Sang Pemilik

Sang Pemilik
Bab 59


__ADS_3

Tak mau mematahkan hati semua orang, Putri Acalapati memutuskan pura-pura bahagia dan berusaha tersenyum walaupun tipis, lalu meremas perutnya yang tertutup kain.


Setelah semua orang keluar dari kamarnya, Acalapati tak bisa lagi menahan apa yang ia rasakan, raut wajahnya berubah jadi kecewa dan tatapannya berkaca-kaca. Sungguh dia belum siap untuk mengandung.


Acalapati tak sekuat dan secuek yang orang kira, ada sisi dalam hatinya yang kadang lelah dengan kehidupan ini, selalu ada suara hati yang menyalahkan takdir.


Acalapati tidak tahu jika di kamar tidak hanya ada dirinya, ada sosok lain yang menatapnya dengan tatapan tak terbaca.


Saat air mata mulai mengalir deras. Seseorang menangkup kedua pipi Acalapati dengan telapak tangannya yang hangat.


Acalapati yang kaget, langsung mendongak.


Laki-laki yang di kiranya ikut keluar bersama sang Ibu masih berada di dalam kamar.


Mata Lingga menatap lembut netra Acalapati yang memerah.


"Sesakit itukah mengandung benih ku, untuk mu Aca? Aku sungguh minta maaf karena sudah membuatmu terbebani seperti ini."


Melihat Acalapati menangis, mengingatkan Lingga pada perlakuan menyakitkan yang pernah ia torehkan di hati wanita itu hingga trauma Acalapati sempat muncul kembali. Lingga tidak bisa menyalahkan Acalapati jika tidak suka mengandung darah daging seorang pria brengsek yang memper*osa istrinya sendiri dengan brutal. Lingga tidak melupakan tingkah egoisnya, bahkan hingga kini penyesalan itu tetap ada.


Acalapati tidak menjawab apapun. Ia hanya semakin terisak. Membuat hati Lingga ikut merasakan kepedihan. Namun, juga merasa berdosa secara bersamaan.


Istana Jaguar kehilangan tujuh anggota keluarga, sekaligus, mereka dibunuh secara keji. Ini adalah tahun berkabung yang akan diperingati setiap tahunnya.


Pangeran Lingga mewakili ayahnya berdiri diatas podium, di depan pers untuk sekaligus berterima kasih atas dukungan bagi keluarganya.

__ADS_1


Pengobatannya akan kembali di tunda sampai masa berkabung usai.


Siapapun yang telah membunuh keluarganya, dia sudah sukses, bukan cuma berhasil mengundur penobatan Pangeran Lingga tapi juga mematahkan hati Tuan Jaguar Ibrahim dalam duka yang begitu dalam.


Melihat kesedihan ayahnya. Pangeran Lingga semakin menguatkan tekadnya. Pada akhirnya bukan cuma seorang istri yang ikut merasakan hubungan tidak sehat dalam perkawinan, tapi juga anak-anak mereka yang tumbuh dengan kebencian dan saling bersaing untuk mendapatkan keinginannya. Karena itu Pangeran Lingga tidak pernah ingin menjadi seperti Tuan Jaguar Ibrahim yang mempunyai banyak istri.


Berita kehamilan Putri Acalapati menimbulkan semangat baru untuk Tuan Jaguar Ibrahim. Pria yang sudah beberapa hari tidak Sudi menyentuh makanan, kini terlihat menyuap satu sendok bubur kedalam mulutnya. Kemajuan besar yang membuat Yang Mulya Permaisuri merasa bahagia.


Tuan Jaguar Ibrahim mulai mau makan, membuat Yang Mulya Permaisuri semakin antusias untuk membuatkan makanan apapun yang kiranya suaminya suka.


"Lingga akan menjadi Ayah seorang anak laki-laki, Anda harus bahagia untuknya." Yang Mulya Permaisuri merasa luar biasa bahagia ketika Tuan Jaguar Ibrahim mengangguk dan mengulas senyum tipis.


Nyatanya selama ini, Tuan Jaguar Ibrahim memang tidak pernah benar-benar adil dalam membagi hati dan perhatiannya. Selir nomor tiga yang termuda selalu menyita waktunya. Meskipun dia hanya seorang selir, tetapi dia juga telah melahirkan seorang putra laki-laki seperti halnya Yang Mulya Permaisuri. Meskipun Ibu dari Pangeran Lingga masih sangat cantik, pesona yang lebih muda lebih bisa menarik perhatian Tuan Jaguar Ibrahim.


"Bibi, Aku ingin bertemu suamiku, bisakah?"


"Akan saya sampaikan kepada Pangeran, Putri."


"Terimakasih, Bibi."


Setelah hari dimana Acalapati menangis itu dia memang meminta Pangeran Lingga untuk menjauhinya. Meminta lelaki itu agar kembali tidur di kamarnya sendiri. Lingga memang melakukan seperti keinginan Acalapati. Tetapi dengan perasaan terpaksa.


Setelah melakukan pertemuan dengan Jendral, Pangeran Lingga kembali ke istana Jaguar untuk melihat kondisi Tuan Jaguar Ibrahim.


"Lingga," Yang Mulya Permaisuri, langsung memeluk putranya ketika Pangeran Lingga ikut bergabung.

__ADS_1


"Kehamilan Putri Acalapati adalah lentera untuk kami." Yang Mulya Permaisuri langsung menangis haru dalam pelukan putranya.


Tak ada yang bisa Pangeran Lingga ucapkan selain terseyum. Dia sendiri sedang merasa buruk, karena tidak bisa mendekati istrinya. Acalapati benar-benar tidak ingin melihatnya. Dan itu sangat menyakitkan.


Begitu Pangeran Lingga keluar dari kamar Tuan Jaguar Ibrahim, Zur segera menghampirinya untuk menyampaikan keinginan Acalapati.


Lingga langsung berlari karena tidak sabar untuk segera melihat kondisi Acalapati.


Lingga menyeruak masuk seperti waktu pertama kali mendengar kabar bahagia jika istrinya tengah mengandung, kali inipun kebahagiaan Lingga tak kurang dari hari itu, mendengar Acalapati ingin bertemu dengannya nilainya seperti mendapatkan gunung emas, sangat berarti.


"Kau, ingin melihatku?" tidak menunda-nunda, Pangeran Lingga langsung bertanya kebenaran kabar yang dibawa oleh Bibi Zur. "Apa kau baik-baik saja?" Lingga tetap khawatir.


"Ya, aku baik." jawab Acalapati dengan tenang.


Acalapati membiarkan Pangeran Lingga memeluk dan menciumnya dulu. Tidak bisa berbohong, Acalapati juga sangat merindukan momen seperti ini.


"Lingga, aku ..."


"Biarkan seperti ini dulu ...!" perintah Pangeran Lingga.


Pangeran Lingga semakin dibuat sadar jika dia sudah jatuh cinta sedalam-dalamnya pada Istrinya.


Mungkin, Acalapati adalah wanita yang diramalkan peramal tua itu. Seorang yang sangat istimewa untuk Pangeran Lingga.


"Aku sangat mencintaimu, Acalapati! Jangan hukum aku dengan memintaku menjauh, itu sangat menyiksaku, aku salah sudah membuatmu mengandung, tetapi demi Allah, itu adalah berbuah anugerah Tuhan, bukan musibah."

__ADS_1


__ADS_2