
Raden agak kaget kala mendapatkan telepon dari Fury. Neneknya mengatakan jika Sekar datang seorang diri, dan Fury menanyakan mengapa bisa seperti itu.
Gegas Raden hendak menyusul, sebelum itu Raden memberi alasan paling masuk akal untuk Neneknya.
"Mas ada apa?" Yuana menghalangi kepergian Raden.
"Nenek mengundangku dan Sekar makan malam" Raden menjelasnya pada Yuana. Yuana yang mendengar itu tampak kesal tetapi berusaha menutupinya.
Dasar Nenek-nenek sialan! kenapa tidak mati saja sih?
"Tidak bisakah mangkir kali ini saja?" Yuana merangkul lengan Raden mesra, mencoba merayu Raden agar lelaki itu mau tetap tinggal.
"Na, aku janji ini tidak akan lama, nanti aku akan segera menemui mu" hibur Raden pada Yuana yang tampak sedih.
Yuana tau betul bagaimana patuhnya Raden pada sang Nenek. Sejujurnya Yuana sangat benci pada wanita tua itu, karena Fury yang tidak merestui hubungan mereka makanya mereka terpaksa menjalin hubungan diam-diam seperti ini.
Namun Yuana tidak bisa menunjukkan kebenciannya terang-terangan, karena jika sampai itu terjadi, bisa jadi Raden tidak akan pernah mau menjalin hubungan dengannya lagi.
"Mas, kapan kira-kira Nenek mau mengundangku makan malam?" mode merajuk Yuana lakukan.
"Naaaa!!" Sepertinya Raden sedang mode serius dan tidak ingin menunda kepergiannya.
Meski dongkol akhirnya Yuana tidak bisa menghalangi Raden untuk pergi.
Saat Raden benar-benar pergi, Yuana tidak bisa menahan kemarahannya. Wanita itu berteriak menyuarakan kekesalannya, barang di atas meja di sapu hingga hancur berantakan. Dia memang menyembunyikan sifat aslinya di hadapan Raden, karena Raden adalah pria yang harus menjadi miliknya. Raden suka pada wanita lembut untuk itu mati-matian Yuana mencoba menjadi wanita yang Raden inginkan.
"Aku akan melakukan berbagai cara untuk membuat Raden bertekuk lutut padaku" Dengan dada naik turun Yuana semakin membulatkan tekadnya.
__ADS_1
Di rumah Fury. Sekar sedang di ajak duduk di halaman belakang oleh Nenek Raden.
"Apapun yang terjadi Nenek mohon jangan pernah tinggalkan Raden, Sekar." Tangan keriput itu mengenggam lembut tangan Sekar yang tak se gemuk biasanya.
Ingin sekali Sekar menolak permohonan Nenek Fury, akan tetapi melihat mata tua itu begitu nanar rasa tak tega hadir.
Sekar mencibir dalam hati. Bukan mencibir pada Nenek Fury, melainkan mencibir dirinya sendiri. Apa susahnya sih menolak? Pake iba segala.
"Mungkin kalian harus lebih mendekatkan diri, harusnya kalian sudah tidur satu kamar, agar benih cinta itu tumbuh. Nak, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino. Cinta itu hadir karena terbiasa, kalian harus mencoba, Nenek hanya takut tidak bisa lebih lama bersama kalian" setetes air mata Fury jatuh di punggung tangan Sekar.
Bersamaan dengan itu tiba-tiba bayangan aneh menghantam ingatan Sekar. Bayangan kala kebersamaannya bersama Nenek Fury.
"Nenek senang Raden memilihmu untuk menjadi istrinya, walaupun kalian terlibat perjanjian, nenek yakin cinta itu akan hadir secepatnya"
Percakapan antara Fury dan Sekar terdengar jelas di telinga Sekar di sertai bayangan nyata di ingatannya.
Sekar tengelam dalam ingatan, tiba-tiba tubuhnya di guncang sampai matanya terbuka.
Sekar kaget melihat Raden yang begitu dekat dengannya, Raden menopang punggungnya, sementara Sekar merasa kepalanya berdenyut.
"Kau,"
"Sekar kamu mimisan!" Sekar reflek membawa jemarinya ke lubang hidung dan kaget luar biasa saat menemukan darah benar-benar mengalir dari lubang hidungnya.
Sekar lemas tidak mampu menopang berat tubuhnya, Sekar jatuh pingsan di rengkuhan Raden.
Seorang gadis cantik sedang duduk di ayunan taman istana.
__ADS_1
Putri Acalapati di temani beberapa pelayan sibuk memberi makan burung merpati. Sejak kecil aura kecantikan Putri Acalapati sudah terlihat. Bahkan aura kecantikannya terpancar sejak dilahirkan, untuk itulah sang Ayah dan sang Ibu memberikan nama putrinya dengan nama kerajaannya, sebagai lambang bahwa Acalapati adalah putri kerajaan dan harta berharga kerajaan Acalapati.
Sejak usia tujuh belas tahun, Putri Acalapati sudah di incar para kesatria bahkan Pangeran maupun Pemimpin kerajaan dari berbagai penjuru dunia berdatangan untuk melihat kecantikan sang Putri.
Awalnya Putri Acalapati adalah gadis lemah lembut, tetapi seiring pertumbuhannya dan semakin banyaknya pengemar pria yang kerap bersikap kurang sopan padanya Acalapati berubah menjadi gadis sombong dan tak tersentuh.
Rumor tentang kepribadian kasarnya itu juga cepat menyebar seperti virus, yang membuat kekaguman orang-orang padanya perlahan memudar dan berubah menjadi gunjingan.
Layaknya seperti sebuah kutukan sikap tempramental nya itu tak bisa ia kendalikan. Bukan tanpa alasan, ada satu waktu Putri Acalapati pernah di lecehkan oleh seorang panglima kepercayaan Ayahnya. Meski tidak sampai pada dinodai tetapi hal itu membuat Putri Acalapati trauma berat.
Kejadian itu hanya mampu disembunyikan dari semua orang. Acalapati sadar diri dia adalah anak tunggal dari seorang pemimpin kerajaan, jika sampai berita pelecehan nya itu tersebar akan berdampak pada tahta Ayahnya.
Rasa trauma yang tidak di obati itulah yang membuat Putri Acalapati semakin menjadi keji dan tak berperasaan. Itu bukan lagi rumor, tetapi sudah benar-benar menjadi kebiasaan buruknya.
Putri Acalapati bahkan pernah bercita-cita ingin menjadikan dirinya virgin seumur hidup, seperti beberapa tokoh di mitologi Yunani, akan tetapi angannya itu seolah terpatahkan saat suatu ketika yang mulia raja Jaguar Ibrahim meminangnya untuk sang putra dari Ratu utama. Pangeran yang terkenal dengan ketampanan dan kebijaksanaannya. Putri Acalapati melupakan cita-citanya, dan dengan senang hati menerima pinangan dari Tuan Jaguar Ibrahim.
Putri Acalapati jatuh cinta pada pandangan pertama pada Pangeran Lingga Mahasura. Hanya saja label buruk itu sudah terlanjur melekat kepadanya. Bahkan di pertemuan pertama mereka Putri Acalapati dibuat sakit hati dengan ucapan Pangeran Lingga yang menyinggung perasaannya.
"Pernikahan ini hanya bentuk abdi ku pada kedua orang tuaku, aku juga sudah banyak mendengar tentang mu, kamu tak lebih hanya seorang putri pembangkang yang suka berbuat onar, ku akui aku sangat keberatan dengan perjodohan ini, akan tetapi aku tak memiliki kuasa untuk menentang permintaan kedua orang tuaku. Perjodohan ini bisa batal jika kaulah yang menolaknya, karena aku tidak bisa melakukannya karena alasan bakti ku"
Senyum yang sejak awal menghiasi bibir Putri Acalapati memudar seiring dengan kalimat demi kalimat yang keluar dari bibir indah Pangeran Lingga.
Putri Acalapati yang merasa terhina dan sakit hati ingin menolak perjodohan dengan Pangeran Lingga. Gadis itu ingin datang di aula pertemuan sang Ayah. Saat Putri Acalapati keluar dari kamarnya dan melintasi lorong lorong bangunan istana, langkah gadis itu terhenti saat sayup-sayup mendengar beberapa orang berbincang.
"Ini belum berakhir, kita buat Lingga menolak perjodohan ini"
"Jika perjodohan ini berhasil apakah Lingga langsung bisa naik tahta Ibu?"
__ADS_1
"Tidak semudah itu, Ibu akan melakukan banyak cara agar Lingga tidak akan pernah naik tahta"
Putri Acalapati melihat sekilas orang yang sedang berbincang itu. Acalapati tidak mengenalinya. Tetapi dia yakin orang-orang itu datang bersama rombongan Tuan Jaguar Ibrahim.