
"setelah pesta selesai kalian harus ke ruangan ku ya"
bisik seidon pada rever dan Rosyid.
"kakak,!"
sapa rose.
"rose ? bagaimana pestanya ?"
tanya seidon.
"sangat menyenangkan, di sini ada banyak makanan enak"senyum rose.
"rose, aku mau makan yang di sana,"
ajak rever.
"baiklah, kalau begitu aku pergi dulu"
pamit rose.
"rose tunggu !"
pinta Rosyid.
"sial laki laki sial*n itu ! apa ku bunuh dia diam diam ya ?"
geram hati rever.
"rose, aku benar benar lapar, dari pagi sudah harus siap siap,"
pinta rever dengan wajah lemas.
"ah benarkah ? aku juga sama ! hanya meminum segelas kopi"
kata rose yang langsung pergi dengan rever menuju meja cemilan.
"mereka pikir, hanya mereka yang tidak sarapan ?"
pikir Rosyid dan seidon bersamaan.
"oh ya rose, aku ingin mengatakan sesuatu"
kata rever.
"apa ?"
tanya rose.
"kenapa kau begitu dekat dengan Rosyid ?"
tanya rever.
"dulu aku sering mengunjunginya, tapi sekarang jadi jarang"
__ADS_1
jawab rose.
"apa kau suka dia ?"
tanya rever.
"tentu saja, tahun depan dia resmi menjadi Duke, wajahnya juga tampan, di sekolah nilainya juga bagus, dan Rosyid kan baik"
senyum rose.
"jadi itu yang kau sukai dari dia ?"
tanya rever dengan tajam.
"a..apa ini ? kenapa rever menatapku setajam ini, rever kan belum pernah begini padaku, dia tidak memancarkan aura raiun, tapi entah kenapa sangat terasa dingin"
bingung hati rose.
"iya... aku suka Rosyid"
gumam rose.
lalu rever pun segera pergi meninggalkan rose dengan cepat.
"rever ?! mau kemana ?"
khawatir rose.
"toilet !"
kata rever melangkah lebih cepat.
"eugh ? kenapa bisa begini !?"
kesal rever mengingat di masa lalu rose pernah bilang menyukai Rosyid.
tiba tiba rever memancarkam aura raiun hitam (kebencian) dengan besar besaran sehingga membuat semua ruangan gelap dan tertutup ruangan itu.
"untung aku segera pergi, hampir saja rose melihat aku mengeluarkan raiun hitam, aish ? kenapa bisa sebanyak ini ?"
tanya rever melihat aura raiun nya memenuhi ruangan.
"Rosyid... haruskah aku membunuhmu ?"
pikir rever.
"rever ? apa kau di dalam ? kau baik baik saja ? aku masuk ya ?"
tanya rose membuka pintu.
"apa ? dia mengikutiku ? tidak ! jangan masuk ! jangan sampai diriku terbongkar !"
teriak hati rever.
"drrrrrk"
__ADS_1
suara geseran pintu.
lalu asap hitam berkeliaran dari dalam ruangan,
"!? kebakaran !?"
panik rose.
"kebakaran ! tolong ! rever di dalam ! rever !?"
teriak rose khawatir.
"eh ?! untung dia tidak peka"
lega hati rever yang ada di dalam.
lalu rever mengekuarkan jurus api dan membakar gorden agar semua orang tau kalau asap itu adalah asap api bukan aura kebenciannya.
"lalu datang banyak pelayan sambil membawa air dan menyemburkan kemana mana.
"rever !? dia didalam !"
teriak rose berjalan ke dalam namun di cegah oleh prajuri.
"tuan putri ! berbahaya !"
pinta prajurit itu.
lalu rever pun berhasil keluar.
"rever ?! kau tidak apa apa ?"
tanya rose.
"ada apa ini ?"
tanya seidon yang tiba tiba datang berlari.
"kebakaran ? tidak, ini adalah aura, orang biasa memang tidak sadar, aku ke sini juga merasakan ada orang yang mengeluarkan sihir kecil namun kuat,"
pikir seidon yang langsung menoleh pada rever yang tadi menatapnya.
lalu rever tersenyum ke arah seidon.
"kejadian ini... jangan di besar besarkan, kalau sudah beres segeralah urus pekerjaan kalian masing masing"
suruh seidon.
"rever, kau tidak apa apa ?"
tanya seidon menghampiri rever dan rose.
"sepertinya aku tidak sengaja menjatuhkan lilin, sebelum api tersebar aku sudah berada jauh dari sana, asapnya bertebaran kemana mana"
rintih rever dengan wajah takut dan memelas menatap seidon.
__ADS_1
"syukurlah kau baik baik saja, *rever sia*an jangan memasang eskpresi menyebalkan itu padaku !*"
kata seidon.