
Seseorang membuka mata dengan cepat seketika langsung melek.
Sesosok wanita berambut hitam dan bermata coklat terlihat pusing setelah tidurnya semalam.
"Apa yang terjadi ? Bukankah tadi aku di laut ?"
Tanya wanita itu yang sadar sedang berada di sebuah ruangan yang kecil dan kumuh.
"Inikan...Rumah asalku ? Bukankah aku Rose ?"
Batin wanita itu.
"Ah benar... Itu semua pasti mimpi, Mana mungkin aku bisa hidup sesempurna Rose, Benar benar tidak tahu diri! Kenapa aku bermimpi menjadi Rose sang tokoh antagonis dan mengubah alur cerita SILVIA ? Orang sepertiku mana bisa, karena diriku yang asli adalah Lusi dari dunia modern bukan Rose"
Batin Lusi yang bangkit dari tidurnya, kepalanya benar benar pusing.
"Mimpi yang aneh dan lama sekali... Serasa nyata sampai belasan tahun"
"Itu hanya mimpi ? Bukan kenyataan ya ?"
Gumam Lusi yang mulai berkaca kaca dan menyayangkan mimpi indah itu.
"Padahal Kebahagiaan dan perasaanku nyata"
Gumam Lusi menatap Novel 'SILVIA' dan mulai meneteskan air mata, karena benar benar menyayangkan kebahagiaan mimpinya.
"Eh ? Sudah hampir terlambat kuliah !"
Sadar Lusi segera pergi ke kamar mandi kecilnya dan bersiap siap pergi kuliah.
Di perjalanan, Lusi secara iseng melihat kabar beranda terkini sebelum melewati trotolan.
"Eh ? Penulis Novel SILVIA di kabarkan meninggal ?"
Kaget Lusi sambil membaca baca berita terkini.
"Di perkirakan malam tadi, Sang penulis ini meninggal karena hal yang tidak di ketahui, ada yang bilang karena stres, sakit, minum racun, bahkan ada yang bilang di bunuh oleh penulis novel lain yang iri, namun ketika di periksa tidak satupun benar, Mayat penulis Novel ini sudah di temukan tidak bernyawa tanpa ada tanda tanda pengungkit kematian...."
Isi Surat berita yang Lusi baca sudah tersebar di mana mana, karena kematiannya yang dianggap aneh.
Namun ternyata Penulis Novel SILVIA itu adalah Rever yang memindahkan Roh tubuhnya ke dunia Raisty.
"Ting..."
Suara Bel sepeda, Namun Lusi yang fokus pada hp nya tidak tahu dan mengira bahwa itu adalah suara bel lampu trotolan yang menandakan bahwa orang orang bisa segera lewat.
"Apa ini hanya kebetulan ? Kenapa waktunya sama di saat aku melihat perampok di rumahku kemarin malam ? Dan kenapa yang bersangkutan harus dengan Novel SILVIA ? Seperti di mimpiku?... Apa..."
Batin Lusi yang berjalan melewati Trotolan yang padahal di sana banyak kendaraan berlalu lalang.
Namun karena Lusi benar benar sedang tidak fokus akhirnya ia tersadar oleh teriakan orang orang dan sebuah kendaraan besar melaju ke arahnya.
__ADS_1
"TIIIIIIIIIIINNNN!!!!!!!!!"
Truk besar mengarah dengan cepat ke arah Lusi, Terlalu dekat jaraknya untuk menge-Rem
"Brakkkkkkkk!!!!!!!"
Darah mulai bercucuran dengan hebat tepatnya di kepala Lusi.
Matanya sudah tidak bisa berkedip lagi, Tapi kesadarannya masih bangun dan mulai melemah.
Truk yang menabraknya langsung bisa berhenti setelah mengeram dari jarak jauhan.
Supir dan orang orang setempat yang melihatnya Mulan berkumpulan, Namun tidak satu pun dari mereka yang menolong karena takut dan ngeri atas darah yang terus saja mengalir masih belum berhenti.
Namun yang mereka tidak perhatikan adalah Lusi masih memegang Hp tentang Novel SILVIA yang bisa di lihat secara online.
"Mati... Lagi ?!"
Batin Lusi di akhir kesadarannya.
...***...
"Hahh..."
Kaget Lusi yang menemukan dirinya di tempat yang begitu gelap dan sempit sedang terbaring di sebuah kayu yang rata dan keras.
"Di... Mana ini ?"
"Tolong !!!"
Teriak Lusi dan membuatnya kaget mendengar suaranya jauh lebih indah dari dirinya yang asli.
"Inikan.... Suara Aku menjadi Rose seperti di mimpi ?!"
Batin Lusi mengingat ngingat.
"Sesak.... Apa aku mimpi jadi Rose lagi ?"
"Ah yang terpenting bukan itu !!! Bila aku benar Rose seharusnya aku bisa menggunakan sihir teleportasi untuk keluar dari ruangan sempit ini !!!"
Batin Lusi yang duduk saja tidak bisa karena sempitnya ruangan itu, hanya pas untuk orang berbaring saja.
"Sihir teleportasi kumohon ! Bila aku benar Rose ! Nafasku..."
Batin Lusi lagi yang lalu mengeluarkan Sihir teleportasi.
"Zhappsshhh...✨"
Akhirnya Lusi berhasil berteleportasi.
"Inikan makan keluarga kerajaan ? setiap tahun selalu ke sini berziarah ke ayah dan ibu... Kenapa aku di sini ?"
__ADS_1
Batin Lusi mengingat ngingat.
"Ah iya ! Sebagai Rose aku telah mati dan di kuburkan di sini ! Berarti ruangan sempit itu peti mati !? Dan aku....Mati suri ?"
Batin Lusi menyadari dan berhasil menelan situasi.
"Ha...."
Gumam seseorang dari arah belakang yang langsung membuat Lusi menoleh.
"Zhumi ?"
Tanya Lusi menyadari orang di belakang nya adalah Zhumi seorang diri.
"Rose... ?! Tidak ! Mayat hidup ?! Hantu !?"
Kaget Zhumi benar benar tidak percaya apa yang ada di pikirannya.
"Tidak ! Ini aku ! Rose !"
Teriak Rose berusaha menyadari Zhumi agar tidak salah paham.
"Kau !!! Pasti penyamar !"
Yakin Zhumi langsung memegang gagang pedangnya.
"Zhumi tunggu..."
"Shriiiiiiiiiing....."
Satu tebasan pedang terlempar, Lusi/Rose yang kaget Refleks melompat ke belakang Namun tetap saja pipi sebelah kiri Rose tergores sedikit namun dalam sehingga darahnya menetes sedikit demi sedikit.
"Aww..."
Gumam Rose merasa kesakitan.
"Hantu bisa berdarah ?!"
Kaget Zhumi langsung mundur dan mulai takut bila itu benar Rose.
"Tiba tiba aku bangun di peti mati, Karena sesak aku memakai sihir teleportasi !"
Ucap Rose berusaha menjelaskan apa adanya.
"Ma...Mati suri ?!"
Kaget Zhumi sekarang ia mempercayai bahwa orang yang di depannya adalah Rose asli.
"Rose... Aku melukainya ?! Kalau Rever tahu..."
Batin Zhumi mulai bergidik.
__ADS_1