Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 7


__ADS_3

Sampai dikamar pengantin


"Wah.. bagus sekali, ini benar-benar indah " ucap kinan takjub


"Cihh.. selain jelek kau juga ternyata sangat kampungan"ucap rangga sinis


kinan mendelik kesal kearah rangga,


"Apa !! berani nya kau memelototiku , kau berani padaku ? ucap rangga


Kembali kinan membuang nafas, tidak, mana mungkin aku berani. jawab kinan lemas.


Rangga mulai membuka kancingnya satu persatu,


"Tuan muda, apa yang sedang kau lakukan ? kenapa kau membuka baju mu? ucapnya gugup sambil menyilangkan kedua tangan nya kedadanya.


"Hei. hentikan fikiran kotormu itu, aku sdah menegaskan padamu, aku tidak akan pernah menyentuhmu, dan asal kau tau, sedikit pun aku tidak pernah tertarik padamu. jangan berfikir bodoh" ucap rangga sambil menoyor kepala kinan menggunakan telunjuk nya


"Jangan terus menyentuh kepala ku, kepala ku sangat berharga" jawabnya sambil mengusap-ngusap kepalanya sendiri


"Terserah, jangan duduk di kasur, kasur itu miliku" ucapnya sambil berjalan menuju toilet.


"Lalu aku harus istirahat dimana tuan muda?


"Terserah asal ditempat yang tidak terlihat olehku" jawabnya asal


"Cih .. lalu aku harus diam dimana? apa aku harus loncat dari balkon ini ? gumamnya sambil menunjuk ke arah balkon


"Pantas saja mereka bisa berpacaran, mereka punya watak yang sama, Terserahlah" gumamnya lalu duduk di sofa kamar, "aduh ini sangat berat, bagaimana caraku melepasnya" gumam kinan sambil memegang siger sunda di kepalanya


'Terserah saja, aku akan tidur sembentar sambil menunggu tuan muda selesai" gumamnya,tapi ternyata ia  benar-benar tertidur  pulas dengan posisi duduk menyandar


Rangga selesai mandi


"Cih .. betapa bodohnya dia, dia bisa tertidur nyenyak dengan posisi seperti itu " mimpi apa aku mempunyai istri sepertinya" batinnya.


Selesai berpakian Rangga langsung meninggalkan kamar hotel tanpa berpamitan pada istrinya , hari mulai gelap, ternyata kinan hampir tertidur 2 jam lamanya.

__ADS_1


"Astaga, kenapa aku bisa tertidur lama?gumamnya panik "aww, berat sekali kepala ku" gerutunya


"Dimana pria jahat itu ? nampaknya dia pergi, baguslah, aku bisa mengganti pakaian ku dengan leluasa, tapi bagaimana dengan hiasan kepala ini ? bahu dan leherku sangat sakit" hiks hiks


Kinan telah berganti pakaian tapi ia masih mematung di depan cermin "apa yang harus aku lakukan ? bagaimana aku melepaskan ini ? gumamnya.


Ting-tong


Kinan menoleh kearah pintu, "Kenapa ia harus membunyikan bel, apa tidak bisa ia langsung masuk saja? gumamnya kesal


Ting tong


"Iya iya sebentar aku datang, " teriak kinan lalu membuka pintu


"Mas dafi ?


"Kinan , semua anggota keluarga sudah menunggu untuk makan malam, rangga tidak mengangkat telfonnya, makanya aku datang kemari menjemput kalian" terang dafi


"Tuan muda, eh maksudku mas rangga sedang keluar, mungkin ia dijalan"


"Kenapa aku merasa ada yang aneh antara mereka berdua" batin dafi


"Hiks hiks  . tiba-tiba kinan menangis seperti anak kecil  sembari mencubit kecil lengan kemeja dafi, wajahnya memerah dengan mata berlinang. "mas dafi, Leher dan bahuku sudah sangat sakit, kepalaku juga sangat sakit memakai ini tapi aku tidak bisa melepaskannya, aku tidak tau bagaimana cara melepaskannya" terang kinan sambil mengelap air matanya


Sesaat dafi mematung melihat kinan , dafi tertawa melihat kinan yang sudah berlinang air mata seperti anak kecil,


"Hahaha sudah-sudah, jangan menangis, biar aku bantu melepasnya. ucap dafi sambil tertawa kecil


Kinan pun berjalan kedalam memunggungi dafi, "Terimakasih" ucapnya dengan suara yang masi terdengar sengau


Dafi membantunya melepakan siger yang masih menempel dikepalanya dengan lembut dan hati-hati.


"Bukan masalah besar kinan, kalau sakit kau bilang yah" ucap dafi lembut, kinan hanya mengangguk.


"Untung ada mas dafi, kalau mas dafi tidak ada pasti aku sedang menangis semalaman, kau baik sekali, pasti pacarmu sangat senang memiliki pacar yang baik seperti mas dafi.


Dafi tersenyum dengan raut wajah yang sulit diartikan, "aku tidak sebaik itu kinan" ucap nya tiba-tiba

__ADS_1


Kinan langsung berbalik melihat dafi setelah mendengar jawabannya.


"Aw.. rintihnya"


Dafi memegang kepala kinan lalu membalikan kepala kinan dengan lembut,


"Jangan banyak bergerak, nanti kepala mu sakit" ucapnya lembut


"Iya maaf" jawab kinan


Kali ini dafi tersenyum sambil melihat kinan tanpa sepengatuhan kinan.


"Sudah selesai" ucap dafi


"Terimakasih mas dafi, ahh leganya" ucap kinan dengan wajah ceria sambil memegang kepalanya.


"Hahah kau sangat lucu, ucap dafi sambil mengelus lembut kepala kinan


"Hmmm mas dafi, sepertinya aku tidak bisa ikut makan malam di bawah, mas rangga tidak ada disini, aku takut akan banyak pertanyaan" ucap kinan ragu


Dafi tersenyum, "aku faham maksudmu" aku akan mencari alasan di bawah, sebaiknya kau istirahat saja disini"


Kinan mengangguk setuju "Terimakasih"


Dafi hanya mengangguk lalu hendak pergi.


"Mas dafi, kinan kembali memanggil dafi .


"Ya ada apa kinan?


"Aku... aku ... emmm aku ...? ucapnya ragu


Dafi mengerutkan dahinya, ada apa ?


"Apa aku boleh meminjam uang? 50 ribu saja , aku sangat lapar, aku tidak tau dimana tas ku dan aku juga tidak membawa ponsel. aku akan ganti besok. apa boleh ?


Dafi kali ini benar-benar tertawa, "Kinan kinan tentu saja boleh, aku kebetulan tidak membawa uang cash, aku akan memsankan makanan untuk mu dari hotel, kamu bisa memakannya disin. bagaimana?

__ADS_1


Kinan mengangguk dengan semangat "Terimakasih" ucapnya senang


__ADS_2