
"Ku dengar Kau kelaparan ya ? Mau kubuat kenyang ?"
Akhirnya si Preman itu menunjukan niat jahatnya sambil menjilat bibirnya.
"Tidak !!! Lepaskan !"
Teriak Rose namun tetap saja tersamarkan oleh suara riuh bagai pasar itu.
Ketiga Preman itu malah menarik Rose.
Ketika tubuh Rose dekat ia langsung menggunakan sihir teleportasinya dan kabur.
"Sial ! Aku baru bangun dari mati suri, Energi magic ku terlalu sedikit ! jadi hanya bisa berteleportasi 2 kali lagi itu pun dia jarak yang dekat"
Batin Rose tergesa dan lari sekuat tenaganya.
"Hey... Gadis ! Aku suka lho gadis yang kabur tapi tidak berdaya !"
Teriak Preman itu mengejar Rose.
Dan nampak posisi mereka dengan Rose juga semakin mendekat.
Kaki Rose benar benar lemah namun ia terpaksa terus berlari dan berteriak di tengah nafasnya yang berat.
Suara Preman itu semakin dekat menandakan posisinya juga semakin dekat.
"Tertangkap juga !!! Hahahaha !"
Tawa jahat Bos Preman itu akhirnya menangkap Rose.
"Eehhh ??!!?!!?!!??!"
Kaget Rose dan berusaha memberontak.
"Sekarang..."
Belum menyelesaikan kata katanya...
"Zhappp..."
Sebuah batu kecil terlempar dengan sangat keras dan menggores sedikit kulit tangan Preman itu sehingga benar benar berdarah.
Ke tiga Preman itu langsung menoleh ke arah asalnya batu kecil itu, dan bukan hanya para Preman yang kaget tetapi juga Rose melihat orang yang tidak asing yaitu Rever sedang duduk bersila di sebuah batu besar dan yang lebih mengagetkan lagi adalah seorang wanita yang benar benar cantik dan bertubuh sangat indah sedang memeluk Rever dari belakang yang ternyata ia adalah Ishani.
"Waaah ! Tidak sia sia kau menarik perhatian ku... Sungguh indah tubuh wanita di belakangmu itu"
__ADS_1
Komen Bos Preman sambil menjilat bibirnya dengan sangat menjijikan.
"Jangan membuat kekacauan di Pesta ini"
Gumam Rever debgan tenang dan melihat ke arah Rose,
Saat itu Rose benar benar kaget dan melamun namun hanya bisa diam dan menunggu suasananya lebih baik.
"Hey Cantik di sana ! Ayo bermain bersama kami "
Ajak salah satu anak buah Preman yang mengajak Ishani.
"Bermain ? Ayo !"
Jawab Ishani dengan arti lain.
"Mereka hanya kutu yang mudah di bunuh, Tapi melecehkan seorang wanita ? itu membuatku kesal"
Senyum Ishani berjalan mendekat dan terlihatlah bahwa tubuhnya memang benar benar indah dan putih apalagi dengan bajunya yang lumayan minim.
"Tidak baik kalau wanita melihat hal yang mengerikan, Master biar aku saja yang mengurusnya, Meski gampang mati sih... Kau bisa pergi, biarkan aku bersenang senang"
Pinta Ishani dengan sopan dan secara tidak langsung mengusir Rever.
"Aku akan membawa gadis ini ke tempat yang aman"
Setelah Itu Rever langsung meloncat tinggi dari pohon satu ke pohon yang lainnya dan membawa Wanita yang ternyata adalah Rose menjauh.
"Semenjak aku tidak ada, Sepertinya Rever latihan fisik dengan baik, Dia sekarang pantas berada di barisan bangsawan, Namun kenapa Ekspresi nya seperti ini ? Kenapa tampak dingin dan tidak polos seperti dulu ? apa dia lelah ?"
Batin Rose yang di gendong Rever.
Karena merasa terus di tatap akhirnya Rever menatap balik Rose dengan dingin dan penuh tatapan pertanyaan, Rose yang dulu sangat akrab dengan Rever malah terus menatap Rever meski Rever merasa tidak enak.
"Bukankah tidak sopan orang asing sepertimu menatapku begitu ?"
Dingin Rever merasa kesal.
"Ma...Maaf"
Ucap Rose langsung menundukkan kepalanya.
"Aku lupa Rever belum mengenaliku, Enaknya bilang kapan ya ? Sepertinya hari ini mood Rever tidak bagus ekspresi nya aja dingin"
Batin Rose mulai murung.
__ADS_1
"Padahal rambut dan matanya berwarna jauh berbeda dari Rose, kenapa aku malah ingat dia saat melihat gadis ini ? menyebalkan!"
Batin Rever yang kesal karena mengingat Rose itu yang membuat dia merasa kecewa, sedih dan sangat merindukan Rose.
"Eumm...Anu, Gadis tadi itu siapa ?"
Tanya Rose ragu menanyakan Ishani.
"Gadis tadi ? Ishani ?"
Tanya Rever sebenernya malas menjawab.
"Iya sepertinya dia, yang bersama kamu tadi"
Ucap Rose.
"Dia..."
Belum selesai menjawab tiba tiba Rambut palsu Rose terlepas karena angin yang kuat,
"Ehh"
kaget Rose.
Namun Rever berusaha diam dan tidak mau mencampuri Privasi Rose.
"Ma...Maaf rambut palsuku apa mengenai matamu ?"
Tanya Rose yang sekarang rambut palsunya terjatuh dan berhembuslah rambut asli Rose.
"Rambutnya benar benar mirip tadi tidak mungkin dia kan ?"
Batin Rever namun tiba tiba ia melihat dari pantulan cahaya yang menembus mata Rose, dan melihat dengan jelas bahwa gadis yang ia gendong memiliki mata merah seperti Rose.
"Ehhh?"
Batin Rever benar benar bingung kenapa bisa mirip.
Namun tiba tiba karena tubuh Rever dan Rose dekat, Kalung Couole mereka menyatu dan membentuk bulatan sempurna kemudian bercahaya.
"Kalung Couple ku dan Rose ?!"
Batin Rever kaget.
"Hei ! Dapat dari mana kalung Couple ini ?!! Apa kau mencurinya di kuburan keluarga kerajaan ?!!"
__ADS_1
Tanya Rever benar benar marah dan mulai membentak bentar Rose.