
"apa yang harus kulakukan?"
tanya hati silvia.
"kak...kakak tidak apa apa ?"
tanya Silvia menggoyang goyangkan tubuh Rosyid
"euhmh"
gumam Rosyid sambil berusaha bangun.
Silvia pun membantu Rosyid bangun.
tiba tiba Rosyid menghadapkan wajahnya pada Silvia yang saat itu tanpa topeng..
"ka.."
kaget Silvia.
"apa ?"
tanya Rosyid yang belum menyadari dirinya tak memakai topeng.
"kakak...tampan ya"
panik Silvia.
"ha ? apa ?"
tanya Rosyid yang mulai meraba wajahnya...
"*apa ini ? * to...topengku !?"
kaget roayid baru menyedari.
lalu Rosyid bergegas menongoj ke arah arah, dan akhirnya menemukan topengnya dan langsung mengambilnya.
"ma...maaf Silvia, kau pasti kaget melihat wajahku, wajahku memang buruk..."
gagap Rosyid sambil memakai topengnya kembali.
"buruk ? apa maksud kakak ?*wajah semulus itu di sebut buruk ?!*"
tanya silvia.
"seluruh wajahku terkena luka bakar yang serius, aku pernah melihat cermin dana ku benar benar shock saat itu.... bertahun tahun berlalu aku tidak berani melihat wajahku tanpa topeng, kau pasti kaget ya, maaf wajahku memang menakutkan "
pinta Rosyid sedikit murung.
"eh ?! ti...tidak apa apa ? apa maksudnya menakutkan ? wajah anda bagus kok, sepertinya luka itu sudah sembuh, anda visa bercermin nanti"
jawab Silvia.
"kak Rosyid pikir punya wajah buruk karena setelah kejadian mukanya terbakar tidak pernah bercermin ? ia hanya bercermin sekali saat kecelakaan itu belum lama terjadi, wajar saat itu mukanya pasti hancur, tapi sampai sekarang dia masih belum berani melihat cermin ?"
pikir Silvia.
"sembuh ? muka sehancur itu bisa sembuh ?"
tanya Rosyid.
__ADS_1
"Silvia... tolong rahasiakan soal wajahku..."
pinta Rosyid.
"*Ra..rahasia ? aku memegang rahasia Rosyid ?* tentu saja"
senang Silvia.
"e...Silvia...ada lagi yang ingin kutanyakan... bagaimana rupa wajahku ?"
tanya Rosyid.
"wajah anda ?... ah itu... seperti wajah bayi yang baru lahir, benar benar mulus dan menggemaskan"
jawab Silvia.
"dia hanya memuji ku kan ? muka asliku pasti hancur, dia hanya tidak ingin aku membencinya karena aku seorang Duke ? kalau seperti ini... aku jadi ingin membencinya"
pikir Rosyid dengan kesal namun tetap tersenyum.
pulang sekolah...
...kediaman qilies tepatnya kamar pribadi Rosyid......
"Silvia... wajahku menggemaskan seperti bayi ?"
gumam hati Rosyid yang menatap cermin namun masih memakai topeng.
"cermin ini pemberian orang tuaku... aku tidak mau membuangnya, tapi di sisi lain aku takut wajahku... jadi aku menutupnya dengan kain.. penuh debu..."
gumam Rosyid yang mengelap cermin.
tanya Rosyid pada dirinya sendiri.
*lalu Rosyid membuka topengnya dalam ke adaan mata tertutup...
setelah menyiapkan hati akhirnya Rosyid membuka matanya perlahan dan menatap dirinya di cermin.
"!?"
"wajahku ?! mo...monster !??!! a..."
kaget Rosyid yang melihat wajahnya seperti monster yang pernah ia lihat dulu juga.
"wajahku tetap sama ?! a...aaaar"
teriak Rosyid shock*.
"AAAAAAAARGHHHGG !!! ARRRGH ! ARRRGH ! AAAAA...."
*teriak Rosyid.
"tuan...tuan ! ada apa !"
panik sekelompok pelayan dari luar kamar menerobos masuk.
"!? hah ?! tu...tuan ?"
panik para pelayan melihat wajah Rosyid*.
...***...
__ADS_1
"hah ?!!!"
sadar Rosyid yang ternyata semua itu hanya hayalan semata, dan dia masih menghadap cermin yang baru ia buka.
"bagaimana bila itu terjadi ?"
gemetar Rosyid.
lalu Rosyid memaksakan dirinya membuka topeng nya,
"!!?.. i...ini wajahku ?! sudah sembuh ?! bagaimana bisa ? Silvia benar ?! pelayan ! dayang !"
panggil Rosyid .
"ya tuan ?"
tanya para pelayan.
"tu.. tuan ? wajah anda ? sudah sembuh ?"
kaget para pelayan bahagia.
"wajahku...menggemaskan seperti bayi ? yang benar saja ? sekarang wajahku cocok untukku yang seorang calon Duke ! benarkan ?"
tanya Rosyid.
lalu pra pelayan mengangguk dengan senang.
di sekolah...
"waa sudah dengan rumornya ?"
"Rosyid ke sekolah tanpa topeng, wajahnya benar benar tampannnn"
"bukannya katanya wajahnya hancur karna kecelakaan kebakaran ?"
istirahat...
"Silvia ?"
sapa Rosyid yang tak sengaja berpapasan dengan Silvia di lorong.
"kak Rosyid ? Anda tidak memakai topeng anda ?"
tanya Silvia senang.
"terima kasih ya, berkatmu aku jadi berani melihat wajahku di cermin, ku pikir kau berbohong "
pinta Rosyid.
"sama sama... selamat atas wajah anda maaf baru mengatakannya sekarang, orang orang menemui anda, saya jadi tidak punya kesempatan"
pinta Silvia.
"tidak apa apa, pokoknya sekarang, aku sudah lebih berani untuk bisa dekat dengan rose"
senyum Rosyid.
"?! em ?"
kaget Silvia.
__ADS_1