
Beberapa Hari kemudian...
"Tuan putri, Ada Surat dari Kakak anda"
Ujar Ishani yang memberikan sepucuk surat.
"Sudah lama kakak tidak memberi surat"
Gumam Rose sambil membuka bungkus Surat dan mengeluarkan selembar surat di dalamnya.
Terlihat sekali Surat itu di tulis langsung oleh Seidon, Bukan She he yang merupakan kaki tangan dan biasa melakukan pekerjaan termasuk menulis surat juga di tengah kesibukan Seidon mengurus yang lebih penting.
"Kakak sendiri yang menulis ini ? Sebegitu pentingnya kah ?"
Batin Rose yang tersenyum dan mulai membaca Suratnya.
ISI SURAT : Ada hal yang perlu di bicarakan, Sebaiknya kembalilah Bersama Rever ke Raisty dalam waktu dekat.
Hati hati di jalan jangan sampai ada masalah, Bila ada seseorang yang tidak di kenal mendekati kalian teruslah berada di dekat Rever.
~Seidon~
"Lho ? Kakak menulis seolah sedang serius, Tapi dia bilang Bila seseorang yang tidak di kenal mendekati kalian teruslah berada di dekat Rever ? Kenapa harus dekat dengan dia bukannya lebih tepat bila dekat dengan prajurit kuat ya ?"
Gumam Rose menyadari ke anehan.
"Mungkin maksudnya jangan sampai Rever sendirian"
Jawab Ishani yang sebenarnya kecewa dengan kebodohan Rose yang masih belum menyadari kehebatan Rever.
"Beri tahu Rever kita akan pergi ke Raisty besok"
Ucap Rose meminta Ishani menyampaikan pesannya.
"Baik"
Singkat Ishani langsung lari dengan cepat.
Keesokan harinya...
Singkat kata Rose dan rombongan seperjuangan dari Raisty menempuh perjalan kembali pulang.
"Pas sekali waktunya kita pulang, Kalian juga akan bertunangan kan ?"
Tanya Rose dengan tersenyum pada Silvia.
__ADS_1
"Saya malu mengakuinya tapi memang benar hehe"
Ucap Silvia sambil merona.
"Tuan putri juga sudah memasuki usia dewasa, kapan seperti Silvia ?"
Tanya Ishani tersenyum nakal yang juga ada di kereta kuda itu.
"Ha...Haha... Aku ingin belajar dulu"
Ucap Rose sebenarnya tidak tahu harus menjawab apa.
Singkat nya Mereka bertiga menghabiskan waktu perjalanan dengan mengobrol.
Akhirnya sampai di Istana dan di sambut hangat oleh Seidon.
"Aku merindukanmu Rose, Kita tunda dulu ya belajarnya haha"
Ucap Seidon yang langsung memeluk adik kecilnya itu, Rose pun juga mengeratkan pelukannya yang memang sudah rindu pada kakaknya.
"Oh iya, Sebenarnya aku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu"
Ujar Seidon yang tidak bisa menutup niat aslinya memanggil Rose dan yang lain.
Senyum Rever dengan polos.
Di ruang pribadi kerja Seidon.
"She he, Aku memang percaya padamu sebagai kaki tanganku, Tapi bisa keluar sebentar?"
Tanya Seidon secara langsung mengusir She he, She he pun menerimanya dan kini hanya ada Rever dan Seidon.
"Rever, Ada surat..."
Ucap Seidon yang mengacak acak laci kerjanya, Namun tidak sempat menyelesaikan bicaranya kata kata Seidon terpotong.
"Kakekku ya"
Tebak Rever yang malas mendengarkan basa basi.
"K...Kau Tahu !?"
Tanya Seidon dengan kaget.
"Saat ke dunia ini, Aku juga terlahir sebagai bayi lagi, Saat itu..."
__ADS_1
Ucap Rever yang menceritakan kejadian saat ia masih bayi dan di hari kedua ia lahir...
19 Tahun lalu...
Seorang wanita berambut perak dan berkulit benar benar putih salju berlari tanpa alas kaki di tengah hutan, sambil menggendong seorang bayi yang ternyata adalah Rever saat masih bayi sekali, Namun di dalam diri bayi itu Rever sadar, Bagai seorang kakek yang bereinkarnasi sebagai bayi, Namun di tubuh lamanya itu Rever tidak bisa mengangkat sedikit pun kepalanya.
"Andai aku bisa menggerakan seluruh tubuhku, Pasti aku akan menolong wanita yang di sebut ibu itu"
Batin Rever saat mengetahui keadaannya dulu.
Nampak Sekelompok penjahat mengejar gadis(ibu Rever) itu di dalam hujan dan gelapnya pohon.
Namun karena tidak mengenal jalan hutan, Gadis itu malah terpojok oleh tebing dan air terjun serta batu batu besar nan tajam di bawahnya.
"TIDAK !!! KALIAN PIKIR BISA MENGAMBIL BAYIKU!?"
Teriak gadis itu dengan mata mengernyit sambil memeluk erat Rever yang masih bayi.
"Tidak, Aku juga bisa mengalahkan mereka, Tapi di dalam tubuh bayi ini...Tidak bisakah ?!"
Batin Rever yang masih bayi itu.
"Heh, Sudah terpojok begini masih bisa memerintah ? Kau bukanlah ratu di sini"
Ucap salah satu kelompok itu.
Namun di detik terakhir tiba tiba datang seseorang berambut hitam dan bermata hijau bersinar menghadang para kelompok itu, Petarungan terjadi, tapi tiba tiba kelompok itu bertamah 10 kali lipat sehingga orang berambut hitam itu (ayah Rever) tidak bisa menang, Tubuhnya akhirnya tertusuk.
"Pergi lah!"
Ucap Ayah Rever mendorong ibu Rever agar tidak di tangkap oleh kelompok itu.
Satu hal yang ayah Rever tidak tahu di bawah tebing itu terdapat batu batu besar tajam yang bisa membunuh Istri dan anaknya.
"Heh kau tidak tahu di bawah tebing kami sudah siapkan batu tajam ya ?"
Smirk salah seorang kelompok yang membuat ayah Rever benar benar kaget.
Tiba tiba kakek Rever datang dan menghabisi merek semua dengan beberapa serangan, Tapi saat itu ayah Rever sudah tiada, melihat menantunya ibu Rever sedang terjatuh di antara ranting ranting.
Rever malah melihat kakeknya sibuk bertarung dengan kelompok itu dan malah meninggalkan keselamatan ibunya.
Di detik itulah Rever mulai membenci kakeknya.
Dan benar saja, Entah ibu Rever masih hidup atau tidak, Yang ia lihat hanyalah badan ibunya tertusuk batu tajam sedangkan ia hanyut mengikuti arah sungai.
__ADS_1