
Harusnya besok adalah hari penobatan Pangeran Lingga untuk menggantikan Tuan Jaguar Ibrahim.
Tetapi sepertinya musuh tidak ingin itu terjadi. Setelah Putri Acalapati mampu mengantisipasi serangan dari Putri Arimbi dan Restu. Kini istana sedang berduka besar karena ketiga selir Tuan Jaguar Ibrahim di habisi beserta tiga anak-anak nya.
Satu bukti bahwa ada seseorang yang sengaja membuktikan ke kuasanya. Memperolok Pangeran Lingga dengan terang-terangan.
Dibalik kematian putra yang lain, jelas rakyat mencurigai kesucian hati sang Pangeran Lingga. Bisa jadi karena tidak ingin bersaing Pangeran Lingga memilih menghabisi saudaranya yang lain, yang di lahir kan dari Ibu yang berada.
"Tetaplah di samping Lingga, apapun yang terjadi!" seperti sebuah permohonan Yang Mulya Permaisuri langsung menemui Acalapati untuk meminta dukungan untuk putranya.
Pangeran Lingga juga sangat berduka, kehilangan tiga saudaranya. Begitupun Tuan Jaguar Ibrahim yang sekaligus kehilangan tiga selir, tiga anak, dan satu cucu yang dikandung menantunya.
Rakyat mulai membicarakan kutukan. Kejadian ini di kaitkan dengan pernikahan Pangeran Lingga dan Acalapati yang beda agama.
Bagaimana mungkin, pernikahan dianggap kutukan?
Bukankah itu pemikiran kuno?
__ADS_1
Berbagai pemberitaan mengomentari kejadian ini. Membuat seluruh isi Istana geram. Terlebih Pangeran Lingga yang langsung turun tangan menyelidiki sumber masalah kematian ini.
Cuma berselang beberapa jam, kematian delapan anggota keluarga istana segera menjadi pemberitaan viral di berbagai media. Pangeran Lingga yang tidak tahu menahu, langsung ikut dikaitkan, tentu saja langsung berhembus rumor negatif. Bahkan Nama Acalapati yang beragama Hindu ikut didebatkan.
Selama ini Pangeran Lingga menang tidak pernah mengekspos hubungannya dengan para saudara yang terlahir dari para selir Ayahnya. Karena itu pembunuhan berantai menjelang hari penobatannya semakin hangat diperbincangkan. dan sudah pasti, tuduhan tidak ingin tersaingi itu menjadi tranding topik.
Berbagai pemburu berita segera menelusuri semua latar belakang para selir Tuan Aryan. Nama Acalapati ikut terseret, dengan kekejaman yang selama ini sudah melekat. Juga kejadian lalu ikut di munculkan di permukaan, saat berhembus kabar jika Acalapati pernah memotong jari pelayannya, memukul, memecat tanpa rasa hormat, dan lain sebagainya. Jadi khalayak ramai seolah di giring oleh opini jika disini Acalapati lah biang masalah.
Rumor beredar luas seperti racun yang menyebar. Jika selama ini Pangeran Lingga terlihat baik itu hanya pencitraan. Meski menikahi seorang beragama berbeda itu wajar dilakukan orang biasa, tetapi tidak untuk pemilik kekuasaan, hal itu di anggap menyalahi aturan.
Acalapati juga sudah mendengar berita yang tengah viral itu. Tetapi dia terus mengingat nasehat Yang Mulya Permaisuri. Untuk jangan pernah meninggalkan Pangeran Lingga apapun yang terjadi
"Kehadiran wanita yang beda Agama sudah menghadirkan bencana," cibiran para pelayan itu sengaja, untuk memanasi Zur.
"Jangan menuduh tanpa alasan, Putri Acalapati tidak seburuk itu. Hatinya lembut, tidak seperti hati kalian yang kotor dan suka ghibah!" Zur sengaja bicara seperti itu untuk menyindir mereka.
Dua pelayan itu langsung berpaling membuang muka dengan gelagat takut.
__ADS_1
"Aku jamin suatu hari nanti kalian akan menyesal setelah tahu kebenaran tentang Putri Acalapati!" Zur malah menantang. "Aku yakin, ini adalah perilaku orang keji yang tidak ingin Pangeran Lingga naik tahta."
Zur benar-benar langsung melenggang pergi tidak perduli.
☘️☘️☘️☘️☘️
Pangeran Lingga benar-benar tersudut. Hari pengobatan itu kembali tertunda. Istana tengah berduka. Sang Ayah ikut terpuruk karena begitu banyak kehilangan.
Kehilangan tiga darah daging itu bukan soal mudah, Tuan Jaguar Ibrahim sampai tidak beranjak dari tempatnya duduk di tengah ke enam anggota keluarganya yang sudah tak bernyawa.
Bahkan, bayi di dalam perut sang menantu belum sempat melihat cahaya. Tuan Jaguar Ibrahim tidak menyangka, bahwa beberapa hari yang lalu itu adalah terakhir kali mereka berkumpul.
Yang Mulya Permaisuri terus mendampingi suaminya, ikut tidak beranjak, menunggu jenazah mereka dikebumikan.
Sampai matahari terbenam, Putri Acalapati belum bertemu lagi dengan sang suami. Semua orang sedang di selimuti rasa duka. Untuk itu memang lebih baik saling menyendiri.
Hingga pagi tiba, tetapi Pangeran Lingga, masih tidak muncul. Acalapati hanya terus berpikir positif. Tetapi ketika matahari semakin meninggi, wanita itu baru dilanda khawatir.
__ADS_1