
"Kalian sudah pulang" sapa dafi
"Iya mas dafi, aku sangat lelah" jawab kinan
"Kau tidak bisa lihat kami sudah di sini, masih saja bertanya, "kinan ambil kan aku air" ucap rangga kembali ketus
"Iya"
"Oma, apa sedang oma lakukan di sini ? tanyanya saat melihat oma sedang memeriksa isi kulkas
"Shutt diam, aku sdang mencari makanan manis, bila orang rumah tau aku tidak akan di izinkan memakannya, sudah sana jangan disini, nanti orang lain curiga " bisik oma.
Kinan mengerutkan dahinya, "Kau sangat nakal oma, kau ingin makan apa? biar aku buatkan untukmu" bisik kinan
Oma menyunggingkan sedikit sisi mulutnya "Apa kau bisa membuatkan ku banana cake ? tanya oma meremehkan
"Itu urusan kecil untuk ku, tingkat kesulitannya hanya sebesar ini . bisik kinan sambil menunjukan ujung jari telunjuknya.
"Baiklah, tapi awas saja kalau cake mu tidak enak !"
Kinan tersenyum, "Iya oma, sebaiknya oma tunggu saja dikamar, aku akan mengambilkan dulu air untuk mereka, sehabis itu aku akan membuatkan mu cake" ucap kinan lembut. Dan oma pun mengiyakan.
Kinan mengantarkan air yang diminta untuk rangga dan dafi.
"Ini air nya"
"Terimakasih kinan" ucap dafi
Kinana hanya tersenyum.
"Kau sangat beruntung memiliki istri seperti kinan ngga. ucap dafi
"Kau mau ? tanya rangga
Dafi tertawa mendengar jawaban rangga, Hahahah apa maksudmu, ternyata kau sekarang sudah mulai sangat lucu"
Kinan kesal mendengarnya, reflek kinan menumpahkan air di baju rangga "Hei !! apa kau bodoh ?! teriak rangga
Kinan kesal mendengar jawaban rangga, "Kau yang bodoh, kau fikir aku barang?jawabnya
"Kau ! rangga sadar ada dafi disampingnya, dengan segera rangga menarik tangan kinan pergi dengan kasar. Tapi kinan melepaskan tangan rangga, "Mas dafi, kami ke atas dulu, nikmati jus nya yah" ucapnya ramah
"Sudahlah, ayo ikut denganku" ucap rangga kasar
"ngga ! ucap dafi yang merasa khawatir melihat sikap kasar rangga pada kinan namun rangga sama sekali tidak menggubrisnya.
Ranga dan kinan masuk kedalam kamar, rangga mendorong kinan hingga kinan terjatuh "Aw ! rintih kinan
"Apa yang kau lakukan, kau sengaja menumpah kan nya padaku kan ?! teriak rangga kesal
"Iya aku sengaja, kenapa ? lalu kenapa kau mengatakan hal yang sangat memalukan di depan orang lain ? aku memang menikah dengan mu untuk di bayar, tapi kau jangan lupa, kau dan kakakuyang memintaku melakukannya, jadi jangan merendahkan aku di depan orang lain!"
"Hahaha ternyata memang benar, kau sangat lucu kinan, aku merendahkan mu ? tanpa aku rendahkan pun kau memang sudah rendah ! "
__ADS_1
"Kau yang rendah !
"Kau !!! ucap rangga kesal yang hampir menampar kinan, namun kinan langsung menutup wajahnya, ia melihat sorot mata rangga saat itu sangat menakutkan. Rangga mengambil lengan kinan dengan keras dan menatapnya dengan tajam.
"Jangan pernah melawanku lagi, atau aku akan benar-benar menyiksamu ! ucap nya lalu menghempaskan tangan kinan dengan kasar. "Minggir kau ! ucapnya sambil mendorong tubuh mungil kinan ke tembok dan keluar dari kamar dengan membanting pintu.
Kinan merasa sangat syok, ia sering melihat rangga marah, namun kali ini rangga sangat terlihat menakutkan. kinan menjatuhkan dirinya kelantai dan mematung, ia menangis karena takut. ia melihat lengan nya sangat merah bekas genggaman rangga.
"Jangan menagis kinan, kau tidak salah, semua akan baik-baik saja" ucapnya pada dirinya sendiri,
Kinan merasa sudah cukup tenang, ia membilas wajahnya dan merapikan dirinya, dan ia pun kembali ke bawah untuk membuatkan banana cake untuk oma.
"Nyonya muda, apa yang sedang kau lakukan ? biar kami saja yang membuatkan cake untuk nyonya besar" ucap salah satu pelayan dirumah rangga.
"Tidak apa-apa biar aku saja, aku sudah berjanji pada oma" ucapnya sambil tersenyum
"Kinan, apa yang sedang kau buat? tanya dafi
"Mas dafi" ucap kinan sambil tersenyum, sikapnya seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
"Aku sedang membuatkan cake untuk oma"
Dafi tersenyum, "Apa kau benar-benar bisa membuat nya ? tanya dafi yang juga mencoba bersikap biasa-biasa saja.
"Kau tunggu disana saja, nanti kau akan ku beri sedikit bagian kecil nya mas" ucap kinan sedikit berbisik lalu tertawa, dafi pun tertawa mendengar nya.
"Apa kau baik-baik saja kinan? batin dafi setelah melihat lengan kinan yang masih sangat merah, namun ia enggan untuk bertanya.
Taram.. ucap kinan dengan wajah sumeringah saat mengangkat cake nya dari oven.
Kinan menganggukan kepalanya dengan ceria. Tanpa dafi sadari, dafi mengelus lembut kepala kinan.
"Istri rangga !! ucap oma yang tiba-tiba datang
"Oma" gumam dafi kaget
"Kenapa kau sekaget itu melihat ku ? ucap oma pada dafi
"Mana cake ku? kenapa lama sekali ? aku sudah mencium harum nya namun kenapa kau tidak kunjung memanggilku? tanya oma yang bicara tanpa henti.
"ini cake mu oma" ucap kinan sambil mengangkat banana cake nya .
"Pak reki, bantu aku membawanya, mas dafi antar oma ke taman belakang, aku akan membuatkan teh dulu" ucap kinan
"Baik bu bos" ucap dafi sambil mengangkat satu angannya di dahinya
Mereka pun duduk ditaman belakang, menikmati banana cake dan teh buatan kinan,
Oma mulai memakan cake nya "Enak sekali cake nya, Anak ini memang hebat" batin oma
"Bagaimana oma ? apa enak ? tanya kinan penasaran
"Tidak enak" jawab oma, tapi ia kembali mengambil potongan cake nya, membuat dafi dan kinan kinan tertawa bersama.
__ADS_1
"Istri rangga, kemana suamimu ? kenapa kau tidak memanggilnya?
"Oh mas angga? tadi katanya mas angga ada urusan sebentar" jawabnya berbohong sambil mencoba menyempilkan rambutnya kebelakang telinganya.
"Ada apa dengan lenganmu ? ada yang menyakiti mu? tanya oma kembali bertanya
"Oh ini ? tadi, tadi terkena oven oma" ucapnya sambil tertawa canggung
"Kau ini seharusnya hati-hatii, dafi, tolong mintakan salep pada reki" perintah oma
Dafi tersenyum "Baik oma"
Oma mengolesi tangan kinan yang merah sambil mengomel , tiba-tiba kinan menangis "Hei kenapa kau menagis, apa sangat sakit ? tanya oma panik sambil meniup tangan kinan.
"Tidak sakit oma, sama sekali tidak sakit, aku hanya merasa terharu, aku kira oma tidak menyukaiku, ternyata oma sangat baik padaku hiks hiks" ucapnya sambil menangis
"Kau ini bodoh, aku tidak pernah bilang aku tidak menyukaimu" jawab oma
"Berarti oma menyukaiku ? "
"Tidak tidak, aku tidak menyukai mu" jawab oma canggung
"Hiks hiks "
"Iya baiklah, aku menyukaimu, sudah jangan menangis, sini biar aku olesi lagi tanganmu" ucap oma sambil mengolesi lengan kinan
Kinan tersenyum bahagia, "Disini oma, ini juga merah " ucapnya sambil tersenyum
Dafi dan pak reki ikut tersenyum melihat pemandangan itu.
"Syukurlah oma sudah mulai menyukainya" batin dafi
"Akhirnya ada wanita yang nyonya besar suka yang menjadi pendamping tuan muda"batin pak reki
"Oma,aku pamit dulu yah, aku mau mandi" pamit kinan
"Iya, mandilah"
"Mas dafii aku naik dulu yah"
Dafi hanya tersenyum, dan kinan pun pergi
"Aku sangat beruntung, seperti nya anak itu sangat baik untuk mendampingi rangga, aku tidak menyukai pacar rangga yang sebelumnya,"
"Iya oma, rangga sangat beruntung" jawab dafi
"Lalu kapan kau akan mengenalkan pacarmu pada oma ? oma ingin melihat calon istrimu juga"
"Aku belum berencana untuk menikah oma, aku masih akan fokus pada karier ku dulu, bulan depan aku sudah akan mulai membantu rangga di perusahaan, aku tidak akan sempat memikirkan wanita"
"Tidak boleh seperti itu, kau harus mulai mencari calon istri, aku ingin melihatmu meikah" ucap oma
Dafi kembali hanya tersenyum menjawab ucapan oma.
__ADS_1
"Aku menyukai seseorang yang seharusnya tidak boleh aku sukai oma" batin dafi