ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chapter 21


__ADS_3

"aku bingung akan berdansa pertama dengan siapa"


tanya rose.


"kenapa bingung aku sudah menyiapkannya ko"


senyum rever berharap.


lalu rose dan rever pun pergi dengan kereta kuda menuju istana bagian pesta.


"apa tidak terlalu pagi ? aku sangat ngantuk, semua orang juga pasti belum siap siap"


tanya rose.


"tentu saja tidak, semua orang bersiap dari jam 1 untuk ke sini, sekarang juga banyak kereta kuda yang parkir"


jawab rever.


"jam 1 pagi ?! apa aku tidak terlambat ?"


panik rose.


"tidak ada yang berani menghukum anda karna ini, ini adalah hal normal, tapi kalau terlalu terlambat bisa memalukan"


jawab rever.


sesampainya....


"eh kakak, kupikir belum datang"


sapa rose.


"aku tidak sepemalas itu"


kesal seidon.


"sekarang kakak sudah resmi menjadi raja, dan kau juga dewasa, kuharap kita selalu bersama"


jelas seidon diam diam menatap rever.


lalu seidon pun mengajak rose untuk melakukan dansa pertamanya,


"semua orang melihatku, tidak nyaman sekali"


pikir rose.


setelah dansa selesai...


"terima kasih kakak mau melakukan dansa pertama denganku"


senyum rose.


lalu rose pun pergi ke sekolompok orang yang ada Silvia.


"hai tuan putri"


hormat Silvia.


"terima kasih telah mau datang, Silvia"


senyum rever.


singkat kata rose dan kelompoknya mengobrol hal hal normal...


"salam tuan putri, saya harap bisa berdansa satu lagu bersama anda"


ajak Rosyid menghampiri rose.


"padahal kami sedang mengobrol hal yang seru, tapi Rosyid sudah mengulurkan tangan, aku tidak tega menolaknya"

__ADS_1


pikir rose sambil tersenyum dan meletakkan tangannya di atas tangan Rosyid.


"PRAANGKKKK!!!"


suara gelas jatuh.


lalu semua orang menoleh pada asal bunyi itu.


ternyata itu adalah rever yang membuat gelas pecah sambil menatap rose,


"re...rever ?"


panik rose berjalan cepat menuju rever.


"maaf telah membuat keributan di pesta kedewasaanmu rose"


pinta rever dengan wajah memelas.


"dasar bodoh, kenapa gelasnya jatuh ? kau tidak terluka kan ? oh tidak, tanganmu terluka"


panik rose.


"gelasnya licin, jadi aku menggenggamnya dengan erat agar tidak jatuh, tapi malam pecah di tangan"


kata rever dengan wajah merasa bersalah.


"itu hanya gelas, kau tidak perlu menggenggamnya seerat itu"


pinta rose.


"aku tidak apa apa"


senyum rever.


"tuan putri, sepertinya ada yang bisa saya bantu"


kata seorang pelayan datang,


pinta rose.


"baik"


jawab pelayan itu,


"rose, aku sungguh tidak apa apa... rose..."


gagap rever.


lalu rever melihat Rosyid dari kejauhan yang tersenyum ke arahnya,


"eh, rose, aku punya permintaan"


pinta rever,


"ya ? katakan saja"


tanya rose.


"setelah aku kembali, aku tidak peduli kau sedang apa, kau masukan berdansa denganku ?"


bisik rever.


"oh hanya itu ? tentu saja"


jawab rose.


lalu rever pun bisa pergi,


"tuan putri, bagaimana ? mau kita lanjutkan berdansanya ? orang orang juga sedang sibuk berdansa dengan partner partnernya"

__ADS_1


tanya Rosyid,


"baiklah"


senyum rose yang lalu berdansa dengan Rosyid,


semua orang nampak sibuk dengan dansa dansa mereka sehingga tidak memperhatikan rose.


di tengah rose berdansa dengan Rosyid, tiba tiba ada seseorang yang menarik tubuh rose ke pelukannya dari Rosyid,


"eh ?"


bingung rose.


"rose, aku sudah kembali"


senyum rever sambil bedansa dengan rose,


"ah iya, bagaimana dengan lukamu ?"


tanya rose yang menggenggam tangan rever,


"bagaimana menurutmu ? hanya tergores ko"


senyum rever,


"maaf, tapi sedikit lagi, biarkan kami menyelesaikan dansa kami"


senyum Rosyid menarik tangan rose dan berdansa dengannya,


"rose sudah berjanji, kau jangan menodai hatinya sehingga membuat rose ingkar, kau lelaki kotor"


kata rever menarik tubuh rose,


"rose juga sudah menerima dansaku terlebih dahulu sebelum kau berjanji padanya kan"


kesal Rosyid menarik tangan rose lagi.


"rose tidak pantas dengan orang serendah dirimu"


senyum rever menarik tubuh rose,


"aku seorang Duke lho, ingat margamu hanya pria kehormatan"


senyum Rosyid menarik rose.


"itukan marga dari ayahmu, bukan kau uang mendapatkannya sendiri, berbeda denganku, semua ini hasil kerja kerasku"


jelas rever menarik rose.


"hasil kerja kerasmu ? rose yang memberinya"


jelas Rosyid menarik rose.


"kau tidak pantas memanggil rose dengan namanya, panggil dia tuan putri"


suruh rever menarik rose.


"kau juga memanggilnya rose, padahal margaku lebih tinggi"


senyum Rosyid menarik rose.


"akukan sahabatnya, dasar orang asing"


ejek rever menarik rose dengan lebih erat kepelukannya,


Rosyid yang kesal langsung menarik rose dari pelukan rever,


namun rever juga tidak mau kalah dan ...

__ADS_1


"lepaskan adikku dasar ******"


geram seidon yang tiba tiba datang dengan tatapan menusuk.


__ADS_2