
Sementara itu di keberadaan Rever...
"Membutuhkan waktu setidaknya 3 hari meski dengan kekuatanku ini untuk pergi ke tempat itu, di masa lalu aku menemukan tempat itu secara tidak sengaja, karena aku sudah tahu kelemahan mangsa ini, maka ayo semangat demi Rose !"
Tekad Rever sambil berlari melompat lompat pohon dan bangunan yang ia lewati.
Kantin Best Study...
"Aku duduk di sebrangmu ya Rose ?*kalo gini mudah menjaga*"
Izin Zhumi yang langsung saja duduk di sebrang bangku Rose.
"Zhumi, Kau sudah tahu ya kalo Rever akan pergi ?"
Tanya Rose.
"Ah...*saat menjaga Rose diam diam aku mendengar Charna membicarakan ini, Gadis baj*Ngan itu*!!!"
Batin Zhumi merajalela karena kesal dan menyalahkan semuanya pada Charma, memang dia yang salah sih.
"Benar, Rever tidak ingin membuat keributan, Jika ia ingin pergi para wanita akan berbondong bondong padanya"
Jawab Zhumi sedikit kaku.
"Kau sudah tahu rahasianya ? Kau berjanji akan memberitahuku kan ?! Pangeran macam apa kau ?"
Tanya Rose yang emosinya mulai tak terkendali.
"Bukan begitu... Aku juga sudah berjanji pada Rever tidak menceritakan rahasianya... Kita hormati Privasi nya ya ? ini bentuk kesopanan"
Jelas Zhumi menenangkan Rose.
Meski Rose terdiam dengan jawaban Zhumi tetap saja tatapan kesalnya belum terhapus, membuat Zhumi tidak enak terus berdekatan dengannya.
Keesokan harinya... Pagi di kelas...
"Rose sudah lama tidak menunggang kuda..."
Cakap Silvia sambil berjalan menuju kelas.
Namun betapa kagetnya Rose melihat sebuah Brosur di pengumuman sekolah menggantung potonya.
"Putri dari Ramily ini seorang pelacur..."
Batin Silvia yang membaca tulisan di bawah Poto Rose itu.
"Siapa yang berani menulisnya ?!"
Tanya Silvia pada seseorang, Namun hanya di jawab dengan kasak kusuk.
keheningan yang ternodai oleh kasak kusik seketika terhenti oleh kedatangan Zhumi yang langsung mengambil Brosur itu dan menempelkannya dengan keras ke wajah seseorang.
"Plakkkk"
suara tamparan begitu keras.
__ADS_1
"Uwh.... Apa yang kau lakukan ?!"
Tanya seorang putri bernama Aure yang mengganggu Rose dengan mengguyurnya dengan air kemarin.
"Kau yang menempelkannya kan ? Untuk apa?"
Tanya Zhumi dengan dingin dan tatapan membunuh.
"Beraninya menampar wanita ?"
Tanya Aure yang bukannya menjawab Zhumi.
"Kau pikir aku tidak tahu ?! Sekali lagi... Aku berjanji akan menyatakan perang dengan kerajaan mu..."
Ancam Zhumi dengan tatapan bersungguh sungguh.
"Sepertinya benar, Zhumi terobsesi dengan Rose"
"Aure dalam masalah besar, padahal baru kemarin di peringati"
"Kenapa Rose masih diam ?"
Kasak Kusuk terdengar menyeluruh gedung sekolah, Sampai bel masuk berdering semua orang langsung berlari menuju kelas masing masing.
"Maaf Rose, kelas kita berbeda jadi sampai jumpa"
Pamit Zhumi melambaikan tangan.
"Iya, Terima kasih, Tapi aku tidak enak merepotkanmu"
"Ba...Baiklah, Kalau begitu sampai jumpa"
Ucap Zhumi meski sedikit heran.
"Percuma saja aku marah pada Rever ! Aku tidak mau melampiaskannya pada orang lain, lihat saja nanti !"
Batin Rose yang segera ke kelas.
3 Hari kemudian...
"Rever masih belum pulang, Padahal besok aku harus pergi ke kerajaanku beberapa hari atau Minggu, kalau begini, mau tidak mau Rose tidak ada yang melindungi,... terus terang saja semua orang tidak mengganggu Rose pasti karena ada aku di belakangnya... Bila aku tidak ada Rose akan dalam penderitaan..."
Batin Zhumi yang sedang mengemas barangnya untuk pergi ke negri xixi.
Sedangkan di tempat Rever....
"Kau bisa menemukanku sudah benar benar hebat, Tapi menjadi Hewan Raior mu ? Yang benar saja, Anak muda ngaca dong"
Kata Seorang Ular Hijau besar menghadap Rever.
"Dimasa lalu, Dia juga bersedia menjadi hewan Raiorku setelah beberapa kali petarungan sengit, Saat itu umurku 100 lebih, karena sekarang aku tahu kelemahannya tidak perlu menunggu waktu, Rose menungguku"
Batin Rever yang menatap setiap bagian organ tubuh ular besar itu.
"Ular Naga Hijau... Aku tidak punya banyak waktu jadi aku tidak peduli mau dengan cara keras atau mudah tapi yang pasti kau akan menjadi hewan Raior ku dan kita akan kembali, pokoknya hari ini harus cepat cepat kembali"
__ADS_1
Jelas Rever yang tidak peduli dengan ukuran ular naga hijau itu.
"Sombong..."
Smirk Ular naga hijau yang langsung menyerang Rever.
Tentu saja bukan hal yang sulit untuk mengalahkan ular besar itu karena di masa lalu Rever telah mengalahkan ular itu meski membutuhkan banyak waktu,
Ular Naga Hijau adalah jenis ular yang ukurannya setara naga, Termasuk dari kelompok hewan hewan legendaris yang kuat,
Sedangkan alasan Rever mau memilih Ular naga hijau sebagai Hewan Raiornya karena hanya hewan itu yang bisa mengendalikan energi magic Rever yang 10kali lebih banyak* dari manusia lainnya itu.
*Pernah di ceritakan di Novel SILVIA.
"Kelemahannya ada di jidat ular ini, seperti di masa lalu"
Batin Rever yang langsung mengeluarkan Sihir dan menyerang jidat Ular naga itu.
"Urghhh.... Bagaimana bisa kau tahu kelemahan ku ?!"
Teriak ular naga hijau itu, andai di sekitar area bertarung antara Rever dan Ular itu tidak di lapisi sihir pelindung, mungkin teriakan ular naga itu akan terdengar berkilo kilo meter jauhnya.
"Kalah ya kalah, aku harus cepat pulang, Dan tentu saja malam ini aku harus meditasi meningkatkan Raior ku agar genap 16 level"
Jelas Rever yang menyuruh Ular naga itu.
"Apa ?! Jadi belum menjadi orang level 16 lebih ?!"
Kaget Ular naga itu.
"Hum"
Jawab Rever dengan dehaman.
"Masih muda sudah berlevel 15, Sudah bisa mengalahkan ku dengan mudahnya, Anda benar benar hebat sekarang saya akan bersedia menjadi Hewan Raior anda"
Kata Ular naga hijau yang langsung merubah ekspresi nya.
"Akhirnya aku punya tuan untuk tujuan hidup, bosan sekali terus berlari tanpa tujuan"
Batin Ular naga itu.
"Baiklah ayo buat kontrak"
Ujar Rever Yang mengulurkan tangannya, lalu ular naga hijau itu mengecil dan menyelimuti seluruh telapak tangan Rever, beberapa saat mengeluarkan Cahaya dari tangan Rever yang menandakan kontrak antara Rever dan ular naga hijau itu telah sepakat.
"Sekarang aku sudah akan mengstabilkan energimu, tidak menyangka ada manusia berenergi sebanyak ini, dan satu hal lagi Namaku adalah Ishani (Esinee)"
Kata Ular naga itu yang kemudian berubah menjadi wanita yang benar benar cantik, dengan body yang sempurna atau bohay di hiasi baju pendek nan tradisional belum dengan wajah yang cantik (dagu, bibir dan hidung yang mungil serta mata yang besar dan tajam yang di dasari dengan kulit seputih susu).
Namun bisa diperhatikan dengan baik Warna kulit, Rambut dan Mata Rever dengan Ishani hampir sama.
Rever memiliki kulit seputih salju, rambut sekilau perak dan mata seindah peridot atau permata hijau.
Sedangkan Ishani memiliki kulit seputih susu yang lembab rambut panjang lurus di bagian belakang dan lurus pendek di bagian depan, rambutnya memiliki poni yang rata, dan matanya berwarna hijau giok.
__ADS_1