
"? apa maksudmu?"
tanya rose tidak bisa mengendalikan ekspresinya..
"maaf tiba tiba, meski aku seorang Baron... tepi... aku tidak bisa terus diam dan menerima, jadi untuk itu asal kamu membentuk dekat dengan pangeran... aku sangat berterima kasih... meski tak ada yang bisa ku berikan"
gugup Silvia.
rose hanya diam keheranan saking kagetnya.
"apa ini ?? apa alur novel akan terus sama ? aku akan mati ? tapi... aku juga bisa mempeoleh keuntungan kalau membantu Silvia... ah tidak, apa bisa seorang raja menikah dengan seorang Baron ? eh ?! kenapa pikiranku menjadi seperti rose yang asli ? aku..."
pikir keras rose.
"sa...saya tidak tahu, ini benar benar sulit, maaf saya kaget... saya akan mempertimbangkan"
jelas rose.
"baik, saya mengerti"
senyum Silvia.
"aku yang salah tiba tiba bertanya begini, padahal aku dan putri juga belum akrab, kalau kami akrab mungkin bisa ya..."
pikir Silvia.
"hai rose, Silvia "
sapa rever dan Rosyid.
"i...itu rosdyid ?! datang ke meja ini ?"
senang hati Silvia yang langsung membuat wajahnya memerah.
"kenapa Silvia memerah ? dia bilang kan suka seidon bukan rever atau rosyid"
tanya hati rose.
"rose bagaimana kabarmu ? semenjak aku melakukan bisnis aku jadi tidak punya waktu janjian denganmu, jadi kita hanya bisa bertemu sekarang"
senyum Rosyid.
"tidak apa apa kok, tanpa dirimu pun rose saaaangat bahagia bersamaku"
__ADS_1
jelas rever sambil mendekati rose.
"rever... jika terus bersamamu rose akan bosan"
senyum Rosyid yang hatinya sangat terbakar.
"rose...apa kau akan bosan padaku .."
rintih rever dengan tatapan berkaca kaca.
"pria ini...menyebalkan"
kesal hati Rosyid.
"rever kau adalah Sabahat ku, aku tidak akan bosa padamu"
jelas rose mengelus elus kepala rever.
"apa kak Rosyid menyukai rose ? dari tadi berebutan dengan rever ? Rosyid saja begini apa lagi pangeran ? Harus kah aku bilang seperti ini pada ibu, setidaknya agar kak igi lepas ?"
tanya hati Silvia.
"bel istirahat berbunyi, rever segera kembali ke kelasmu ya"
lalu rever juga membalas senyuman rose dan diam diam melirik Rosyid menandakan dia menang, tentunya melihat itu Rosyid jadi sangat kesal.
lalu rever dan rose pun pergi ke kelasnya.
"eh kau masih belum pergi ?"
tanya Rosyid.
"makanan saya be...belum habis kak, tadi saya melamun"
gagap silvia.
"ha.. aku tidak tahu rose kenapa ke kelas terlalu cepat, istirahat kan masih ada banyak waktu, oh iya aku belum makan, kau tidak keberatan kalau aku duduk di sini ?"
tanya Rosyid.
"te..tentu kak"
senang Silvia.
__ADS_1
pulang sekolah...
"eh kenapa gerbang istana penuh kereta kuda besar besaran ? apa ada orang penting yang datang ?"
tanya rose.
"ini seperti kereta kuda berlambang kerajaan ranaman yang terkenal dengan militernya dan wanita wanita tangguh, kalau saat ini di pimpin ratu ellicia"
jelas rever.
"wah begitu ya"
paham rose.
"tuan putri, tuan rever kalian harus cepat ganti baju kita kedatangan ratu ellicia"
gegas Mei song.
di ruang tamu...
"hormat kami pada ratu ranaman dan pangeran raisty"
hormat rose dan rever.
"bagus rose kau sudah datang, maaf mereka baru pulang sekolah, saya tidak tahu anda akan datang secepat ini, karena di surat anda bilang besok"
jelas seidon.
"tidak masalah pangeran, seperti yang anda tahu maksud kedatangan saya ke sini ingin menyekolahkan putri saya di sini sebagai gantinya saya bisa memenuhi yang anda janjikan,"
jelas ellicia.
"tentu saja ratu, rose rever perkenalkan ini putri erena ajak dia di sekolah"
pinta seidon.
"tapi ratu di sekolah kami semua anak murid di anggap sama, jadi maaf kalau putri anda juga di perlakukan seperti anak biasa"
jelas seidon.
"tidak masalah pangeran, namun seperti yang anda tahu putri saya berumur 15 jadi tidak bisa sekelas dengan putri rose yang berumur 13, namun saya harap ia selalu dekat dengan putri rose"
senyum ellicia.
__ADS_1