapa kali, Kalau seperti ini kau pun akan lama lulusnya"
Ujar Rever yang tiba tiba datang.
"Rose, Lusa kita berangkat, persiapkan dirimu ya, Aku ada sesuatu yang harus ku bicarakan dengan yang mulia"
Senyum Rever.
"Lusa terlalu cepat "
Protes Rose.
"Sudah di undur beberapa kali, otakmu nanti tidak encer"
Jawab Rever dengan wajah polosnya.
Lalu Rose pun meninggalkan ruangan seidon.
__ADS_1
Setelah kepergian Rose akhirnya Rever menutup pintu dan mulai membicarakan sesuatu.