Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 10


__ADS_3

"Tuan ini pakaiannya"


"Bantu aku memakainya"


"Dia benar-benar seorang anak manja menyebalkan! batinnya


Kinan membantu rangga berpakaian, kinan cukup teliti membantu rangga berpakaian, namun itu terhenti saat ia harus memakaikan dasi pada rangga.


Beberapa kali kinan mencoba memakaikan nya namun kina selalu gagal.  Rangga membuang nafas kasar "ni sja kau tidak bisa!" ucapnya sambil menarik dasinya dari tangan kinan.


"Lihat, perhatikan ini ! ucapnya kasar


Kinan benar-benar memperhatikan dengan baik. "Sudah mengerti?!


"Sudah tuan" jawabnya


"Tuan," ucapnya ragu


"Ada apa? tanya nya datar


"Hari ini aku akan pulang sebentar kerumah, lalu pergi ke kampus dan bekerja" ucapnya


"Lalu? tanya rangga dengan raut wajah yang menyebalkan.


"Aku hanya meminta izin tuan, walau bagaimana pun kau kan suami ku, jadi aku harus memberitahumu"


"Aku tidak perduli, tidak usah terlalu memperdalam peranmu, lakukan saja yang kau inginkan, hanya satu yang harus kau ingat, kau harus ada dirumah setiap pukul 18.00 sore saat aku pulang, selebihnya aku tidak perduli" jawabnya pedas


"Baik"


Rangga selesai berpakaian, lalu hendak pergi, namun langkah nya terhenti saat sadar kalau kinan masih belum bergerak, "Hei apa yang kau lakukan? bawa tas ku, antar aku ke bawah" ucapnya


Titah rangga memerintah kinan.


"oia, maaf tuan muda" ucap nya sambil mengambil mengambil tas rangga


Rangga dan kinan menuruni tangga bersama,


"Mau kemana nak ? tanya seorang wanita paruh baya


"Oma"  sapa rangga sambil mencium pipi oma, "kenapa kau keluar dari kamar? istirahat lah" ucapnya lembut


"Ternyata dia bisa juga bersikap manis" batin kinan


"Aku sudah cukup bosan berada dikamar, kau mau bekerja?


"Iya oma, aku akan pergi ke kantor"


Pandangan oma mengarah pada kinan, kinan langsung datang menghampiri oma lalu mencium tangan oma, "Siang oma" Sapa kinan


"Ternyata dia anak yang lumayan sopan" batin oma


"Bagus, cepat antar cucuku ke mobil, aku akan masuk ke kamar untuk beristirahat lagi" ucap oma


"iya oma"


Kinan mengantar rangga sampai di depan mobil. Tanpa berpamitan rangga langsung masuk kedalam mobil tanpa berpamitan


"Yess.. dia sudah pergi, aku akan pulang .. yeayy ! gumam kinan sambil bersemangat


"Kinan" seru seseorang dari jauh


Kinan berbalik mencari sumber suara, "Mas dafi? sapa nya ceria


"Kau sangat ceria hari ini, ada apa ? tanya dafi


"Tentu saja aku senang, aku akan pulang, dan kuliah hari ini dan bebas" yeayy !!

__ADS_1


"Ada ada saja kau ini, aku kira ada apa"


"mas dafi kemari ada apa ? Tanya kinan


"Aku mau bertemu oma"


"Oma baru saja masuk ke kamar nya, kau langsung masuk kesana saja, aku pamit dulu yah, aku mau pulang mengambil barang-barangku dan kebetulan aku ada kuliah juga" bye mas" pamit nya


"Nyonya kinan, mau kemana ? tanya pak reki


"Aku mau pergi ke rumah ibu, kenapa pak ? aku sudah bilang juga sama tuan... sama suamiku maksudnya"


"Maksud saya apa anda ingin saya meminta supir untuk mengantar anda?


"Oh, tidak usah pak, aku pergi sendiri saja,bapak antar mas dafi saja ke kamar oma"


"Lebih baik diantar saja nyonya, saya takut tuan muda marah"


"Dia tidak akan marah, percayalah padaku" jawabnya enteng


"Biar aku saja yang mengantar mu" ucap dafi menawarkan diri


"Hahaha tidak usah mas, "


"Sudah lah, ayo naik mobil ku" ucap dafi sambil menarik lengan kinan


"Lalu oma? tanya kinan


"Aku akan menemuinya nanti malam saja, dimana alamat mu ?


"Oh, Di jalan kenangan no.5 "


"Baiklah, pakai safety belt mu" ucap dafi lembut


Kinan hanya tersenyum


"Kau tidak membawa barang mu sama sekali? tanya dafi memecah kesunyian


"Hahaha aku hanya bertanya, aku juga tidak mencium bau apa-apa, kau lucu sekali kinan"


Sampai di rumah kinan,


"Mas dafi, masuk dulu saja, biar aku buatkan teh untuk mu"


"Hmmm tidak usah, aku langsung pergi saja" tolak dafi lembut


"Jangan begitu, kau sudah repot mengantarku, masuk lah sebentar, kita kan satu keluarga sekarang"


"Hmm baiklah" dafi mengiya kan


Mereka pun masuk kedalam rumah


"Neng kinan," sapa mbo yu


"Mbo ... ko sepi? ibu kemana ? tanya kinan


"Ibu sama  bapak pergi tadi pagi, katanya mau check up ke dokter"


"Oia, ini kan hari senin, jadwalnya ibu kontrol, oia bi, tolong buatkan teh untuk mas dafi yah. aku mau membereskan barang-barangku dulu.


"Baik neng"


Dafi duduk di ruang tamu sambil menunggu kinan yang sedang membereskan barang-barangnya di kamarnya.


Bruk !  suara bantingan pintu , ternyata itu danira yang dengan sengaja membanting pintu kamar kinan


"Mba danira, kenapa mba?

__ADS_1


"Kenapa? kau masih bertanya aku kenapa ? menurutmu ? untuk apa aku kemari ? tanya nya dengan nada menyebalkan


"kan mba yang masuk, kenapa masih bertanya padaku ?


"Menyebalkan ! aku hanya memastikan tidak ada barang yang kau curi dari rumah ini.


"Astaga mba, mba udah mulai keterlaluan, mba tenang saja, aku hanya membawa barangku"


"Baguslah,bawa barang-barang jelek mu"


"Iya, tanpa mba suruh juga aku akan membawanya"


Koper kinan sudah terisi penuh, "Mba aku pamit yah,"ucap kinan sambil mencoba mencium tangan kakak nya,


"Jangan sentuh aku, tanganmu kotor" ucapnya


"Baiklah"


"Kinan"


"Iya mba"


"Jangan coba-coba merayu pacarku, ingat kau hanya menikah diatas kontrak, kau hanya wanita bayarannya saja, jangan pernah berharap lebih!


Betapa sakit nya hati kinan mendengar penghinaan kakak tirinya, kinan hanya berbalik dan tersenyum, "Mba tenang saja, aku tidak akan pernah mencoba merayu mas rangga, aku tau dimana posisi ku" jawabnya


"Baguslah kalu kau mengerti, pokoknya kau harus menjaga sikapmu, kau harus menurut, atau pengobatan ibu mu akan suruh papa stop pengobatan ibumu!


Kinan memejamkan matanya sebnetar sambil membuang nafasnya " Mba tenang saja, aku tau dimana posisiku" ucapnya lalu pergi


"Mas dafi, maaf menunggu lama" ucapnya


"Tidak apa-apa, ini koper mu? biar sini aku bantu bawakan" ucap dafi


"Tidak usah mas, biar aku saja yang bawa"


Kinan pamit ke mbo yu lalu pergi


"Kau mau kemana lagi ?


"Aku mau ke kampus mas, hmmm aapa aku masih boleh minta tolong?


Dafi mengangguk "tentu, katakan lah"


"Aku boleh titip koper ku di mobilmu? kau akan ke rumah oma kan nanti malam? aku harus ke kampus dan bekrja dulu, jadi rasanya tidak mungkin bila aku harus membawa koper ini. apa kau tidak keberatan ?


"Tentu saja tidak, aku malah senang bisa membantumu"


"Heheh terimakasih mas, kalau begitu kau pergilah, aku akan ke kampus sendiri" ucapnya


"Kau pakai apa kekampus?


"Sekarang aku punya ini," kinan menunjukan dompet dan ponselnya


"Jadi aku sudah tidak membutuhkan tumpangan lagi"


"Jadi tadi kau menerimak tumpanganku karna kau tidak mempnyai uang?


"Hahha iya," jawabnya sambil tertawa


"Kau masih sempat tertawa, padahal menurutku kau sangat menyedihkan"


Raut muka kinan langsung berubah begitu mendengar ucapan dafi "Sudahlah, kau hati-hati sjaa dijalan"


"Eh kinan, sekalian saja aku antar, aku jugatidak punya kegiatan siang ini"


"Yakin? "

__ADS_1


Dafi mengangguk yakin


Baiklah


__ADS_2