Sang Pemilik

Sang Pemilik
Bab 56


__ADS_3

"Siapa yang menyuruhmu membunuh mereka semua?" Seorang wanita melotot marah pada orang yang di bayarnya.


"Bagaimana jika ada yang memberi tahu Tuan Jaguar Ibrahim jika kita membiarkan salah satunya?"


Pria itu ketakutan, tidak menyangka akan di salahkan seperti saat ini.


"Sekarang bagaimana jika sampai ada yang mengetahui aksi kalian meracuni mereka dan memanahnya?" Orang itu berdesis marah hingga wajahnya mengelap. "Kalian benar-benar bodoh dan sangat ceroboh."


"Seharusnya tidak ada yang tahu. Racun itu tidak berbau, dan untuk anak panahnya tidak ada sidik jari ku."


"Kalau sampai aksimu di ketahui, aku yang akan memenggal kepalamu terlebih dahulu."


☘️☘️☘️☘️☘️


Di saat suasana istana masih berkabung. Diam-diam Putri Acalapati pergi ke Istana Acalapati. Dia ingin menemui Ayahnya, untuk meminta bantuan.


Baru melewati gerbang istana, Acalapati langsung di sambut oleh Dooty. Kucing besar yang memiliki Surai lebat itu menghampiri Acalapati dan langsung duduk seperti tengah menyambut.


Dooty mengerang dan mengikuti langkah Acalapati memasuki istana.


Kedatangannya tidak dikenali siapapun. Hanya Dooty yang langsung mengenali baunya.


"Maafkan kami yang tidak mengenali Anda, Putri," Acalapati hanya melewati para pelayan sama sekali tidak mengucapkan apapun. Itu hal biasa, dan para pelayan tidak ada yang tersinggung. Di istananya sendiri, kebaikan putri Acalapati sudah bukan lagi rahasia.


Tuan Aryan sedang memimpin rapat para menteri, saat tiba-tiba Acalapati masuk ke aula. Tanpa di komando, para menteri undur diri. Memberi ruang dan waktu untuk Putri kerajaan.


Tuan Aryan langsung berdiri menghampiri Putrinya yang masih menggunakan penutup wajah.


Tuan Aryan tidak heran jika Acalapati mengenakan pakaian seperti itu di istana Jaguar, tetapi harusnya tidak untuk datang ke Acalapati. Kecuali jika kepercayaan Acalapati sudah mengikuti suaminya.


Acalapati mengamati wajah Ayahnya yang tidak ada riak kemarahan. Tuan Aryan tampak tenang, tanpa mengomentari penampilannya.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Tuan Aryan pada putrinya.


Acalapati menurunkan cadarnya dari wajah dan menjawab pertanyaan Ayahnya. "Aku baik Ayah. Tetapi istana sedang sangat kacau."


Tuan Aryan menghela napas panjang. "Ayah baru membicarakan hal itu, untuk mengambil langkah membantu kalian, tetapi yang harus kamu takuti adalah orang-orang yang mendekati Lingga, Ayah dengar salah satu orang kepercayaannya berkhianat." Tuan Aryan memang belum mendengar siapa yang berkhianat, tetapi hanya tahu jika mereka salah satu orang kepercayaan menantunya.


"Yang berkhianat adalah Restu, Ayah."


"Mustahil, bagaimana itu bisa terjadi?"

__ADS_1


******


Putri Acalapati kembali ke istana Jaguar saat mendengar kabar datangnya Pangeran Lingga.


"Tolong! " teriak Yang Mulya Permaisuri saat melihat Tuan Jaguar Ibrahim tak sadarkan diri.


Petugas medis langsung memeriksa Tuan Jaguar Ibrahim. Menjelang pemberangkatan Jenazah, Tuan Jaguar Ibrahim malah tumbang.


"Bagaimana kondisi Suamiku? Aku sangat ketakutan. "


"Tuan Jaguar Ibrahim masih pingsan, Anda tenang dulu. "


Yang Mulia Permaisuri juga langsung diberi air minum untuk mengatasi syok. Kejadiannya benar-benar mengerikan hingga Istri sang penguasa itu tidak sanggup membayangkan jika itu terjadi pada dirinya dan ke empat anak-anaknya.


"Selidiki semua orang di lingkungan istana! " Pangeran Lingga kembali memberi perintah.


Mengenai kepergian istrinya yang ke istana Acalapati, belum di dengar lelaki itu. Setelah menyolatkan jenazah saudaranya Pangeran Lingga segera kembali ke istana. Sementara sebagian besar penduduk istana ikut mengantarkan keluarga kerajaan di peristirahatan terakhir.


Acalapati melangkahkan kaki memasuki istana, dimana seluruh keluarga, kerabat dan orang-orang berpengaruh di Kerajaan Jaguar berkumpul, bahkan dari luar negeri.


"Wow, lihat itu, Putri kejam. " banyak orang yang memandangnya jijik.


Acalapati tetap melangkah, meskipun seluruh pasang mata menatapnya.


"Pasti dia hanya istri yang dinikahi Pangeran untuk sebuah misi." terdengar cemooh lagi.


"Tentu saja, apa sekarang wajahnya sudah buruk rupa sampai harus meniru gaya kita-kita, yang menutupi diri karena akhlak? Sedangkan dia karena cacat.


Acalapati menghentikan langkahnya mendadak. Tubuh Acalapati bergetar hebat, emosinya berada di ubun-ubun. Tega-teganya keluarga sendiri, menghina dan mempermalukan istri saudaranya.


Acalapati terus melangkah dengan perasaan marah dan dendam. Dia tidak tau setelah kepergiannya. Putri Ana dan Ilya mengusir orang-orang yang berani menghina keluarganya terang-terangan.


Kedua adik Lingga itu merasa geram. Di saat mereka tengah berduka justru di kotori oleh mulut-mulut sampah seperti itu. Mereka pikir, Kaka iparnya akan melawan seperti rumor yang beredar jika Putri Acalapati adalah jelmaan Medusa, tetapi ternyata wanita itu tidak berbuat apapun, membuat mereka harus bersikap tegas bagi siapapun yang terang-terangan berani menghina keluarganya. Putri Acalapati adalah istri Lingga yang berarti kakak ipar mereka.


Pangeran Lingga terheran, melihat wajah Acalapati yang terlihat murung.


Melihat Pangeran Lingga, Acalapati langsung berlari cepat dan memeluk suaminya dengan erat.


"Apa yang salah denganmu? " tanya Pangeran Lingga melihat tingkah laku istrinya yang tidak biasa. Pangeran Lingga mengelus punggung istrinya yang sedikit bergetar.


Pangeran Lingga yakin, Acalapati pasti mengalami penghinaan lagi. Pangeran Lingga jadi bingung. Mengapa dulu istrinya seolah cuek dengan itu semua, lalu mengapa kini Acalapati seperti terpengaruh?

__ADS_1


Lingga tidak tahu jika tumbuhnya perasaan cinta juga di iringi dengan tumbuhnya berbagai macam perasaan, perasaan ingin di Terima salah satunya.


****


Putri Arimbi tersenyum puas, melihat Acalapati menangis. "Ini belum seberapa, Acalapati. Sebab aku, akan membuatmu sangat-sangat menderita, " batin Putri Arimbi.


Sementara sebenarnya Acalapati bukan menangis karena sedih, tetapi lebih karena lega, melihat Pangeran Lingga baik-baik saja.


Malam kelam itu sedikit bercahaya karena mereka di dampingi oleh orang yang tepat.


"Pergilah mandi, terlebih dahulu." perintah Acalapati dari balik selimut.


Pangeran Lingga menjahili istrinya dengan menarik selimut yang dibuat Acalapati menutupi tubuhnya, Namun Acalapati menahannya.


"Aku ingin berendam bersama." Pangeran Lingga mengucapkannya dengan nada mengoda.


Lingga terlihat biasa saja kehilangan begitu banyak anggota keluarga, tetapi mungkin sebenarnya dalam dirinya juga menyimpan ketakutan.


"Pergi dari sini! "sinis Acalapati.


" Kau tega sekali. Menyuruhku pergi setelah membuat banyak tanda merah di sekujur tubuhku." Nada suara Pangeran Lingga terdengar mengeluh namun bibirnya menahan senyum geli.


Acalapati terbelalak lalu buru-buru melihat tanda merah yang Lingga maksud. Namun tidak ada apapun di dada telanjang lelaki itu. Seketika wajahnya kesal saat sadar Lingga hanya menggodanya.


******


Karena istana masih berkabung.


Tidak ada sarapan bersama setiap orang di antarkan makanan di kamarnya masing-masing oleh pelayan.


Seperti halnya Putri Acalapati dan Pangeran Lingga yang tengah menikmati sarapan di balkon kamar.


"Aca, berhenti menatapku seolah ingin menjadikanku lalapan. Kita sudah melakukannya beberapa kali tadi malam. Jadi beri aku waktu untuk istirahat."


Acalapati terbelalak mendengar kata-kata yang Lingga ucapkan.


Pangeran Lingga terkekeh seraya mengangkat kepala, membalas tatapan mata indah wanita di hadapannya.


"Kau menyebalkan!"


"Tapi kau cinta. "

__ADS_1


Deg!


Acalapati ingin menyanggah, tetapi tiba-tiba dadanya bergemuruh. Apakah dia memang sudah jatuh cinta pada suaminya?


__ADS_2