
Putri Arimbi di adili di lapangan istana. Sebelum memutuskan hukuman. Seorang pezina akan mendapatkan hadiah cambuk sebanyak 100 kali. Tapi Dokter menemukan bahwa Putri Arimbi benar-benar tengah mengandung.
Pangeran Lingga menatap lekat-lekat Restu yang tidak berani bersuara. Lelaki itu tertunduk lemas tanpa perlawanan, entah mengapa dia sama sekali tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Restu hanya pasrah. Atau enggan memberontak.
"Kau ingin membela diri?" tanya Pangeran Lingga dengan tenang.
Restu masih tetap diam tanpa menjawab pertanyaan Pangeran Lingga.
"Aku benar-benar tidak menyangka kau menghianati ...."
"Aku tau Anda mengetahui siapa aku sebenarnya." Lingga takjub ketika ucapannya dipotong begitu saja. Dan apa katanya? Dari mana Restu tahu jika Lingga tahu siapa sebenarnya dia?
Restu menjatuhkan lututnya di hadapan pangeran Lingga.
"Aku merasa buruk Pangeran Lingga, aku merasa tidak layak untuk menatap Anda." Restu menunduk dalam, benar-benar tidak berani menatap pria dihadapannya.
Berbeda dengan Restu yang pasrah. Putri Arimbi terus memohon.
"Sungguh ampuni aku Pangeran Lingga ... ampuni aku ...." Putri Arimbi terus bersujud.
Kini Pangeran Lingga mendekati sepupunya.
"Aku memberimu kesetaraan untuk mendampingiku bukan cuma karena aku telah meletakkan kepercayaan padamu, tapi karena aku melihat kau begitu lemah lembut."
"Tolong Pangeran, beri aku kesempatan." Arimbi terus memohon agar hati Pangeran Lingga mau luluh.
Putri Arimbi tidak berani mengakui, bahwa dia sendiri adalah biang keladinya. Dia mencari pembelaan untuk dirinya sendiri dan mencari kambing hitam.
Tapi semua tidak berguna. Ini bukan masalah tertangkap basah mereka baru tidur bersama, tetapi lebih pada sebuah kebohongan besar karena Putri Arimbi sudah hamil ketika masih berstatus gadis.
Sebesar apa pun usahanya mengelak, dia tetap kehilangan kepercayaan dan nama baik. Kini pandangan orang padanya berubah seratus delapan puluh derajat.
"Sungguh ampuni aku Pangeran Lingga ...!"
Lingga tidak suka melihat wanita yang menangis untuk berusaha menghapus kesalahannya dengan air mata. Baginya itu munafik.
__ADS_1
Sudah Lingga duga jika dalang ini semua adalah istrinya sendiri.
Dari tempatnya berdiri, Pangeran Lingga bisa melihat istrinya yang mengawasi mereka semua. Ah, Acalapati memang sangat jeli dalam segala situasi.
Pangeran Lingga merasa takjub dengan usaha wanitanya yang tidak muluk-muluk. Acalapati bisa merancang rencana dengan begitu baik.
Pantas saja semalam istrinya terasa lain. Acalapati menggoda agar Lingga tidak pergi menemui Putri Arimbi. Pangeran Lingga jadi membayangkan jika dia yang akan terjebak di posisi Restu jika nekat pergi, apakah dia masih bisa tersenyum sekarang?
"Berani sekali kau menipu kami!"
Biarpun terkenal ramah dan dermawan tapi Yang Mulya Permaisuri juga bisa sangat keras pada penghianat.
"Ampuni hamba yang Mulya!" Putri Arimbi mengiba dan terus memeluk perutnya yang terasa kram karena terlalu lama berjongkok.
"Aku tidak main-main ketika memberimu kepercayaan! Mengapa kau berkhianat, brengsek!" Geram Putri Arimbi menendang kepala Restu dengan keras. Tentu saja Restu terjungkal karena mendapat serangan tiba-tiba.
Bibir Restu pecah terkena alas kaki Putri Arimbi. Dengan sekuat tenaga sepertinya wanita itu melakukannya.
Dalam seumur hidupnya Putri Arimbi belum pernah merasa ketakutan sehebat ini. Netra gelap malam Pangeran Lingga menatap tajam kearahnya seperti kobaran api. Dia tau dia tidak akan pernah selamat setelah bukti zina itu akurat. Kini Arimbi harus melepas gelar dari anggota keluarga istana, kini dia akan di asingkan, sampai tiba waktunya melahirkan.
Kini setelah sifat asli putri Arimbi terbongkar, semua orang bungkam.
Pangeran Lingga juga sama sekali tidak memberi keringanan hukuman, meski Putri Arimbi tengah hamil. Lingga memberi hukuman setimpal dengan perbuatannya, karena rencana Arimbi yang ingin melibatkannya jelas bukan hal sepele. Bagaimana jika wanita itu berhasil?
Bisa jadi, Tuan Jaguar Ibrahim langsung memenggal kepalanya. Seorang Putra mahkota memikul beban yang tidak main-main, salah sedikit di hadapan rakyat, bisa mencoreng nama baik kerajaan.
Pangeran Lingga keluar istana bersamaan Jendral. Karena penobatannya kembali di undur, Pangeran Lingga akan mengurus pekerjaan yang sudah menunggunya beberapa waktu.
Hingga hampir tengah malam, Pangeran Lingga baru tiba di istana Jaguar.
Zur berlari kearah rombongan mobil Pangeran Lingga yang baru tiba. Membuat Pangeran Lingga segera turun dan menanyakan mengapa pelayan istrinya tampak cemas.
Pangeran Lingga baru saja menapaki tanah, saat Zur mengatakan bahwa Putri Acalapati jatuh pingsan setelah terus menerus muntah.
Begitu mendengar penuturan Zur, Pangeran Lingga langsung berlari cepat ke kamar istrinya. dia sudah tidak sabar untuk melihat kondisi Acalapati. Membuat notaris Pangeran Lingga kaget.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Jendral.
"Putri Acalapati pingsan."
"Oh," Jendral langsung mengerti kekhawatiran seorang suami.
Jendral kembali masuk kedalam mobil, untuk segera pulang. Notaris Pangeran Lingga itu juga merindukan istrinya.
Putri Acalapati masih berbaring lemah di atas tempat tidur ketika Pangeran Lingga menyeruak masuk, membuka pintu lebar-lebar dan langsung mencium Acalapati.
"Apa kau keracunan makanan?" tanyanya dengan kekhawatiran yang kental.
Zur yang terengah-engah membuntuti Pangeran Lingga segera menyampaikan keadaan Putri Acalapati.
"MasyaAllah ...!" Dengan cepat Pangeran Lingga segera mendekap erat tubuh istrinya."Kau akan melahirkan darah dagingku!"
Berita kehamilan istrinya benar-benar akan menjadi kabar baik untuk anggota kerajaan. Ayah dan Ibunya harus segera diberi tahu.
"Tolong sampaikan kabar bahagia ini kepada Ayah." pinta Lingga pada Zur.
Zur segera undur diri, dan menjalankan perintah Pangeran Lingga.
"Kau akan melahirkan bayi untuk ku." Lingga terus menciumi Acalapati tanpa henti karena tidak menyangka dia sudah berhasil membuat Acalapati hamil, Acalapati sedang mengandung benihnya, akan melahirkan keturunan untuk nya.
Lingga juga menciumi perut Acalapati yang masih rata. "Apa yang kau rasakan sekarang?" Lingga mendongak untuk bertanya.
Bisa Acalapati lihat sebahagia apa Pangeran Lingga dengan kehamilannya, Lelaki itu memang sangat menyukai anak-anak. Pangeran Lingga akan menjadi seorang ayah dari malaikat kecilnya sendiri, hal lumrah jika dia tengah berbahagia.
Dunia Tuan Jaguar Ibrahim sedang sangat suram, berita kehamilan Putri Acalapati benar-benar seperti mentari yang tiba-tiba terbit di tengah awan pekat.
Yang Mulya Permaisuri langsung berjalan cepat menuju kamar putranya untuk memastikan.
Saat sampai beliau langsung menangkup kedua pipi menantunya untuk di cium dan di do'akan.
Melihat senyum yang muncul di bibir suaminya yang berminggu-minggu pucat seperti sebuah keajaiban. Dan keajaiban itu datang dari menantunya.
__ADS_1
Bagi semua orang kehamilan Putri Acalapati seperti mentari yang begitu di rindukan sinarnya. Bagi Acalapati sendiri kehamilannya seperti sebuah bencana.