
Sekar benar-benar dibawa pergi oleh Fury, meninggalkan Raden yang tiba-tiba merasakan kehilangan.
"Apakah aku benar-benar sudah jatuh cinta pada Sekar?" Gunam Raden.
Raden ingin segera bertemu dengan Yuana. Dia ingin menunda rencana pernikahan mereka Raden tidak mau tidak memiliki kesempatan bersama Sekar.
Setelah menemui Yuana, Raden akan menyusul Sekar. Itu keputusannya.
Karena terburu-buru Raden tidak sengaja menjatuhkan vas bunga yang berada di atas kabinet kecil yang biasa digunakan Raden untuk menyimpan jam tangannya.
Vas jatuh, tidak hanya pecah, tetapi juga berserakan di atas lantai. Bebatuan kecil itu berhamburan di bawah kaki Raden bersama setangkai bunga hias, tetapi ada sebuah kamera kecil yang membuat Raden terpaku.
"Apa ini?" Raden langsung lemas melihat kamera pengintai berada di dalam rumahnya.
Pantas saja! Kata yang bisa mewakili segala kebetulan yang terjadi saat ini.
Wajah Raden pias. Raden berlutut di lantai. Semua tidak ada gunanya, sejak awal Neneknya sudah mengetahui segala rencananya.
Sekarang Raden benar-benar kehilangan muka untuk menatap wajah sang Nenek secara langsung.
☘️☘️☘️
Sekar merasa damai menikmati perjalanan yang akan membawanya ke suatu tempat. Tidak capek sama sekali meski perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh.
Hamparan tanaman teh memanjakan matanya, rumah mungil di pinggir jalan banyak dipenuhi buruh yang sedang beristirahat.
Hampir empat jam akhirnya Sekar tiba di sebuah rumah yang sangat sederhana. Dindingnya terbuat dari kayu, atapnya mengunakan genteng, di halaman rumah tertumpuk banyak jerami.
"Silahkan masuk, nyonya" Dari jauh Sekar melihat orang yang akan menyambut kedatangan mereka lari tergopoh-gopoh, sebelum pada akhirnya menyambut mereka dengan senyum lebar.
"Ini, Mbok Ina dan Pak Tahir yang menjaga rumah ternak dan perkebunan teh milik kita" Fury memperkenalkan kedua pekerjanya pada Sekar.
"Senang bertemu dengan kalian" walau kaku Sekar tetap mengucapkan salam dengan fasih.
"Ini, Sekar. Istrinya Raden." lanjut Fury.
Mereka berkenalan dengan suka cita. Sekar mengikuti langkah kaki Nenek Raden sampai pada kamar yang diperuntukkan untuk nya.
"Istirahat dulu, dua jam lagi nanti kita bertemu di kamar Nenek." Sekar menurut saja. Setelah dua jam berlalu, Mbok Ina mengeruk pintu kamar Sekar memberi tahu jika Sekar sudah di tunggu Sang Nenek.
Sekar mandi sebentar, setelah berpakaian dia langsung menuju kamar Fury.
Setelah mengetuk pintu dan terdengar suara dari dalam memintanya masuk, Sekar segera membuka pintunya.
Sekar mengedarkan pandangannya pada rak-rak yang terisi puluhan, bahkan ratusan buku.
__ADS_1
Fury meminta Sekar untuk masuk. Dan Sekar tidak membantahnya.
"Apa ini, Nenek?" tanya Sekar.
"Ini kamar Nenek, waktu masih muda." jelas Fury mengulas senyum.
"Kenapa terlihat seperti perpustakaan?" tanya Sekar masih saja melihat tumpukan buku.
"Membaca adalah hobi Nenek." Fury menjawab dan berdiri di bantu tongkat kesayangannya.
Fury melangkah mendekati rak buku dan di ikuti oleh Sekar. Buku yang berada disana kebanyakan tentang cerita kerajaan dan buku pra sejarah, dari zaman Romawi kuno sampai dengan cerita dari timur tengah.
Sekar mengamati judul-judul buku tersebut dan ikut menarik satu yang menyita perhatiannya.
Judul buku itu adalah 'Sejarah perkembangan kerajaan di timur tengah'.
Dari sampulnya, Sekar tertarik, saat membaca judulnya dia semakin penasaran dan setelah membuka isinya dia kaget.
Fase tiga kerajaan besar.
Kerajaan periode modern.
Kerajaan yang berjaya di timur tengah. Kerajaan yang memiliki banyak sejarah. Kerajaan yang masih berjaya di era modern dan bisa terus berjaya hingga lebih dari puluhan tahun.
Sekar buru-buru melihat sampul buku, dia ingin tahu kapan buku ini pertama kali terbit?
"Ada apa?" tanya Fury.
Fury melihat buku yang di baca Sekar, kemudian terkekeh.
"Itu buku baru yang Nenek beli pada tahun 2010." ujar Fury, "buku yang menceritakan tentang sebuah kerajaan yang tercantum namanya disitu dari mulai di bangun dan berkembang pesat. Duduklah dan bawa kemari buku itu aku akan menceritakan tentang isi di dalamnya." Fury duduk dengan sangat pelan dan buru-buru di susul oleh Sekar.
"Sudah hampir 13 tahun berlalu, apa Nenek masih ingat isi di dalamnya?" Sekar berujar penuh keraguan.
Fury kembali terkekeh, kali ini sedikit lebih lama. "Apapun yang pernah ku pelajari tidak mudah untuk ku lupakan. Aku sudah terbiasa mengasah kemampuan untuk memperkuat ingatanku."
Sekar tidak meragukannya, karena ada sebagian orang yang memiliki daya ingat yang sangat kuat. Tuhan menciptakan makhluk dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
"Aku akan menceritakan tentang isi buku itu padamu sambil menunggu makan malam kita siap"
Sekar mengangguk dengan semangat.
"Kerajaan Acalapati berdiri setelah runtuhnya kerajaan Eusfur akibat pemberontakan Muaz. Singkat cerita akhirnya Kerajaan Acalapati berdiri, di bawah kepemimpinan Ru. Ru adalah seorang pemimpin yang bijaksana, tetapi kejamnya juga tidak bisa di tolerir, dia memerintah sampai beberapa periode. Dibawah pemerintahan Ru, kerajaan Acalapati berhasil menaklukkan beberapa pemerintahan. Kemudian setelah Ru gugur Faraz yang naik tahta. Faraz adalah Putra tertua Ru, Faraz hanya memimpin beberapa tahun saja dia gugur di sebuah peperangan besar pada tahun ke sepuluh masa kepemimpinannya. Selama beberapa tahun kepemimpinan Acalapati kosong, untuk ceritanya kau bisa membaca mulai halaman 25 hingga 32. Cerita yang menarik dari kerajaan Acalapati adalah ketika berada di puncak kejayaan di tahun modern ini.
"Ada apa, Nek?" Sekar benar-benar tidak sabar.
__ADS_1
"Kau sangat penasaran rupanya?" Fury terseyum kemudian melanjutkan ceritanya.
"Tahun 1976 putra mahkota akhirnya naik tahta. Putra mahkota itu bernama Aryan."
DEG'
Sekar merasa jantungnya berdetak dengan kencang. Dia sendiri tidak berani menduga-duga. Tetapi benarkah bahwa kebenarannya putri Acalapati sudah meninggal dunia?
"Aryan memiliki beberapa selir dan satu ratu, tetapi dari semua selir dia tidak memiliki keturunan, hanya permaisuri yang melahirkan satu penerus untuk raja Aryan. Putri itu diberi nama Putri Acalapati, karena menurut Raja dia adalah berkah, satu-satunya yang di miliki kerajaan dan simbol bahwa putri itu harta berharga milik kerajaan Acalapati. Perjalanan Aryan untuk mendapatkan keturunan bisa kamu baca dari halaman 190 sampai 300, bukan hal mudah pemimpin kerajaan itu bisa mendapatkan keturunan, perjalanan sangat panjang dan melelahkan.
Putri Acalapati lahir tahun 1980 dia terlahir menjadi putri paling cantik, di akui seluruh negri. Berbagai pemimpin negara berbondong-bondong ingin melihat kecantikannya. Jika di mitologi Yunani mungkin kecantikan Putri Acalapati setara dengan Medusa sampai membuat para Dewi iri hingga dia bisa bernasib malang dikutuk menjadi monster menyeramkan. Putri Acalapati banyak di incar para lelaki bangsawan. Tetapi rumor mengatakan wanita tercantik itu terlalu sombong dan tempramental.
Di buku itu tertulis perjalan Putri Acalapati tetapi tidak tuntas karena di tahun 2005 putri Acalapati pada akhirnya menikah dengan Pangeran anak sahabat Ayahnya yang memiliki kekuasaan di timur tengah. Putri Acalapati Hindu sedangkan suaminya seorang muslim tentu saja."
"Apa tidak ada cerita tentang mereka?" Tanya Sekar gugup.
Fury mengeleng.
"Hidup di lingkungan berbeda itu sulit."
"Apa yang terjadi, Nek?"
"Suaminya banyak musuh, dia jatuh di kamarnya di atas pecahan kaca. Dia dinyatakan koma dalam ilmu medis. Tetapi dari pandangan orang pintar dia terkena sihir, ada yang mengunci jiwanya. Di seluruh penjuru dunia mengakui sihir. Dan banyak orang menduga Putri itu terkena sihir dari orang India yang sangat terkenal. Banyak orang percaya Putri Acalapati terkena sihir yang dikirim orang India yang kerap melakukan perjalanan ke Mayong"
Bulu kuduk Sekar berdiri. Inikah kenyataannya? Dia terperangkap di tubuh ini karena sihir? Atau memang takdirnya di bawa ke tubuh ini setelah kematiannya?
"Apa sampai sekarang Putri Acalapati masih hidup Nek?"
Fury mengeleng.
"Kemajuan teknologi saat inipun tidak bisa mengulik kehidupan sang putri dan kerajaannya. Entahlah meskipun saat ini timur tengah sedang melakukan pembangunan besar-besaran untuk menarik wisatawan tidak satupun yang bisa mencari tahu tentang keadaan Putri Acalapati."
"Mungkin aku benar-benar sudah meninggal." sendu Sekar.
"Kau bicara apa, Nak?" tanya Fury.
Sekar buru-buru terseyum. "Aku hanya merasa simpati pada kehidupan Putri Acalapati."
"Kau benar, malang nian nasibnya. Rela menikah dengan pria beda agama tapi sepertinya keberadaannya tidak di terima oleh keluarga besar Suaminya hingga ada yang mengikatnya dengan sihir. Sebenarnya sihir bisa di patahkan, tetapi itu juga memiliki masa, mungkin juga Putri Acalapati kini sudah kembali kepangkuan Tuhan."
"Aku hidup, tapi beda raga" bisik Sekar pada hatinya sendiri.
####
Sedih, tidak ada yang menyemangati author nih. Pembacanya banyak. Like nya kurang komentar apalagi.
__ADS_1