
"Damis !"
Teriak Dhita langsung merangkul Damis meski tubuhnya harus berlumuran darah akibat dada tengahnya yang bolong.
"Bersyukurlah, aku menusuk dada tengahnya, Bukan jantungnya haha"
Ucap Rever meringankan perkataan nya.
Meski kesal Dhita hanya bisa diam dan menangis saja, Sedangkan semua orang masih tercengang.
"Ah iya, Karena kita semua Keluarga, Sepertinya kejadian ini hanya untuk di antara kita saja ya, Kalo ada orang luar yang tahu, Aku tidak punya pilihan selain mencurigai kalian semua"
Ucap Rever untuk semua orang dengan tidak langsung meminta semuanya merahasiakan kejadian malam ini.
"Tuan, Sudah larut. Aku sudah menyuruh dokter perempuan untuk menunggu di kamar Rose"
Ucap Ishani yang tiba tiba datang, Membuat semua ketegangan orang orang khususnya pria terpukau oleh bentuk tubuh dan wajahnya yang begitu indah.
Namun mereka langsung iri ketik Gadis itu malah seperti pelayan di hadapan Rever.
"Kau sudah siapkan air hangat ?"
Tanya Rever sambil berjalan ke arah Rose dan menggendong Rose layaknya Gentleman untuk di bawa ke kamarnya.
"Tenang saja, saat sampai di kamar putri Rose pasti sudah hangat"
Jawab Ishani dengan lembut.
Keesokan harinya...
Nampak semua orang seperti belum mengalami kejadian semalam dan bersikap normal seperti biasanya, Hanya saja tersebar cerita bahwa Pangeran Damis mengalami kecelakaan yang membuatnya koma untuk menutupi kejadian semalam.
Di kamar Rose...
"Aku tidak tahu harus sampai kapan menginap, maaf ya"
Ucap Rose yang susah bangun dari kasurnya.
__ADS_1
"Tidak pulang juga tidak apa apa, Nanti aku beritahu kakakmu"
Ucap Rever menenangkan Rose.
"Semua orang dari berbagai kerajaan akan pulang, Kau tidak ikut memberi salam ?"
Tanya Rose lagi.
"Itu bukanlah hal penting, Besok aku akan mulai latihan sebagai pangeran *tepatnya calon raja*"
Jelas Rever.
"Kalau begitu aku akan ke ruangan kakekku dulu, dia bilang aku harus ke sana jam 9 pagi"
Pamit Rever mengundurkan diri.
"A...Apa ?! Sekarang kan sudah jam 12 !!! Kau menghabiskan waktumu 3 jam disini ! *aku kan jadi tidak enak pada Kakekmu*"
Tanya Rose.
Namun Rever hanya tersenyum dan pergi keluar menuju ruang kerja kakeknya.
"Keberadaan mu di sini membuatku terkejut, Meski level Raior mu rendah, namun kau bisa membuat salah satu cucuku koma, Aku tidak bisa berpikir kecuali sihir itu adalah yang kau pelajari di Raisty kan ?"
Tanya Ranga.
"Kau boleh berpikir begitu, Tapi alasanmu memanggilku bukan untuk ini kan ?"
Tanya Rever tidak sabaran.
"Aku sudah lama mencarimu dan inikah sopan santun !? Raisty padahal terkenal dengan etika dan kepintarannya, bagaimana bisa kau tumbuh di antara mereka?!"
Tanya Ranga keras.
"Aku tahu Etika dan aku juga pintar, Hanya saja aku tidak suka melakukannya"
Jawab Rever santai.
__ADS_1
"Bagaimana pun kau akan menjadi Seorang Raja, Besok kau akan mulai belajarnya"
Ucap Ranga.
"Kenapa harus aku ? Tidak jadi raja pun tidak masalah"
Ucap Rever meremehkan.
"Menjadi raja ? Aku tidak punya waktu untuk itu, Di masa lalu sudah hampir mengelilingi dunia, Dan aku tahu kebebasan lebih menyenangkan dari pada duduk manis dengan properti lengkap"
Batin Rever menyimpulkan.
"Karena kau satu satunya anak Permaisuri, Ibumu ! Apa lagi ?"
Singkat Ranga menegaskan.
"Kau selalu mengutamakan takhta dari pada keluarga atau pun kebahagiaan orang yang bersangkutan, Aku bisa saja membunuh atau menghancurkan kerajaan mu, Cuma malas saja "
Tegas Rever Namun tentu Ranga hanya menganggap itu candaan.
"Bukan itu maksudku, Ibumu juga pasti senang kau menjadi Raja"
Ucap Ranga.
"Aku akan ke kamar ibu"
Pamit Rever langsung berbalik.
Di kamar Permaisuri, Terlihat 4 orang pelayan wanita yang menjaganya 24 jam dan sekarang pun masih bekerja.
Wajah pucat dan dingin terlihat di sekujur tubuh Raisha, ibunya Rever.
"Aku bisa menyadarkan nya sekarang juga dengan sihir, tapi di istana ini terdapat lapisan perasa sihir, orang yang menggunakan sihir besar bisa terdeteksi oleh kakek"
Batin Rever namun bagaimana pun sudah 19 tahun ibunya tidak bangun dan terus menderita, Rever tidak peduli frekuensi nya dan telah membulatkan tekad membangunkan Raisha.
"Tolong Kunci pintunya, Terserah kalian mau berjaga di dalam atau di luar"
__ADS_1
Suruh Rever pada 4 pelayan wanita namun matanya masih memandang kondisi Raisha.