
"Le...Lebah !"
Gesa Damis langsung mendorong Rose dengan punggung nya seolah olah kecelakaan.
"ROSE!!!!!"
Teriak Rever mengernyitkan alis dan matanya.
Membuat semua orang melirik melihat apa yang terjadi.
"JBYUUUUURRRRR!!!!!"
Entah bagaimana pun Rose akhirnya tercebur ke Telaga Ren bagian dalam itu.
Rever langsung meringankan tubuhnya dan meloncat dengan dalam ke arah tempat Damis berdiri.
"Tap!"
Suara pijakan Rever ke lantai Tempat Damis berdiri, Membuat mereka saling menatap satu sama lain, Dan terlihat tatapan Rever yang tajam sampai ke tulangnya dan tatapan Damis yang benar benar kaget keringat dingin.
"JBYUUUUUUR"
Akhirnya Rever melompat ke air untuk mengeluarkan Rose.
Di malam yang gelap itu di tambah pandangan yang buram karena air Rever cukup kesulitan mencari Rose.
Sebenarnya Rose bisa berenang, Namun Baju yang ia kenakan sekarang adalah model baju khas kerajaan barat dengan Rok nya yang mengembang membuat tubuh menjadi lebih berat dan kesulitan berenang.
Apalagi sekarang sedang berada di Telaga Ren, Tempat untuk mengisi Energi magic yang Energinya sekarang sedang tidak stabil, Membuat siapa pun tidak bisa menggunakan sihir di dalamnya.
Tiba tiba Rever merasakan suatu gelembung berada di tangan kanan yang ia rentang kan, barulah ia bisa tahu bahwa Rose berada di sebelah tangan kanannya meski agak dalam sedikit.
"Gelembung yang keluar tadi adalah nafas Rose ?! Kalau begitu nafasnya sekarang..."
Batin Rever panik dengan kondisi Rose.
Akhirnya Rever bisa merangkul Rose, Nampak sekali karena Energi telaga Ren sedang tidak stabil organ organ dalam tubuh menjadi mati rasa dan sedikit bermasalah termasuk Rever dan Rose, Sekarang Rose dalam keadaan pingsan karena hal itu, Sedangkan Rever masih berusaha menjaga kesadarannya.
__ADS_1
Terlihatlah Sebuah tali mengenai tubuh Rever, langsung saja tangan kiri Rever menariknya sedangkan tangan kanan Rever merangkul Rose.
Hingga sampailah di permukaan, Semua orang sudah menunggu dengan tatapan khawatir, Terlihat juga Damis yang paling khawatir di antara mereka.
"Beri ruang untuk pangeran!"
Ucap Angga langsung saja semua orang mundur dan memberi ruang besar pada Rever,
Diameter jarak orang orang pada Rever lumayan jauh, hampir 20 meter luasnya, Namun yang berani paling dekat dengan Rever adalah Damis, padahal Raja Ranga sendiri memberi ruang untuknya.
"Bagaimana ini ?! Aku menyesali perbuatanku... Tapi sekarang sebenarnya aku tidak takut Rever karena dia sendiri memiliki level Raior yang rendah, Yang aku takuti kakek marah karena nyawa cucunya hampir melayang..."
Batin Damis berteriak sekencang kencangnya.
Danis pun berjalan ke arah Raja Ranga dan meminta maaf padanya.
"Kakek, Maafkan aku. Aku sendiri tidak tahu kejadiannya bisa separah ini ! Aku benar benar minta maaf!"
Ucap Damis dengan keringat dingin.
"Lho ? Kenapa meminta maaf padaku ? Seharusnya kau meminta maaf pada Rever dan Rose."
Sebenarnya Damis enggan meminta maaf pada Rever, Meski Rever adalah pangeran utama tapi tetap saja Damis merasa dirinya tidak pantas meminta maaf pada Rever.
Namun karena ini perintah kakek nya langsung, mau tidak mau Damis langsung berbalik dan berjalan ke arah Rever yang masih duduk sedangkan Rose sudah pingsan tak berdaya.
"Re...Kakak ! Aku benar benar minta Maaf..."
Pinta Damis yang berharap Rever langsung memaafkannya agar masalah ini cepat selesai.
"Kau Tidak Perlu Meminta Maaf"
Ucap Rever dengan senyumnya yang polos, Sontak saja membuat semua orang kaget sekaligus lega masalah dingin bisa terselesaikan dengan cepat.
Damis pun puas dan berbalik lagi ke arah Ranga.
"Kakek ! Rever bilang aku Tidak Perlu..."
__ADS_1
Ucap Damis ingin melaporkan pembicaraannya dengan Rever tadi, Namun ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya itu karena Tiba tiba Rever menusuk Damis dengan tangannya Sendiri dari punggung bagian belakang menembus tubuhnya.
Darah mulai menetes, Sedangkan tangan Rever masih belum di tarik dari tubuh Damis, Semua orang sontak geger, Danis hanya bisa gemetar dalam berdirinya.
"Kau Tidak perlu Minta Maaf, Karena percuma saja. Aku tidak akan memaafkanmu"
Ucap Rever, Kini Ekspresi nya berbanding terbalik 130 derajat dari Ekspresi nya saat menjawab permintaan maaf Damis yang pertama.
"Anakku ! Ayah ! Lihat Pangeran kesayanganmu itu ! Beraninya dia menusuk anakku ! Cepat Lepaskan tangan kotormu itu !!!!!! Huhu"
Isak Tangis Seorang Selir bernama Dhita berlari ke Arah Danis dan Rever.
"Berhenti Disana."
Suruh Rever yang langsung saja membuat Selir itu berhenti dari larinya.
"Pintar~ Jika ingin anakmu selamat turuti kata kata ku ya"
Senyum Rever yang masih belum melepaskan Tangannya dari Tubuh Damis.
"Ce...Cepat Lepaskan Anakku ! Atau kau akan tau akibatnya !!!"
Teriak Dhita memperingati Rever.
Namun Rever malah Diam dalam keheninga, Sampai teriakan Damis menghancurkan keheningan tersebut.
Terlihat sekali Rever memberikan sihir mematikan pada tangannya sehingga tubuh Damis bisa merasakan bagai di sayat sayat karena sihir tersebut.
Dhita, ibunya langsung diam demi keselamatan anaknya itu, Ia tahu karena tadi menyinggung Rever Damis jadi merasakan rasa sakit tadi.
"Ku...Kumohon ! Maafkan Aku dan Damis! Aku akan mendidiknya lebih ketat lagi ! Maafkan nyawanya !"
Pinta Dhita sambil merengek tangis.
Ranga dan yang lainnya hanya bisa melihat Rever, Padahal baru tadi pagi mereka lihat Level Raior Rever yang begitu Rendah, Namun sudah di kejutkan oleh kemampuannya yang lain.
"Tanganku pegal juga, Baiklah aku serahkan anakmu"
__ADS_1
Ucap Rever yang melepaskan tangannya dari Damis dengan kasar Sontak saja membuat Damis langsung jatuh karena kehabisan tenaganya.