ROSE, Antagonis Bereinkarnasi

ROSE, Antagonis Bereinkarnasi
chapter 2 (hari pertama ku sebagai bayi)


__ADS_3

"eumhhh"


gumam Lusi.


"kenapa mataku susah di buka ? berat sekali... seperti ada lemm"


rintih hati Lusi.


tiba tiba Lusi merasa ada tangan menyentuh tubuhnya, tangan itu sangat besar untuk tubuhnya, lalu ia di letakkan dengan lembut di kasur yang empuk, tubuhku seperti di letakkan di pelukan seseorang.


aku merasa seperti bayi, sepertinya begitu, aku sedang bermimpi menjadi seorang bayi orang kaya kan ? dan aku pasti sedang dipeluk oleh ibuku..


"jadi begini rasanya di peluk seorang ibu..?"


jelas hati Lusi.


"letakkan saja putri kecil itu di tubuh ibunya"


jelas kata kata seseorang.


"apa ? tapikan ibu ratu telah meninggal saat melahirkan"


jelas seseorang.


"!?"


kaget Lusi.


"ha... kalau begitu pangeran seidon dan putri rose tidak memiliki orang tua? bagaimana dengan nasib istana ?"


tanya seseorang.


"mustahil ! di novel di ceritakan bahwa ayah dari seidon mati sesudah istrinya! kenapa alurnya berubah?"


jelas rose dalam hati.


"rose ? seidon ? apa maksudnya aku adalah rose ?! haha tidar dulu saja, aku akan terbangun di rumah papanku"


gumam hati Lusi.


"pangeran telah datang !"


teriak seseorang.


"pangeran seidon, selamat datang"


hormat banyak orang.


"drap darp drap"


suara lari kali.

__ADS_1


"bibi ! apa ibuku benar benar telah pergi selamanya ?"


rintih seidon sambil menangis.


"ya ampun padahal pangeran seidon masih kecil, bagaimana ini ?"


tanya para pelayan.


"bibi, apa orang yeng telah merenggut nyawa ibuku adalah bocah kecil ini ?!"


tunjuk seidon.


"apa ?! maksudnya itu aku ?!"


shock Lusi dalam hati.


"oeeeeekk ! oeeeeeek !"


jerit Lusi.


"rose... di menangis ?"


tanya seidon yang merasa bersalah.


"apa ini semua salahku ? apa dia dengar yang tadi aku katakan ?"


tanya seidon khawatir.


tanya hati Lusi.


"mana mungkin pangeran, putri rose kan masih kecil"


jelas pelayan.


"huh, ternyata benar aku bermimpi masuk dunia novel 'silvia' dan yang paling mencengangkan adalah aku akan mati karena kejahatanku, dan cintaku pada rever ! pasti hara gara sebelum tidur aku kasihan pada rose aku jadi bermimpi jadi dia"


jelas hati rose.


"pangeran, yang paling penting sekarang, raja dan ratu sudah tidak ada ! istana dalam bahaya! akan ada banyak orang yang akan mengincar takhta ! Anda harus memimpin !"


jelas seseorang.


"bisa bisa kami akan mati, apa sebaiknya Risen saja ya"


bisik para pelayan.


"kenapa ribut ribut ?! toh nanti bakal ada duke qilies "


jelas hati rose.


keesokan harinya.

__ADS_1


"pangeran seidon ! Duke qilies akan membantu anda mempertahankan istana !"


sorak para pelayan.


"kan benar"


bangga hati rose.


"kyaaaa! aaaa!"


teriak bahagia rose.


lalu seorang pelayan menggendongnya.


rose dengan berat membuka matanya. lalu ia melihat sekeliling.


"woaaaah ! bagaimana bisa kamarku secantik ini!?"


kaget rose dalam hati.


"eh, aku lupa, bagaimana bisa aku masih di sini ? ini mimpikan ?"


tanya jati rose.


lalu tiba tiba rose melihat sebuah lukisan.


itu adalah lukisan seorang raja dan ratu yang tidak lain adalah orang tua rose.


"aaa.. aaa."


tunjuk rose pada Poto itu.


"ah, ini adalah Poto mendiang ayah dan Ibunda anda "


senyum Mei song (dayang rose).


"wah, rambut ayah berwarna hitam dan mata merah,sedangkan rambut dan mata ibu berwarna kuning mereka tampan dan cantik sekali~ bagaimana mereka bisa awet muda !?"


gumam hati rose.


"aku penasaran wajah seidon dan aku seperti apa, apa bisa semenawan mereka ?"


tanya hati rose.


"Mei song, aku ingin melihat adikku"


kata seidon yang membuka pintu kamar rose.


"se...seidon ?! bagaimana bisa setampan itu !!! sayang sekali dia kakakku T-T"


gerutu hati rose.

__ADS_1


__ADS_2