Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 38


__ADS_3

"Apa ia sudah pulang?, ia tidak akan mungkin pergi kemana-mana, aku akan memeriksanya dirumah." gumam rangga, ia pun langsung melajukan mobilnya kejalan pulang.


Dafi sampai ketempat tujuanya, "Kenapa kita kemari mas dafi ? tanya kinan bingung


"Ini apartement lama ku, kau akan aman berada disini" ucap dafi


Kinan langsung memandang dafi dengan penuh curiga, "Hahhaha kinan, kenapa kau memandang ku seperti itu ? aku tidak akan melakukan apapun padamu, kau akan aman disini, apa aku perlu mengantarmu ke hotel ?


Kinan tersenyum canggung, "Hehe maaf mas dafi, bukan begitu maksudku" ucap kinan


Kinan pun mengikuti dafi, ia masuk kedalam apartement dafi yang tampak sangat rapi, "Wah, apartement mu sangat bagus, dan sangat rapi mas " ucapnya.


"Duduk lah, aku akan membawakanmu pakaian ganti, ucap dafi lembut, kinan pun mnegiyakan permintaan dafi.


"Minum teh hangat ini kinan" ucapnya smabil memeberikan segelas teh pada kinan


"Terimakasih mas dafi"


"Iya, tunggu disini yah, " ucap dafi lalu masuk kedalam kamar nya memngambilkan kinan beberapa pakaian untuk ganti.


"Kinan, pakai ini" ini bajuku yang ukurannya sedikit agak kecil, pakai ini dulu, besok aku akan membelikan mu pakaian baru" ucap dafi


Kinan tersenyum sambil mengambil pakaian ditangan dafi.

__ADS_1


"Dimana toilet nya mas dafi?" tanya nya


"Disana" ucap dafi sambil menunjukan toiletnya


"Baiklah" kinan pun pergi


Dafi meneguk teh nya dan duduk tenang di sofa sambil menyalakan televisi, namun fikirannya melayang dengan menebak-nebak apa yang telah terjadi pada kinan. sampai saat kinan mebuyarkan lamunannya "Bajunya sangat nyaman mas dafi" ucap kinan dengan celana training dan kaos kebesaran, dengan rambut yang berbalut handuk.


Dafi melihat kearah kinan, dafi menelan ludahnya lalu membalikan wajahnya.


"Kenapa mas ? tanya kinan yang tiba-tiba ada di depannya.


"Aduh kenapa dia malah berdiri didepanku, kenapa ia malah mandi, bagaimana pun aku seorang pria, kinan kenapa kau sangat polos ?" batin dafi.


"Hehe iya kinan, tidak apa-apa" ucap dafi canggung,


"Sebaiknya kau tidur, pakai kamarku, aku akan pergi setelah kau tertidur" ucap dafi


"Tidak, aku sebaiknya tidur di sofa saja"


"Kenapa ?


"Tidak baik memakai kamar pria mas" ucapnya,

__ADS_1


Dafi tersenyum "Baiklah, aku akan membawakan bantal dan selimut untuk mu" ucap dafi lembut


Dafi merapikan sofa, bantal dan selimut untuk kinan. kinan menatap dafi dari belakang "Beruntungnya aku memiliki nya sekarang" batinnya.


"Sudah siap, berbaring lah kinan" ucap dafi lembut.


"Terimakasih mas dafi, tapi, aku akan tidur setelah kau pulang saja, aku merasa tidak enak kalau kau masih ada disini" ucapnya canggung


Dafi kembali tersenyum,"Haha kau sangat lucu kinan, baiklah aku akan pergi sekarang, tidur setelah aku pergi yah?" ucap dafi lembut


Kinan menganggukan kepala nya, dafi pun berpamitan, namun saat dafi hendak melangkah, terdengar suara sesuatu barang yang jatuh yang membuat kinan kaget dan membuiat kinan berpegangan kelengan dafi.


"Mas dafi," ucapnya


"Hahahha baiklah, aku akan duduk di sofa itu sampaikah tertidur" ucapnya


Kinan mengangguk malu, namun apa daya, ternyata ia tidak berani dan tidak ada pilihan lain, kinan sangat percaya kalau dafi tidak akan menjahatinya.


Kinan pun berbaring, dafi mengambil sebuah buku dan membacanya dengan tenang. sofa mereka saling bersebrangan.


Kinan memejamkan matanya yang sudah sangat berat, "Mas dafi, terimakasih untuk semua yang telah kau lakukan untukku" gumamnya smbil terkantuk.


Dafi menggeserkan bukunya, ia hanya tersenyum sambil melihat iba kearah kinan, beberapa lama dafi memandang kinan yang terlelap, betapa sakit hatinya, melihat kinan masih saja mengeluarkan airmata nya saat sedang tertidur" sikap yang baik-baik saja yang ia tunjukan di depan dafi ternyata semuanya bohong, dafi melihat semua ketakutan, kesedihan dan kekhawatiran tersirat di wajah kinan. Dafi memebetulakn selimut kinan, mengusap lembut kepala kinan, "Tidur lah, kau aman bersama ku, di tempatku" ucapnya pelan, setelah memastikan kinan tertidur, dafi pun keluar, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah keluarga prayoga.

__ADS_1


__ADS_2