
2 tahun kemudian...
Rosyid berhasil mempertahankan kediaman qilies.
rose selalu ada ketika Rosyid dalam masalah, dan rever juga selalu mengikuti rose diam diam dan masih berpura pura polos seperti anak kecil.
"rever, aku ingin sekali cepat berumur 13 tahun agar aku bisa sekolah bersama dengan bangsawan lainnya"
keluh rose.
"nanti juga kesampaian, malam ini aku tidur di kamar mu ya ?"
pinta rever dengan wajah polos.
"ya sudah"
jawab rose.
malamnya...
"rose mau ku bacakan sebuah dongeng ?"
tanya rever.
"aku harus mengerjakan pr dulu, kau memang sudah ?"
tanya rose.
"sudah, aku tidak peduli nilai ku jelek"
senyum rever.
"apa ? nilai mu jelek ? kau sering mendapat nilai sempurna dengan cepat"
kesal rose.
"padahal aku selalu mengisi dengan ngasal kok.. aku juga suka mendapat nilai nol atau 50 kan ?"
rendah rever.
"ya wajat saja, aku sudah bereinkarnasi, ini benar benar soal mudah Samapi sampai aku harus dengan sengaja mengalahkan jawabannya"
pikir rever.
"baiklah sudah, lelahnya..."
lelah rose.
"ayo kita tidur bersama rose, 5 tahun lagi akan terasa cepat,"
bujuk rever.
__ADS_1
5 tahun kemudian...
"akhirnya hari pertamaku ke sekolah, maaf ya padahal sekarang umurmu 16 tahun seharusnya kau bisa sekolah bareng yang lain 3 tahun lalu"
ucap rose.
"tidak apa apa, aku menunggu mu saja"
senyum rever.
di kelas...
"wah ini kah putri rose ? salam kenal putri, saya riria"
sapa riria.
"salam kenal juga, saya Dahlia"
sapa Dahlia.
"apa mereka dua sahabat rose yang asli di novel"
pikir rose.
"senang bertemu, karena ini di sekolah silahkan panggil aku rose saja"
senyum rose.
sapa seseorang.
"hai rose, saat aku mendengar kau sekolah di sini karena umurmu sudah 13 tahun, aku langsung cepat cepat ke sini"
sapa Rosyid.
"hai Rosyid, semakin hari kau semakin sibuk ya ? kita sampai berhenti surat menyurat"
jelas rose.
"tentu saja, kita adakan pertemuan kalau ada waktu saja"
jelas Rosyid.
"waaa, putri rose sering menyurat dengan Rosyid ? hebat sekali"
bangga riria.
"kita semua murid baru kan ? aku dengar ada seorang siswa dari seorang Baron "
gosip Dahlia.
"benarkah ? bukankah seorang Baron biasanya tidak punya dana untuk sekolah di sekolahan terbesar raisty ?"
__ADS_1
tanya riria.
"aku dengar dia juga mendapat beasiswa ! waah dia pasti sangat pintar"
gosip Dahlia.
"apa yang mereka maksud .... Silvia ?"
tanya hati rose.
"wah sudah jam segini, sepertinya aku harus kembali ke kelas, jam istirahat kita makan bersama ya"
ajak Rosyid.
"baiklah"
jawab rose.
"wah tuan putri suka pada Rosyid ?"
tanya Dahlia.
"apa maksud kalian ? kami hanya sebatas teman"
jawab rose.
"marganya benar benar tinggi sih, diakan seorang Duke qilies, nama keluarga terhebat dalam bangsawan, tapi sayang katanya muka dia hancur karena kecelakaan, jadi sampai sekarang masih belum di buka"
jelas Dahlia.
"sudah bertahun tahun tapi belum sembuh ya ? apa mereka seorang yang Mandang fisik ? *ingat* oh iya ya, di novel mereka juga Mandang harta dan marga-_"""
pikir rose.
"waa ada guru ! guru sudah datang ! "
teriak seseorang
lalu semua orang pun duduk,
nampak seorang guru datang sambil membawa seorang wanita seumuran rose, dan wanita itu nampak cantik dan baik hati.
sehingga memancarkan aura positif.
"selamat pagi anak anak, nama saya Bu tia, kalian pasti penasaran siapa anak di samping ibu, baiklah silahkan perkenalkan dirimu nak"
suruh guru Tia
"perkenalkan saya Silvia Ronald,"
sapa Silvia.
__ADS_1
"!!?"